Konspirasi Yahudi : Tangan-Tangan Yahudi Mencengkeram Dunia

Sabtu, 30 Mei 2015 - 07:04 WIB | Dilihat : 9913
Konspirasi Yahudi : Tangan-Tangan Yahudi Mencengkeram Dunia Menorah (kandil) yang menjadi simbol Yahudi berdiri megah setinggi 20 meter di sebuah bukit di Manado, Sulawesi Utara.



HM Aru Syeiff Assadullah
Pemred Tabloid Suara Islam


Di antara banagsa-bangsa yang ada di dunia, harus diakui bahwa bangsa Yahudi memiliki keunggulan melebihi bangsa lain. Populasi mereka memang tidak banyak, yaitu hanya sekitar 14 juta di seluruh dunia. Mereka tersebar di seluruh benua dengan perkiraan, 7 juta di Amerika Serikat, 5 juta di Asia, 2 juta di Eropa, dan 100 ribu di Afrika. Meski jumlah mereka tidak banyak, namun mereka menguasai hampir semua sektor, baik politik maupun ekonomi.

Tidak hanya di bidang bisnis, orang-orang Yahudi berjaya, melainkan juga dalam bidang yang lain. Dengan segala kecerdasannya (kelicikannya Red) mereka juga telah mengendalikan berbagai institusi pendukung bisnis, seperti IMF dan World Bank. Tidak hanya itu, dengan berbagai organisasi yang mereka dirikan orang-orang Yahudi berani mempengaruhi institusi politik dalam sebuah negara, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh nyatanya adalah teman “mesra” mereka Amerika Serikat. Melalui negara ini, para pebisnis Yahudi mampu mempengaruhi (menguasai Red) institusi politik berkelas internasional lainnya, seperti IMF dan World Bank tadi, bahkan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Melalui sistem bisnis yang mereka buat orang-orang Yahudi mampu menundukkan negara-negara di dunia, tak terkecuali negara besar. Sistem bisnis buatan mereka sendiri yang kemudian mereka sebarkan ke seluruh negara di dunia, diharapkan agar banngsa-bangsa lain bisa tunduk di bawah sistem tersebut.

Salah satu sistem yang mereka kembangkan adalah sistem bunga. Jika menengok perjalanan sejarah, sistem ini dikembangkan oleh keluarga Rothschild, sebuah dinasti keluarga Yahudi yang berasal dari Bavaria (Jerman). Nenek-moyanng keluarga ini adalah Moses Amschell Bauer, seorang rentenis dan tukang emas yang berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain, dari satu kota ke kota lainnya.

Melalui keluarga Rothschild inilah berbagai lembaga keuangan dan perbankan seperti Bank Sentral Inggris dan The Federal Reserve atau Bank Sentral AS, lembaga yang seharusnya menjadi milik pemerintah ini, justru dikelola oleh keluarga Yahudi yang kelak mengontrol seluruh keuangan di dunia.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sistem bunga merupakan sistem bisnis yang dimiliki tangan-tangan bisnis bangsa Yahudi. Sistem itu diperkuat dengan adanya ikatan kuat di antara mereka yang tidak lain adalah ikatan berdasarkan etnis yang terjalin sejak dahulu kala ketika pertamakali peradaban mereka terbentuk.

Saat ini bisa kita saksikan orang-orang Yahudi telah hampir menguasai seluruh aspek kehidupan manusia. Contoh nyata di bidang media massa (Press), mereka telah menguasai American Broadcasting Compenies (ABC), Columbia Broadcasting  System (CBS), National Broadcasting  Company (NBC), The New York Time, The Wall Street Journal, dan The Washington Post. Dunia hiburan nomor satu sejagad bernama Hollywood juga tak luput dari cengkeraman mereka. Di dalam bisnis penerbitan Yahudi juga menunjukkan dominasinya, seperti Random House, Simon  & Schuster, dan Time Book Inc, dengan jaringan media yang begitu luas dan kuat, mereka mampu mengendalikan opini publik di media cetak mapun elektronik sejagad.

Fakta bahwa konglomerat Yahudi telah menguasai media dunia bukan isapan jempol. Tercatat ada enam perusahaan milik konglomerat Yahudi yang menguasai sekitar 96% media sejagad. Keenam perusahaan tersebut adalah AOL Time Warner, The Walt Disney CO, Bertel Mann AG, Viacom, News Corporation, dan pendatang baru Vivendi Universal.

Mari kita ulas satu persatu keenam perusahaan tersebut : AOL Time Warner merupakan milik dari Gerald Levin seorang Yahudi tulen. Perusahaan ini mempekerjakan tidak kurang 39 ribu orang dengan pendapatan tiap tahun mencapai USD 31,8 Milyar atau setara Rp 308,5 Trilyun. Pada awal 2000, Amerika Online (AOL) dan Time Warner bergabung menjadi perusahaan media terbesar sejagad. Sebagaimana dilansir oleh The Unjustmedia.com, AOL memiliki 20 juta pelanggan. Pelanggan menghabiskan 84% waktu mereka menggunakan internet hanya di AOL.

Konglomerasi ini memiliki sekitar 12 anak cabang perusahaan, di antaranya Warner Bros, Hanna Barbera Cartoons, dan Bioskop Multiplex yang tersebar di 12 negara. Mereka juga menguasai 29 televisi berbayar yang beroperasi mulai dari Polandia hingga Brazil termasuk CNN dan Time Warner Cable dengan 13 juta pelanggan di seantero Amerika Serikat. AOL Time Warner juga menerbitkan tidak kurang dari 33 majalah termasuk majalah berskala internasional, Time dan Forbes dengan 129 juta pembaca. Kita tentunya tidak asing dengan nama The Walt Disney Company salah satu perusahaan di bidang hiburan dan media. Perusahaan ini didirikan oleh Walt Disney dan Roy Oliver Disney pada 16 Oktober 1923, pada tahun 1984 perusahaan ini diambil alih oleh Michael  D. Eisner, seorang Yahudi, yang pada 2012, konglomerasi ini memiliki 166 ribu karyawan dengan pendapatan sekitar USD 39,759 milyar (tidak kurang dari Rp 400 Trilyun).

The Walt Disney Company di antaranya menaungi The Disney Channel yang beroperasi di 8 negara dan ESPN yang siaran mereka mencakup 165 negara di Asia, Eropa dan Amerika Latin. Mereka juga mempunyai sejumlah tempat hiburan Disney Land di sejumlah negara.

Bertelsmann AG adalah konglomerasi yang juga merupakan milik orang Yahudi, Dr. Thomas Middlethof. Perusahaan media multi nasional ini yang didiirikan pada 1835 dan berkantor pusat di Gutersloh Jerman ini memiliki sekitar 2000 sub divisi dan anak perusahaan yang tersebar di 63 negara di seluruh dunia. Empat divisi utamanya adalah RTL Group, yaitu penyiar radio dan televisi terbesar di Eropa, Gruner + Jahr, penerbit majalah terbesar di Eropa, Random House, penerbit buku terbesar di dunia dan Arvato penyedia layanan media dan komunikasi internasional. Bertelsman AG mempekerjakan 64,800 pekerja dan menghasilkan USD 16,3 Milyar (setara Rp 158 Trilyun tiap tahun).

Viacom tentunya tidak asing di telinga. Viacom Inc merupakan salah satu perusahaan media massa global yang berpusat di Amerika Serikat yang juga memproduksi film dan TV Cable. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan media terbesar ke 4 di dunia pada 2010, setelah Walt Disney Company, Time Warner dan News Corporation. Perusahaan yang dimiliki Sumner Red Stone (orang Yahudi), memperkerjakan 126.810 karyawan denngan penghasilan tahunan USD 12,6 Milyar (setara Rp 122,2 Trilyun).

Perusahaan Yahudi lainnya yang menguasai dunia adalah News Corporation, Konglomerasi kepunyaan Rupped Murdoch ini mempekerjakan 50.820 orang dan berhasil meraup USD 13,5 Milyar (Rp 130,8 Trilyun tiap tahun. Perusahaan ini memiliki televisi Cable Vox News dan jaringan Vox TV terbesar seantero Amerika Serikat dengan 22 stasion. Mereka juga mempunyai surat kabar The New York Post di Amerika, The Time, The Sun, dan The News of The World di Inggris.

Perusahaan Yahudi yang keenam yang menguasai dunia adalah Vivendi Universal. Perusahaan ini dimiliki Jane Marry Messier, karena perusahaan ini masih tergolong baru jumlah karyawan dan pendapatan per tahunnya belum diketahui secara luas. Namun diprediksi kalau perusaan ini akan menyamai  AOL Warner. Selain enam perusahaan media ini tiga suratkabar terbesar di dunia, juga adalah kepunyaan orang Yahudi yakni The New York Times, The World Street Journal, dan The Washington Post. Kabarnya ketiga Koran ini menentukan mana berita yang layak atau tidak (dilansir) di tingkat nasional dan internasional. Dan, tentunya berita-berita tidak berseberangan dengan missi orang Yahudi.

Sebagaimana diketahui The New York Time pada awalnya adalah milik Hendry Raimond dan George Jones (bukan orang Yahudi). Setelah mereka wafat pada 1896 perusahaan ini dibeli oleh Adolph Ochs, pengusaha media Yahudi. Saat ini koran ini menjadi kepunyaan Arthur Ochs, keturunan dari Adolph Ochs.

Sebagaimana halnya The New York Time, The Washtington Post pada awalnya bukan milik orang Yahudi. Koran yang didirikan oleh Stil Son Hutchsins pada 1877 ini dalam perjalanannya mengalami kebangkrutan karena resesi ekonomi di AS pada 1933. Lalu, Eugene Meyer, seorang pebisnis Yahudi di bidang keuangan membeli perusahaan ini lewat lelang. Sekarang The Washington Post dipimpin oleh Katherine Meyer Graham, putri Eugene Meyer. Sementara itu The Wallstreet Journal yang rata-rata terjual 1,8 juta eksemplar setiap harinya merupakan koran terbesar di Amerika Serikat, juga dikuasai orang Yahudi, yaitu Dow Jones N.Company Inc. perusahaan milik Peter Kann. Tidak hanya itu konglomerat Yahudi juga menguasai tiga majalah tersohor dan paling bergengsi yaitu Time, Newsweek, dan U.S News and World Report.

Fakta lainnya hingga saat ini lebih 25% professor di Amerika Serikat adalah orang-orang Yahudi yang tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama bahkan di tiga perguruan tinggi terbesar, seperti Universitas Harvard, Cornell University, dan Prinseton University juga dihuni lebih dari 30% orang-orang  Yahudi baik mahasiswa maupun dosennya. Dengan fakta kecerdasanorang Yahudi itu tidak mengherankan apabila mereka mampu menggenggam dunia dengan segala SDM yang mereka miliki: yakni Zionisme mempunyai tim yang ditugaskan untuk melakukan lobby ke lingkaran elit negara. Tim ini bertujuan agar semua rencana bisnis Zionis berjalan lancar. Di Amerika Serikat kaum Zionis memiliki tim lobby khusus yang dikenal bernama AIPAC (Amerikan Israel Public Affairs Comitte). AIPAC sangat berpengaruh  terhadap pengambilan kebijakan di Kongres AS. Tidak hanya itu, mereka juga mengendalikan PBB, IMF, dan World Bank. Mereka memainkan pasal modal dan uang sebagaimana yang dilakukan George Soros dalam meluluhlantakkan perekonian Asia dengan berspekulasi di pasar mata uang  pada 1997.

Dari fakta itu(ditambah kelicikan dan kejahatannya Red) tidaklah berlebihan jika orang Yahudi mampu mengontrol dan mengendalikan berbagai kebijakan beberapa negara di dunia. Tentunya ini harus menjadi perhatian seluruh elemen bangsa di Indonesia agar “Tangan-Tangan” Yahudi tidak semakin mencengkeram  negeri kita tercinta. []
 

0 Komentar