Para Remaja, Ayo Berhijrah!

Selasa, 26 Mei 2015 - 20:55 WIB | Dilihat : 3708
Para Remaja, Ayo Berhijrah! Ilustrasi



Pas denger kata hijrah, mungkin masih banyak diantara kita yang langsung ngeh ke sejarah tentang “Hijrah Rasulullah dari mekkah ke Madinah”, atau  lagunya  The Changcuters yang sempat booming tahun 2005 lalu dengan judul “Hijrah ke London”. Dari sana, kita bisa tau bahwa arti hijrah itu adalah pindah. Tul gak?

Rupanya, pengertian hijrah tidak sesederhana itu sob. Namun ia memiliki arti yang lebih luas. Sederhananya, hijrah itu artinya pindah, menjauhi atau menghindari. Pertanyaannya, menghindari apa dan pindah kemana?

Hijrah itu perlu tujuan

Si Oni ngerasa ga nyaman kalo buku bukunya tergeletak di ruang tamu berhubung temennya mau dateng kerumah, maka Oni meng-Hijrahkan (baca : memindahkan) bukunya ke kamar. Terus si Oni bilang : Bentar sob! Gue mau Hijrahin buku dulu! ?!#!! Kira kira, gimana reaksi temen si Oni? Hehehe.

Ya itu contoh simpelnya aja.

Yang mau kita bahas disini tentu bukan reaksi temen Oninya, tapi tingkah oni saat menghadapi ketidak nyamanan.
Yang namanya manusia, ia pasti ingin pindah dari kondisi ketidaknyamanan, menjadi nyaman. Dari keterpuukan menuju kesejahteraan. Dan mereka pasti melakukan berbagai macam cara, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya demi tercipta sesuatu yang sesuai dengan dirinya.

Ceritanya, Oni itu manusia. Jelas disana Oni nggak nyaman bukunya tergeletak di ruang tamu maka dia ambil tindakan untuk memindahkan bukuya ke kamar, di meja belajarnya. Tepat? Iya .

Namun bayangkan, gimana kalo Oni malah naruh bukunya di atas kompor atau di toilet? Maka apa yang terjadi? Ya pastilah masalah baru akan kembali terjadi dan Oni harus lelah lelahan mencari tempat, hingga ia menempatkan buku sesuai dengan tempatnya. Begitu pula manusia yang sedang hidup di dunia. Ketika ia mencari kenyamanan hidup dengan tujuan yang salah, maka ia akan lelah untuk menemukan kenyamanannya.

Jadi yang namanya hijrah itu butuh cara dan tujuan yang hakiki, yang sesuai dengan pribadi kita sebagai seorang muslim. Apalagi masa remaja. Begitu banyaaaak jalan hidup yang ditawarkan kesana dan kemari, lalu kita dituntut untuk memilih. Jalan mana yang kita ambil, tentu haruslah jalan kebenaran.Ingat kembali bahwa kita hidup dari Allah, untuk Allah, dan AKAN KEMBALI kepada Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. Al-Baqarah 2:218).

Hijrahnya para artis, mencari kenyamanan hidup yang hakiki

Teuku wishnu yang berkata : “Lama-lama saya merasa tidak nyaman, saya merasa berdosa. Dari situ saya merindukan suasana saat masih menjadi bocah di Sigli di mana saya merasakan kehidupan yang bahagia, belajar ngaji di meunasah (musala) dan tergabung dalam remaja masjid,” tutur Wisnu sebagaimana dikutip Dream dari situs resmi Walikota Banda Aceh.
Begitu pula dengan Yulia Rachman. Proses hijrahnya begitu berat, namun ia bisa melewati itu semua dengan semangat keislamannya.  Peggy Melati yang meninggalkan bisnis haramnya menjual alkohol untuk berhijrah lalu mengisi kajian-kajian islam. Dan juga Caesar YKS yang kini lebih mendalami islam dan istrinya yang mulai memakai cadar.

Hijrah yuk!

Bagi kaum remaja, nggak usah ribet ribet pengen jadi artis. Kini kita harus kembali ke dunia Islam. Sudah saatnya remaja pun ikut berkontribusi untuk kebangkitan ummat dan meraih kemenangan yang hakiki.

Temukanlah hijrahmu yang hakiki yang akan menetramkan jiwa. Yakni hijarah kepada Islam yang kaffah. Mulailah dengan sering ikut kegiatan-kegiatan Islam, yang akan membuka pemikiranmu mengenai kehidupan. Kamu juga akan mendapatkan banyak sahabat yang soleh/solehah yang jug asedang berupaya mencari jati diri dan kebahagiaan hakuku. Yuk, berhijrah! Jangan sampe menyesal, tau-tau malaikat Izrofil keburu datang. Wallahu’alam.

Sahabatmu,
Yasri Husaironi M.
Jatinangor-Sumedang

 

0 Komentar