Sekolah Pemimpin Hidayatullah Gelar Pelatihan Jurnalistik Islam

Jumat, 08 Mei 2015 - 12:51 WIB | Dilihat : 2723
 Sekolah Pemimpin Hidayatullah Gelar Pelatihan Jurnalistik Islam Pelatihan Jurnalistik Sekolah Pemimpin Hidayatullah Depok.

Tepat dihari pendidikan nasional siswa sekolah pemimpin menggelar pelatihan jurnalistik Islam dengan tajuk “Membangun Kreatifitas Pelajar Dalam Dunia Tulis Menulis,” bertempat di Pondok Pesantrem Hidayatullah Depok, Sabtu (2/5).

Sekolah Pemimpin yang merupakan sekolah boarding school berbasis Tahfizul Qur’an gratis bagi yatim dan dhuafa besutan Baitul Maal Hidayatullah dalam gelaran tersebut menghadirkan  Pimret Hidayatullah Media dan Pimred Majalah Mulia.

Dalam paparannya, Pimred Hidayatullah Media, Mahladi mendorong para santri yang nota-bene masih remaja untuk benar-benar mencintai kegiatan menulis. Karena berperang dengan senjata pena memiliki dampak yang luar biasa terhadap perubahan.

“Kalau kita perang dengan senjata, satu peluru hanya bisa membunuh satu kepala. Tetapi dengan pena, kita bisa mempengaruhi jutaan otak manusia,” ungkapnya.

Namun demikian, Mahladi menekankan akan pentingnya jurnalis Mulsim mengerti tata cara dan etika dalam menulis.“Islam itu tidak mengajarkan umatnya berkata kasar, apalagi menulis dengan tidak lembut dan tidak berdasar. Jurnalis Muslim harus benar-benar mampu bertanggung jawab dengan isi tulisannya,” paparnya.

“Bahkan, secara etika, mesti disadari bahwa etika jurnalis Muslim jauh lebih berat dibanding etika jurnalis umum. Jurnalis Muslim tidak boleh mengangkat berita bernada ghibah atau fitnah,” imbuhnya.

Sementara itu, Imam Nawawi menekankan pentingnya generasi muda menikmati kegiatan menulis. “Kalau ada ungkapan bahwa menulis itu sulit, bangun saja persepsi dalam diri bahwa menulis itu lezat, enak dan nikmat, sehingga ketika hendak menulis, bukan beban yang pertama muncul dalam diri kita, tetapi ketertarikan yang tinggi,” ungkap Pimred Majalah Mulia.

Harapannya, setelah training ini Sekolah Pemimpin yang berlokasi di Pesantren Hidayatullah Depok bisa mewujudkannya dalam  bentuk mading yang lebih semarak, bahkan dalam bentuk buletin sekolah.

rep: Hermanto

1 Komentar