Kasus Aliran Sesat Gafatar di Aceh akan Disidangkan

Kamis, 02 April 2015 - 17:43 WIB | Dilihat : 4989
Kasus Aliran Sesat Gafatar di Aceh akan Disidangkan Logo Gafatar

Banda Aceh (SI Online) - Enam tersangka kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh akan disidang di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh pada Selasa 7 April 2015.

Humas PN Banda Aceh, Makaroda Hafat, Rabu (1/4/2015) mengatakan, pihaknya menerima berkas perkara keenam tersangka dari Kajaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, Kamis 26 Maret 2015. Keenam tersangka adalah Ridha Hidayat, Fuadi Mardhatillah, T Abdul Fatah, M Althaf Mauliyul Islam, Musliadi, dan Ayu Ariestyana.

Menurut Makaroda, keenam tersangka dinyatakan melanggar Pasal 156a huruf a KUHP tentang penodaan agama dengan hukuman paling lama lima tahun.

Pasal tersebut menyebutkan, “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia, b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Seperti diberitakan, kasus ini bermula ketika warga Lamgapang, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, bereaksi keras atas kehadiran Gafatar Aceh. Puluhan warga setempat bersama sejumlah aparat Polsek Krueng Barona Jaya, Rabu 7 Januari 2015 menggerebek Kantor Gafatar yang baru sebulan dibuka di gampong itu, karena stafnya diduga menganut dan menyebarkan aliran sesat.

Setelah sempat diproses, pada Minggu 8 Maret 2015 Polresta Banda Aceh menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada Kejari Banda Aceh. Selanjutnya, pada Kamis 26 Maret 2015, Kejari Banda Aceh melimpahkan berkas perkara keenam tersangka penistaan agama tersebut ke Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Sebelumnya, 22 Januari 2015 lalu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah mengeluarkan fatwa sesat untuk Gafatar. Kelompok tersebut meyakini pimpinannya Ahmad Musadeq sebagai pembawa risalah.

red: adhila
sumber: serambi

0 Komentar