Menghadapi Ayah yang Zalim dan tak Bertanggung Jawab

Ilustrasi

Diasuh oleh:
Bune Sukma Prawitasari, S.Psi, M.Psi., Psikolog
Dosen Output Character Building UII Yogyakarta
Pimpinan EePyC Consultant (Education & Empowerment Psychology Centre)
Pertanyaan dikirimkan ke e-mail: [email protected]

Assalamualaikum wr wb
. Bune, saya anak sulung dari lima bersaudara yang sedang kuliah di semester 7 awal dan sambil bekerja, usia saya 23 tahun. Adik yang kedua laki-laki sedang kuliah sambil kerja, yang ketiga dan keempat kembar cewek tamat SMA setahun kemarin dan kerja cleaning service di pabrik, senmentara yang kelima kelas 3 SMP.

Ayah saya dari kami kecil tidak mau bekerja, jadi semua kebutuhan ibu yang cari dulu. Kami berlima sekolah biayanya cari sendiri. Mulai 2011 hingga sekarang saya jadi tulang punggung keluarga dengan penghasilan minimal 4 juta sebagai operator timbangan pabrik kelapa sawit.

Sebelum puasa, ayah ada bilang ada orang mau jual kebun 1 hektar jadi dia minta rumah itu disertifikat untuk digadaikan di bank untuk beli kebun, setelah digadaikan uangnya kurang jadi saya tambah 20 juta agar dia bisa bekerja di situ. Ternyata ayah telah membohongi kami sekeluarga kalau uang itu untuk beli kebun rupanya ia habiskan dengan berselingkuh sama janda yang namanya Lola dan mabuk-mabukan. Malahan ia nya tidak malu telpon mesra-mesraan di depan ibu dan kami.

Ibu dan kami marah padanya tapi ia makin menjadi-jadi, semua yang bisa dijual, dijualnya serta BPKB motor saya, adik dan dia digadaikannya padahal itu motor semua saya dan adik beli termasuk motor dia juga.

Mulai kemarin adik yang kembar ke Pekan Baru untuk kuliah sambil kerja dan sebenarnya ia tidak tahan kalau di rumah dimintain duit terus oleh ayah. Ayah juga ancam apabila saya tidak kasih gaji saya padanya ia akan buat onar di tempat saya kerja agar saya diberhentikan

Kelakuan ayah saya sebenarnya bukan kali ini saja tapi sudah banyak kali dan ibu tetap sabar karena kami dulu masih kecil tapi yang kali ini yang paling parah ayah dari dulu memperlakukan ibu dan kami seperti budak yang apabila ada uang harus kasih padanya.

Tapi di balik cobaan ini saya malah mulai shalat lagi, tapi saya sekarang tidak tahu apa yang harus saya lakukan? Apakah kami harus meninggalkannya tapi studi dan kerja akan bermasah? Mohon bantuan petunjuknya bu! Terima kasih

Wasalamualaikum wr wb

 


Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Bune turut berempati atas kasus dalam keluargamu
Saran Bune, bujuk Ibu untuk tidak pertahankan rumah tangganya.

Ayahmu sudah melalaikan untuk nafkah,
Dan berzina dengan berselingkuh.
Ayahmu memanfaatkan anak-anaknya.

Bila ancaman Ayahmu serius, baiknya kamu jujur ke atasan bahwa ada kondisi ini, dan maaf bila tiba-tiba ayah membuat keributan.

Bila ibu masih tetap mau mempertahankan rumah tangganya, maka lebih baik kamu dan adik-adikmu merantau,
menjauh dari rumah.

Bila ibu memutuskan bercerai, maka tinggallah dengan ibu dan support mental ibu. Bahu-membahu membangun keluarga yang baik.

Terakhir dan paling urgen,
Tingkatkan hubunganmu dengan Allah Swt.
Perbanyak doa,
Berkumpul dengan oreng saleh.
Ajak pula ibu dan adikmu untuk  tingkatkan ibadah.

Kalau dengan demikian ayah berubah, beri dia kesempatan dan beri tenggang waktu 3-4 bulan
untuk melihat kesungguhannya.

Salam, dan semoga sukses!

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar