Ingin Jadi Orang yang Ikhlas

Minggu, 21 September 2014 - 12:10 WIB | Dilihat : 3132
Ingin Jadi Orang yang Ikhlas Ilustrasi

Diasuh oleh:
Bune Sukma Prawitasari, S.Psi, M.Psi., Psikolog
Dosen Output Character Building UII Yogyakarta
Pimpinan EePyC Consultant (Education & Empowerment Psychology Centre)
Pertanyaan dikirimkan ke e-mail: [email protected]



Assalamualaikum. Bune, menurut Bune hidup sebuah pilihan bukan?? Bune, bagaimana caranya agar bisa jadi orang yang ikhlas? Saya selalu ingin menjadi hamba Allah yang ikhlas bune, tapi terkadang di tengah pembelajaran saya lelah dengan keadaan lalu harus bagaimana Bune ? Mohon sarannya. Wassalamualaikum

Poet, Magelang



Waalaikumsalam warahmatullah


Nak, ikhlas itu memang terkadang naik turun. Kita kan bukan malaikat/setan yang stabil dalam kebaikan/tipu daya. Maka kalau ikhlas lagi turun, segera sadarkan diri, istighfar...lalu kembali berusaha naikkan.
Kalau lelah saat pembelajaran/menuntut ilmu, ya istirahat.
Kita pun bukan robot. Kita butuh lepas penat. Dengan hobi kita, dengan keluar sejenak...dll
Intinya, keseimbangan dalam hidup, nak.

Kewajiban dunia akhirat tercapai, dan faktor manusiawimu juga terpenuhi.
Rasulullah mencontohkan keseimbangan kepada kita semua.
Beliau berdakwah, sebagai kewajiban Muslim.
Berdagang, sebagai kewajiban kepala keluarga mencari nafkah. 
Beliau bersendau gurau dengan anak dan cucunya,
Beliau melihat hiburan (musik /alat pukul) yang disajikan kepadanya.
Beliau lomba lari dengan istrinya Aisyah yang sempat gak ‘PD’ dengan berat tubuhnya.
Beliau menegakkan hukum kepada warga Madinah
Beliau juga istirahat saat sakit (tidak paksakan diri )

Maka, kita teladani keseimbangan yang Beliau contohkan, ya.

1 Komentar