Benci kepada Tante yang Berselingkuh dengan Ayah

Minggu, 14 September 2014 - 20:47 WIB | Dilihat : 6214
Benci kepada Tante yang Berselingkuh dengan Ayah Ilustrasi

Diasuh oleh:
Bune Sukma Prawitasari, S.Psi, M.Psi., Psikolog
Dosen Output Character Building UII Yogyakarta
Pimpinan EePyC Consultant (Education & Empowerment Psychology Centre)
Pertanyaan dikirimkan ke e-mail: [email protected]


Assalamualaikum. Saya punya ayah. Ayah saya sudah jadi duda karena ditinggal ibu waktu aku masih kecil. Ibu meninggal karena sering disakitin oleh ayah.  Ayah saya selingkuh sama tante saya sendiri (Tante adalah adik kandungnya ibu). Setelah tahu bahwa ayah saya dan tante selingkuh, ibu penyakitnya tambah parah karena ibu punya penyakit jantung, setelah kematian ibu saya membenci tante.

Sekarang ayah saya sudah duda dan sekarang ayah mau menikah dengan tante. Tapi saya masih benci sama tante karena masa lalu itu .. ! Trus saya harus gimana ? Nenek dan aku beda pendapat. Nenek meminta ayah dan tante segera menikah, makanya aku benci semua orang ....

Saya udah menyetujui ayah nikah sama tante. Tapi jika aku sudah lulus tahun depan. Apakah pilihan saya benar ?
Saya masih ingat  Ibu menulis surat saat ibu akan meninggal katanya dendamnya akan dibawa di alam kubur. Apakah pilihan saya itu betul Bune? Saya takut jika kejadian nikah itu akan terjadi ibu saya sedih disana ...
Sebenarnya, jika tidak ingat ibu saya merasa nyaman sama tante. Meskipun ia sering nyakitin ibu ..


Endra-Pekalongan


Wa'alaikumsalam Warahmatullah


Endra...rasa benci, asalkan karena Allah...itu boleh.
Karena selingkuh adalah hal yang dibenci Allah, maka kebencianmu itu diperbolehkan.

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ اْلإِيْمَانَ. (رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن).

“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Ada dua pilihan untukmu:
Tetap benci seumur hidup, tapi konsekuensinya kamu akan capek atau mencoba berdamai dengan kondisi masa lalu tersebut.
Artinya, kamu gak melupakan kesalahan mereka.

Kamu sudah membuat keputusan ayah boleh nikah habis kamu lulus, artinya kita membicarakan konsekuensi dari ucapanmu. Daripada zina, memang lebih baik mereka menikah. Soal surat ibumu, seorang yang sudah meninggal, urusannya dengan dunia sudah terputus. Jadi, gak ada istilah arwah ikut sedih/bahagia.

Tentang perlakuan ayahmu kepada ibumu, itu akan diselesaikan oleh ayah dan ibu kelak pas kiamat di depan Allah Swt langsung. Kenapa? karena ibu tidak mengikhlaskan perbuatan ayah. Maka dalam Islam, sesuatu yang belum di ikhlaskan, itu akan dipertemukan oleh Allah Swt keduanya dalam persidangan. Biarlah Allah yang putuskan sebaik-baiknya hukum.

Tata kembali hatimu.
Fokus ke studi dan kelulusanmu.
Fokus menjadi Muslimah yg sholihah dan akan menjadi contoh / teladan di keluargamu.
Perbanyak ibadah, berkumpul dengan kawan yang positif.
Sukses selalu untukmu, nak.

0 Komentar