Fos Armi Tolak Kriminalisasi Ulama dan Pembubaran Ormas Islam

14 Mei 22:39 | Dilihat : 447
Fos Armi Tolak Kriminalisasi Ulama dan Pembubaran Ormas Islam Logo Fos Armi

Bogor (SI Online) - Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim, sudah seyogianya akan banyak organisasi massa yang berazaskan atau bernafaskan Islam. Dan sudah menjadi suatu keniscayaan suara penegakan syariat Islam akan banyak digaungkan.

Indonesia juga merupakan negara yang menjamin kebebasan berpendapat dan berkumpul atau berserikat kepada setiap warganya, dan bahkan sudah disahkan dalam bentuk undang-undang. Lalu apakah ada yang salah jika ada kelompok atau organisasi yang menyuarakan pendapatnya supaya Indonesia menegakkan syariat Islam untuk setiap pemeluknya.

Oleh karena itu, terkait masalah pembubaran ormas Islam khususnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang saat ini sedang diupayakan untuk dibubarkan, sejumlah pemuda dari gerakan Fos Armi (Forum Silaturahmi antar Pemuda Muslim) menolak dengan tegas upaya tersebut.

"Fos Armi menolak dengan tegas pembubaran ormas islam manapun jika tidak terbukti meresahkan dan mengganggu kedamaian NKRI," ujar ketua Fos Armi, Deni Rahman melalui pernyataan sikapnya yang diterima Suara Islam Online, Ahad (14/5/2017)

Fos Armi juga menilai, langkah pembubaran yang disampaikan Menkopolhukam (Wiranto) tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan diatur oleh UUD Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Menurut Fos Armi, ormas yang layak dibubarkan adalah yang nyata nyata telah terbukti mengkhianati NKRI dengan korupsi, kolusi nepotisme dan mengadu domba antar pemeluk agama di negara tercinta Indonesia.

Selain masalah pembubaran ormas Islam, Fos Armi juga menolak adanya kriminalisasi terhadap ulama. "Bebaskan para ulama umat Islam yang ditahan jika memang tidak terbukti melakukan kesalahan. Hentikan kriminalisasi para ulama," kata Deni.

Selain itu, pihaknya juga menyerukan penegakkan hukum yang seadil-adilnya kepada penista agama dan simbol simbol agama.

"Dan Fos Armi mengimbau kepada seluruh umat islam untuk senantiasa menjaga ukhuwah menjalin silaturahmi serta bersama sama dalam perjuangan ini," tandasnya.

red: adhila

0 Komentar