Imbauan MUI Bogor untuk Umat Islam tentang Festival Cap Go Meh

10 Februari 06:32 | Dilihat : 1836
Imbauan MUI Bogor untuk Umat Islam tentang Festival Cap Go Meh Perayaan cap go meh di Bogor
 
بسم الله الرحمن الرحيم 
 
Menurut informasi yang sudah di publish oleh penyelenggara via umbul-umbul, hari Sabtu, 11 Pebruari 2017 pekan ini di Bogor akan ada kegiatan “BOGOR STREET FESTIVAL CAP GO MEH” yang akan dilaksanakan mulai sekitar pukul 13.00 – 24.00.
 
Sudah menjadi kebiasaan yang tidak disadari, bahwa rangkaian perayaan “Cap Go Meh” seperti itu biasanya banyak dihadiri pula oleh warga Bogor yang beragama Islam. Entah karena latah, atau karena tidak tahu, atau karena ada sesuatu keuntungan materi yang didapatkan pada saat ikut hadir dalam rangkaian perayaan itu.  Sehingga, banyak diantara umat Islam yang hadir dan mengikuti rangkaian perayaan itu, rela meninggalkan kewajiban agamanya, untuk tidak melaksanakan sholat dzuhur, sholat ashar, sholat maghrib bahkan mungkin meninggalkan sholat Isya.
 
MITOS TAHUN BARU IMLEK
 
Perayaan “Cap Go Meh” terkait erat dengan perayaan tahun baru Imlek bagi etnis China atau Tiong Hoa. Yang mana, system penanggalan China atau tahun Baru Imlek ini menggunakan berbagai elemen yang dipadukan secara komprehensip seperti Matahari, Bulan, Rasi Bintang/Shio, Musim, 5 unsur alam dan energy. Berdasarkan cerita legenda kuno, tahun baru china dirayakan awal mulanya ketika orang China berhasil mengalahkan Dewa Mitos yang disebut Nian yang berarti Tuhan dalam bahasa China. Makhluk Nian ini selalu muncul pada hari pertama tahun baru dan kedatangan Nian ini untuk memangsa korban berupa hewan ternak, merusak hasil pertanian, dan bahkan memangsa penduduk, terutama anak-anak.
 
Untuk bisa selamat dari petaka kemurkaan Nian, masyarakat China akan menaruh sesajen di depan pintu rumah-rumah mereka pada hari pertama tahun baru sampai hari ke lima belas, dengan keyakinan bahwa jika berbagai makanan ini dimakan oleh Nian, maka Nian tidak akan lagi menyerang dan memangsa warga.  Suatu ketika, ada seorang warga yang mengintip dan melihat dewa Nian ketakutan dan lari menghindar dari seorang anak yang memakai kostum serba merah.  Semenjak itu, setiap menjelang tahun baru Imlek penduduk selalu menggantungkan lentera berwarna merah, dan asesoris rumah-rumah mereka yang dominan berwarna serba merah. Selain itu masyarakat China kuno juga menyulut berbagai petasan untuk mengusir dan menakut-nakuti dewa Nian.
 
Terlepas dari mitos ini,  perayaan ini biasanya dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 menurut penanggalan Imlek dan berakhir pada hari ke-15 atau tanggal 15 (Cap Go Meh) bulan pertama tahun Imlek mereka.  Rangkaian acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada dewa Thian dan perayaan Cap Go Meh (tanggal 15).  Selain itu, ciri khas perayaan Imlek dan Cap go Meh ini adalah adanya ornament-ornamen rumah berwarna serba merah, persembahan kue keranjang, angpao, lentera, petasan/mercon dan parade/pawai barongsai. (disadur dari berbagai sumber oleh ech-wan 21 Jan 2009 dengan referensi Wikipedia: Chinese New Year.  Wikipedia: Chinese Zodiak, Wikipedia : Chinese Astrologi, Wikipedia: ImlekPicture Xinhua)
 
Dari sebagian penelusuran sejarah di atas ditemukan bahwa rangkain kegiatan Imlek dan Cap Go Meh tersebut merupakan adat istiadat dan akulturasi kebudayaan yang bersumber dari berbagai mitos keyakinan dan kepercayaan yang di anut oleh bangsa China kuno, dan jika dibandingkan atau ditinjau dari aspek aqidah Islam, perayaan tersebut apabila “diikuti oleh umat Islam sangat membahayakan aqidah umat Islam” mengingat aqidah agama Islam  itu berdasarkan “Ketuhanan Yang Maha Esa” atau dengan istilah Islam adalah “Aqidah Tauhid”. Mengapa membahayakan aqidah umat Islam yang mengikutinya? Karena, rangkaian acara Cap Go Meh tersebut tarhadap aqidah Islam banyak mengandung kesyirikan atau mempersekutukan Allah, yaitu “Tuhan Yang Maha Esa”.
 
Oleh karena itu, jika ada para pemuda Islam atau umat Islam yang ikut-ikutan merayakannya, berarti secara tidak mereka sadari akan terjerumus dalam perilaku kemusyrikan dan terjebak dalam kemurtadan dari Islam tanpa disadarinya. Oleh sebab itulah para ulama mengingatkannya.  Hal ini dinyatakan oleh Allah berikut ini;
 
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati (mengikuti) orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang kepada kekafiran, lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. (Ali Imran (3):149)
 
TOLERANSI BERAGAMA
 
Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Umat Islam atau kaum muslimin, wajib menjunjung nilai-nilai bertoleransi terhadap kepercayaan dan agama yang dianut oleh orang di luar Islam. Artinya harus menghormati dan tidak boleh melarang orang di luar Islam untuk melaksanakan Ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing tersebut dengan berbagai ritual yang berkaitan dengannya, sepanjang hal tersebut tidak mengganggu atau tidak merusak ajaran agama Islam dan keyakinan kaum muslimin. Umat Islam juga tidak boleh mencampuri, mengikuti dan terlibat dalam peribadatan dan perayaan agama mereka. Jika umat Islam telah mencampuri, terlibat dan bahkan mengikuti ibadah maupun perayaan agama mereka, berarti umat Islam tersebut telah merusak aqidahnya sendiri.  
 
Oleh karena itulah imbauan ini dikeluarkan oleh pengurus MUI Kota Bogor untuk menjadi panduan atau guidance bagi warga muslim di Bogor pada umumnya, agar waspada dan tetap istiqomah dalam keimanannya, dan agar tidak terjerumus dalam pemurtadan yang tanpa disadari. 
 
DASAR IMBAUAN
 
Firman Allah Subhaqnahu wa Ta’ala:
 
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. [Al Baqarah (2):42]
 
Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata oleh mereka kebenaran (kamu). Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka (maksudnya, jangan ikuti kemauan dan budaya-budaya kebiasaan mereka) sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al Baqarah (2):109]
 
Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (budaya yang lain) [Maksudnya: janganlah kamu mengikuti kebiasaan agama-agama dan kepercayaan yang lain dari Islam], karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. [Al An’am (6):153]
 
Rasulullah s.a.w bersabda, “Aku khawatir kalian akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, seehingga walaupun mereka masuk lubang biawak pun kalian ikut memasukinya juga.  Para sahabat bertanya, “Siapa mereka Ya, Rasulullah? Beliau menjawab : “ Orang-orang Yahudi dan Nasrani”. (HR. al Bukhori)
 
Ayat-ayat Allah dan pesan Rasulullah s.a.w di atas menjadi panduan bagi kaum muslimin agar berhati-hati dan tetap konsisten dengan meyakini dan menjaga keimanannya, dari berbagai bentuk budaya yang dapat menyesatkannya dari ajaran agama yang diridhoi Allah.  Allah telah menyatakan dalam firman-Nya.
 
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [Ali Imran (3):19]
 
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. [Ali Imran (3):85]
 
ISI IMBAUAN MUI KOTA BOGOR
 
Berdasarkan rapat pengurus harian MUI Kota Bogor dan beberapa pengurus Komisi, yang juga dihadiri beberapa perwakilan ormas dan wartawan pada hari Selasa, 07 Pebruari 2017 dari pukul 10.00 – selesai, dan atas berbagai masukan dari warga masyarakat, partimbangan kerukunan antar umat beragama dan pengkajian firman-firman Allah dan sunnah Rasulullah s.a.w yang menjadi panduan dalam menegakkan ajaran agama Islam, maka pengurus MUI Kota Bogor mengeluarkan imbauan resmi ini, yang berisi:
 
Imbauan ini hanya ditujukan untuk internal umat Islam, warga Muslim Bogor.
 
Pengurus MUI Kota Bogor mengimbau kepada kaum muslimin warga Bogor pada umumnya, apapun kedudukan, pangkat dan jabatannya, agar tidak terlibat langsung dan ikut merayakan atau menghadiri perayaan agama di luar islam tersebut, karena sesungguhnya hal itu sangat membahayakan keimanan dan aqidahnya sebagai muslim.
 
Agar tetap menghormati dan menjaga toleransi beragama, dengan pengertian toleransi yang benar yakni tidak mencampur adukkan keyakinan agama islam dengan agama lainnya.
 
Apabila karena terpaksa ikut hadir dengan alasan apapun, maka pada waktu shalat telah tiba, jangan sampai meninggalkan kewajibannya sebagai muslim yakni melaksanakan sholat 5 waktu tepat pada waktunya dan dilakukan dengan berjamaah (bersama-sama).
 
Kepada panitia penyelenggara dan pemerintah kota Bogor yang mungkin ikut memfasilitasi terselenggaranya kegiatan Bogor Street Festival Cap Go Meh tersebut, agar setiap memasuki waktu-waktu shalat bagi kaum muslimin, panitia dengan tegas memberikan instruksi kepada yang lain untuk menghentikan sejenak kegiatannya atau memberikan waktu kepada warga muslim melaksanakan shalat sesuai dengan waktunya, dengan menyediakan fasilitas air wudhu yang memadai dan tempat shalat yang representative.
 
Kepada kaum muslimin yang lain, diharapkan tetap menjaga ketertiban, keamanan dan kedamaian, dengan mengutamakan akhlak yang baik, dan tidak ikut-ikutan menyerupai kebudayaan agama lain sebagaimana yang diajarkan dalam Islam, sebagai mana Rasulullah saw telah bersabda yang artinya:  
 
“Barangsiapa meniru-niru atau menyerupai suatu kaum, maka mereka termasuk kaum itu”.
 
''Tidak semua yang kita anggap baik dan kita senangi itu bagus dan bermanfaat untuk kita, bahkan bisa jadi membahayakan dan merugikan kita; sebagaimana Allah telah berfirman yang artinya:
 
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al Baqarah (2):216)  Wallohu a’lam. 
 
Demikian imbauan ini disampaikan dan disebarluaskan untuk diketahui, dipahami dan dijadikan panduan dalam mempertahankan keimanan dan ibadah kita. semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar dan diridhoi-Nya, serta melindungi kita dari segala tipu daya syetan dan bala tentaranya, baik yang dari golongan jin maupun yang dari golongan manusia. Aamiin.
 
Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami, dan segala puji hanya milikMu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepadaMu dan aku bertaubat kepadaMu.
0 Komentar