JAS: Jangan Pilih Pemimpin Kafir

Senin, 03 Oktober 2016 - 16:11 WIB | Dilihat : 1820
 JAS: Jangan Pilih Pemimpin Kafir Peserta Mukernas JAS di Bekasi, Jabar.

 

Jakarta (SI Online) - Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) telah usai menggelar musyawarah kerja nasional. Mukernas JAS 1438-1440 H bertema “Membangun Kemauan dan Kemampuan Jamaah yang Handal dan Kompetitif Dalam Memperjuangkan Syariat Islam” ini dilaksanakan di Islamic Center, Bekasi, Jawa Barat, 1-2 Oktober kemarin. 
 
Salah satu hasil dari Mukernas JAS adalah mengenai larangan bagi umat Islam untuk memilih pemimpin kafir. Pernyataan JAS tentang hal ini berdasarkan Alquran Surat Ali Imran ayat 28, An-Niasa’ ayat 144, dan Al Maidah ayat 57. 
 
“Jamaah Ansharusy Syariah melarang seluruh anggotanya dan mengajak seluruh kaum muslimin Indonesia, untuk tidak mengangkat orang kafir menjadi pemimpin atau memilih mereka dalam Pemilu,” ungkap Jurubicara JAS Abdul Rochim Ba’asyir dalam rilisnya kepada Suara Islam Online, Senin (03/10/2016). 
 
Selain itu, JAS secara tegas menolak berbagai kebijakan zalim para pejabat negeri ini, yang menzalimi hak-hak rakyat serta bertindak sewenang-wenang tanpa mempedulikan nilai-nilai perikemanusiaan dan moral.
 
Sebelumnya, JAS berharap dapat menjadi salah satu elemen umat Islam di Indonesia yang berperan dalam gerak nyata di masyarakat demi mengajak dan mengembalikan kehidupan masyarakat Muslim di negeri ini. Bukan hanya berkehidupan yang Islami serta diridhoi Allah Swt saja, namun juga menjadi Masyarakat Muslim yang siap dan sadar akan kewajibannya untuk ikut berupaya memperjuangkan tegaknya nilai-nilai syariat Allah Swt di bumi Indonesia demi mencapai kehidupan di negeri berkah yang “Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafuur”.
 
“Jamaah Ansharusy Syariah membuka pintu selebar-lebarnya untuk bekerjasama dengan berbagai lembaga atau elemen ummat Islam di negeri ini, atas dasar ta’awun alal birri wa taqwa, demi tegaknya izzatul Islam wal muslimin dan tanpa tendensi apapun atau kepentingan pribadi sesaat selagi bentuk kerjasama tersebut sesuai dengan nilai-nilai Syariat Islam,” ungkapnya.
 
Red: shodiq ramadhan
 
0 Komentar