Kiprah IKADI: Melatih Hingga Ngurusi Ekonomi Para Dai

Kamis, 23 Juni 2016 - 09:28 WIB | Dilihat : 1478
Kiprah IKADI: Melatih Hingga Ngurusi Ekonomi Para Dai (Kanan) Ketua Bidang Pendidikan Ikadi Dr KH Abdul Jabbar Majid, MA.

Jakarta (SI Online) - Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) adalah salah satu ormas Islam yang mengkhususkan diri dalam aktifitas dakwah dan pendidikan. Organisasi yang dipimpin Prof Dr KH Achmad Satori Ismail ini berdiri sejak 12 Juli 2002 silam. 

“Ikadi didirikan sebagai wadah para dai supaya efektif dalam menyampaikan dakwah kepada umat. Supaya misi Islam rahmatan lil alamin bisa sampai ke masyarakat,” ungkap salah satu pendiri Ikadi Dr KH Abdul Jabbar Majid, MA, saat berbincang dengan sejumlah media Islam, Selasa malam (21/06/2016) di Wisma Ikadi, Bambu Apus, Jakarta Timur. 
 
Ustaz Abdul Jabbar pun menceritakan secara global kiprah Ikadi sejak berdiri hingga kini. Kebetulan, pada awal tahun ini Ikadi juga telah menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan mempercayakan kepengurusan kepada Kyai Achmad Satori lagi. “Bulan depan, usai Idul Fitri kita akan rapat kerja,” ungkapnya. 
 
Dengan aktivitas inti di bidang dakwah, Ustaz Abdul Jabbar mengungkapkan kini Ikadi akan segera memiliki stasiun radio sendiri. “Kita mencoba membuat radio. Izin masih di Provinsi,” ungkapnya. 
 
Untuk penerbitan buku-buku dakwah, Ikadi sudah lama melakukannya. Baik buku-buku terjemahan maupun hasil karya para dai Ikadi sendiri. 
 
Sementara untuk pelatihan-pelatihan dai, Ikadi terus membuat pendidikan-pendidikan kader dakwah, khatib dan dai muda. Selain melatih secara langsung, Ikadi menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah seperti Pemprov Bengkulu, Sumatera Barat, dan lainnya. 
 
“Untuk program Duta Bangsa kita kerja sama dengan Kementerian Pendidikan,” ungkap doktor alumni Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir itu. 
 
Uniknya, Ikadi tidak hanya melatih para dai. Tetapi juga berupaya membuat para dai mandiri dalam bidang ekonomi. “Agar dai tidak membebani umat,” kata Ustaz yang kini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat itu. 
 
Sebagai percobaan, Ikadi kini memiliki kebun kelapa sawit seluas 100 hektar di Riau. Lahan itu merupakan gabungan investasi dari para dai Ikadi. Rata-rata pada dai memiliki 1-2 hektare. “Sekarang baru tahun kedua. Nanti kalau sudah berbuah kita kembangkan lagi,” katanya. 
 
Selain itu, untuk memberdayakan ekonomi para dai, Ikadi juga merintis pembentukan Koperasi Syariah Da’i Indonesia (Kopsaydi). 
 
Ikadi, kini juga memiliki sejumlah program unggulan. Di antaranya Majelis Alquran Ikadi, yang digelar di berbagai kota. “Terbesar yang hadir di Kediri dan kedua di Kalimantan Barat. Bisa 4-5 ribu orang yang hadir,” ungkap Ustaz Abdul Jabbar. 
 
Untuk lembaga formal, Ikadi juga memiliki boarding school di Purwakarta. Lembaga yang sama akan dikembangkan pula di Purwokerto dan Papua. 
 
Red: shodiq ramadhan
0 Komentar