Pernyataan Sikap GUIB Jatim Atas Tragedi Idul Fitri Berdarah di Tolikara

Minggu, 19 Juli 2015 - 11:04 WIB | Dilihat : 8421
Pernyataan Sikap GUIB Jatim Atas Tragedi Idul Fitri Berdarah di Tolikara Pembakaran Masjid di Tolikara, Papua, Jumat pagi (17/07) dan surat edaran GIDI yang melarang umat Islam beribadah.
 
Pernyataan Sikap
Tragedi Idul Fitri Berdarah Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua
 
 
 
Menyikapi kasus pembubaran Shalat Idul Fitri yang disertai pengusiran,  penyerangan, pelemparan terhadap jamaah Shalat dan pembakaran terhadap Masjid Baitul Muttaqin oleh Gerombolan Pengacau Keamanan - Gereja Injili di Indonesia (GPK- GIDI) Badan Pekerja Wilayah Toli, maka Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur (GUIB Jatim), lembaga dibawah naungan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI Jatim) yang  beranggotakan ormas-ormas Islam di Jawa Timur mengadakan pertemuan terbatas membahas persoalan tersebut diatas.
 
Untuk mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila dan UUD 1945, dibutuhkan iklim yang kondusif bagi terciptanya keamanan, ketenteraman, kedamaian dan ketertiban masyarakat , oleh karena itu kami menghimbau kepada  Pemerintah dan Instansi terkait agar tegas dalam bertindak untuk menjadikan Gerombolan  Pengacau Keamanan - Gereja Injili di Indonesia (GPK- GIDI) Badan Pekerja Wilayah Tolisebagai pelaku tindak pidana kekerasan berbasis agama dan intoleransi agama dalam rangka mencegah terjadinya konflik di masyarakat, oleh karena itu kami sampaikan beberapa hal  penting sebagai berikut :
 
1. Kami mengutuk keras aksi premanisme atas nama agama yang dilakukan oleh Gerombolan Pengacau Keamanan - Gereja Injili di Indonesia (GPK- GIDI) Badan Pekerja Wilayah Toli yang menyebabkan terjadinya gangguan terhadap keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat yang secara demonstratif menghancurkan Empat Pilar Negara; Pancasil, UUD ’45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI serta menjadi faktor pemicu munculnya konflik SARA.
 
2. Kami menyesalkan terjadinya kasus ini dan berharap agar tidak terulang lagi kasus serupa di kemudian hari, oleh karena itu kami mendesak pemerintah untuk melakukan langkah-langkah produktif dalam rangka mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap Islam dan umat Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
3. Mendesak majelis agama dan para tokoh agama kristen untuk serius mendidik umatnya agar menghargai hukum dan toleransi yang diberikan oleh kaum muslimin, bertanggung jawab atas kekerasan dan kebrutalan yang dilakukan olehumatnya, serta tidak berlepas diri dari tragedi pengusiran, Penyerangan, pelemparan dan pembakaran serta penjarahan yang menimpa umat Islam distrik Karubaga Kabupaten Tolikara Papua-Irian Jaya Indonesia
 
4. Meminta majelis agama dan para tokoh agama Kristen agar menangkap,mengadili dan meminta pertanggung jawaban atas surat provokatifnya, memberi sanksi tegas dan menyerahkan kepada aparat keamanan sebagai aktor intelektual atas tragedi pengusiran, Penyerangan, pelemparan dan pembakaran serta penjarahan yang menimpa umat Islam distrik Karubaga Kabupaten Tolikara Papua-Irian Jaya Indonesia.
 
5. Mendesak pemerintah pusat untuk menegur dengan keras dan melakukan tindakan tegas terhadap terhadap aparatur pemerintah dan pimpinan daerah yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung atas tragedi pengusiran, Penyerangan, pelemparan dan pembakaran serta penjarahan yang menimpa umat Islam distrik Karubaga Kabupaten Tolikara Papua-Irian Jaya Indonesia.
 
6. Pemerintah harus berani dalam menangani kasus yang terjadi tidak hanya pada kejadiannya saja, tetapi faktor penyebab yang menjadi penyulut terjadinya konflik adalah merupakan provokator yang melakukan teror dan kekerasan mental, oleh karena itu harus ditangani secara komprehensif dan ditetapkan sebagai provokator atas tragedi pengusiran, Penyerangan, pelemparan dan pembakaran serta penjarahan yang menimpa umat Islam distrik Karubaga Kabupaten Tolikara Papua-Irian Jaya Indonesia
 
7. Kami mendorong agar Kepolisian melakukan penanganan terhadap kasus tersebut secara obyektif, professional dan proporsional demi terciptanya situasi yang kondusif bagi keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
 
8. Mendesak agar Kepolisian melakukan Proses penegakan hukum dengan baik dan benar, menjunjung tinggi keadilan serta memegang teguh prinsip kesamaan drajat di hadapan hukum serta menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam kasus ini dengan baik dan mengklasifikasikan kejahatan mereka sebagai Extra Ordinary Crime, oleh karena itu penanganannya harus melibatkan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) di daerah.
 
9. Kami menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kemungkinan – kemungkinan adanya upaya untuk memanfaatkan momentum ini dalam rangka untuk merusak atmosfir kehidupanyang kondusif bagi keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
 
10. Pernyataan sikap ini adalah merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam (ORMAS ISLAM) di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari :
 
1. Nahdhatul Ulama (NU) Jawa Timur
2. Muhammadiyah Jawa Timur
3. Hidayatullah Jawa Timur
4. Perhimpunan Al Irsyad Jawa Timur
5. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur
6. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur
7. Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur
8. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur
9. Persatuan Islam (PERSIS) Jawa Timur
10. Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI)
11. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur
12. Al Bayyinat Jawa Timur
13. Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur
14. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur
15. Badan komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jatim
16. Forum Ummat Islam (FUI) Jawa Timur
17. Muslimat Nahdhatul Ulama Jawa Timur
18. Fatayat Nahdhatul Ulama Jawa Timur
19. PW Aisyiyah Jawa timur
20. Nasiatul Aisyiyah Jawa Timur
21. Muslimah Hidayatullah Jawa Timur
22. Syabab Hidayatullah Jawa Timur
23. Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur
24. Keluarga Alumni Masjid Kampus Indonesia (KAMPUSINA)
25. Laskar Pembela Islam (LPI)
26. Front Pemuda Islam (FPIS) Jawa Timur
27. Persyarikatan Da’wah Al Haromain
28. Al Hawariyun Jawa Timur
29. Majelis Dakwah Indonesia (MDI) Jawa Timur
30. Forum Madura Bersatu (FORMABES) Jawa Timur
31. Majelis Dzikir & Dakwah Islam (MADDIA) Jawa Timur
32. Forum Pemuda Sunny Jawa Timur
33. CICS (Center for Indonesian Community Studies)
34. GNPI (Gerakan Nasional Patriat Islam)
35. ORISSA 
36. Laskar Arif Rahman Hakiem
37. Al Irsyad Al Islamiyah
38. Ikatan Da’I Muda Indonesia (IDMI)
39. Muballigh Bulan Bintang Jatim
40. BKSPPI
41. Badan Koordinasi Masjid (BAKORMAS)
42. Ikatan Da’I Indonesia (IKADI)
43. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia 
44. IDIAL Jatim
45. FPPBD Jatim 
46. Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Jatim
47. Front Anti Komunis (FAK) Jawa Timur
48. Forum Ulama Madura ( FUM ) Jawa Timur
49. Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) 
50. Forum Intelektual Indonesia (FII)
51. Forum Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur (FDII)
52. Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur
53. Front Pemuda Madura Indonesia (FPMI) Jawa Timur
54. Gerakan Mahasiswa Peduli Narkotika (GMPN) Jawa Timur
55. Forum Kyai Muda Madura (FORKIM) Jawa Timur
56. Front Anti Aliran Sesat (FAAS) Jawa Timur
57. Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jawa Timur
58. Ikatan Keluarga Besar Alumni Remaja Masjid Al Falah (IKA RMA) Jatim
59. Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU) Jawa Timur
60. Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Jawa Timur
61. Darussyifa’ Asshomadiyah Jawa Timur
62. Sarikat Islam (SI) Jawa Timur
 
Surabaya, 1 Syawal 1436 H
17 Juli 2015 M
 
Koordinator GUIB Jatim
Ketua                         Sekretaris 
 
 
Drs.H. Abdurrachman Azis, Msi Mochammad Yunus, SIP, M.Pd.I

Mengetahui
Dewan Pimpinan MUI Jatim
Ketua Umum                 Sekretaris Umum 
 
KH. Abdusshomad Buchori H. Imam Tabroni,MM

 

 

0 Komentar