Puasa Ramadhan Latih Diri dari Perkara yang Diharamkan

Minggu, 05 Juni 2016 - 15:43 WIB | Dilihat : 843
Puasa Ramadhan Latih Diri dari Perkara yang Diharamkan Sekjen MUI Dr H Anwar Abbas


Jakarta (SI Online) - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MU) Anwar Abbas menyampaikan taushiyah khusus untuk umat Islam menyambut datangnya Ramadhan 1437 H.
 
Menurut Anwar, di antara problematika yang dihadapi bangsa dan negara saat ini adalah masalah akhlak. Bentuknya seperti korupsi, pelecehan bahkan pelanggaran seksual,  serta berbagai tindak kriminal yang terasa kian meresahkan. Puasa, kata Abbas, dapat mengajarkan, mendidik serta melatih umat islam untuk menjadi orang yang berakhlakul karimah. 
 
Menurut pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini, puasa merupakan ibadah sirriyah, bersifat rahasia, yang hanya diketahui oleh diri si pelaku itu sendiri, dan Allah semata. 
 
“Berpuasa menahan diri dari makan dan minum yang halal, pada siang hari. Maka tentu harus lebih bisa lagi menahan diri dari yang makruh apalagi yang diharamkan dalam agama,” ungkap Anwar yang juga Pengurus Pusat PP Muhammadiyah ini seperti dikutip Halalmui.org. 
 
Kalau merasa tidak kuat menahan lapar dan dahaga, lanjut Anwar, tentu peluang untuk makan dan minum di rumah sendiri sangat terbuka luas, tanpa diketahui orang lain. Tapi dengan niat yang ikhlas karena Allah semata, kita menjaga nilai-nilai agama ini dengan sepenuh hati. 
 
Maka sebagai aplikasinya, peluang untuk korupsi, manipulasi dan melakukan berbagai pelanggaran lainnya, mungkin sangat terbuka. Namun dengan menginternalisasikan nilai-nilai ibadah puasa, semua itu ditinggalkan. 
 
"Karena kita meyakini, apapun yang diperbuat, niscaya tidak akan bisa lepas dari pengawasan Allah yang Maha Melihat dan Mengetahui. Oleh karenanya, kita harus selalu menjaga akhlak dan perilaku kita, dengan mengikuti dan menaati arahan serta tuntunan Agama-Nya," pungkasnya.
 
red: abu faza
0 Komentar