April Mop, Hari Pembantaian Muslim Spanyol di Tangan Salibis

Rabu, 01 April 2015 - 16:22 WIB | Dilihat : 14210
April Mop, Hari Pembantaian Muslim Spanyol di Tangan Salibis ilustrasi

Beberapa tahun terakhir ini, budaya April Mop ini semakin akrab dengan kehidupan masyarakat kita terutama remaja dan kawula muda yang hidup di daerah perkotaan. Jauh-jauh hari menjelang tanggal 1 April, mereka biasanya sudah sibuk mencari-cari keisengan apa yang akan dilakukan dan siapa orang yang akan dijadikan targetnya. Bahkan tak jarang, modus keisengan yang akan dilakukan dibahas dulu di dalam suatu komunitas. Gilanya, banyak yang merancang keisengan ini dengan keseriusan. Seakan-akan tanggal 1 April adalah hari keisengan yang harus berjalan dengan begitu sempurna dan akurat, zero tolerance bagi kesalahan. Jika berhasil ngisengin sang target, maka yang didapat adalah rasa puas yang menggelora.

Sejak kapan April Mop mulai dikenal di Indonesia? Tidak ada yang tahu pasti dan siapa yang mengimpor budaya ini. Namun mengingat budaya April Mop berasal dari barat, maka tersangka utamanya adalah orang-orang barat yang datang ke Indonesia. Walau tidak sebegitu populer dibandingkan dengan perayaan tahun baru atau hari kasih sayang, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil nanti ada acara televisi, reality show, berjudul April Mop dan yang sebagainya.

Jika sekarang kebanyakan hanya dilakukan oleh kawula muda kota-kota besar, maka bukan mustahil ke depan juga akan dilakukan oleh remaja-remaja yang hidup di kampung dan pedesaan. Apalagi masyarakat kita terkenal sebagai masyarakat latah, yang mudah sekali meniru semua kebudayaan yang berbau barat.

Ironisnya, itu dilakukan tanpa dengan mengkritisinya terdahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau malah sebaliknya. Jujur saja, banyak dari kita yang masih menyimpan rasa rendah diri terhadap orang bule. Sesuatu yang memang pernah dilakukan penjajahan Belanda dalam tempo berabad-abad lamanya, yang menanamkan perasaan rendah diri orang Indonesia, inlander, terhadap superioritas bangsa kulit putih.

Karenanya, April Mop dipercaya akan cepat akrab di masyarakat kita dalam tahun-tahun ke depan. Untuk itu ada baiknya kita memahami dengan benar, apa yang sesungguhnya dimaksud dengan April Mop yang di barat sana dikenal sebagai “The Aprils Fool Days?" Apa latar belakangnya sehingga dirayakan oleh dunia barat sejak dulu? Jika kita sudah memahami April Mop, maka terserah kepada kita masing-masing, apakah masih akan merayakannya atau memilih untuk meninggalkannya seraya menyebarluaskan permahaman yang benar kepada teman-teman kita sendiri. Itu berpulang kepada diri masing-masing.

SEJARAH APRIL MOP


Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April's Mop Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H.

Sebelum  sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya melihat sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.  Sejak dibebaskan Islam pada abad kedelapan Masehi oleh panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Prancis. Prancis selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, Pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tentram seperti berlangsung hampir enam abad lainnya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada disekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan gazwatul fikri [pemikiran dan budaya].

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salibis Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. "Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapakan di pelabuhan. setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan. Maka  bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju dengan kapal-kapal tersebut. Mereka bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluan beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara salib membakari rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedangkan ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari perahu yang dikatakan akan mengangkut mereka dari Spanyol. Kapal-kapal itupun  tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana dengan harus tentara salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis di bunuh dengan kejam. Banjir darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian di peringati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas di bunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab  itu, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya merayakan ulang tahun pembunuhan masal ribuan saudara-saudaranya di Geranada, Spanyol, beberapa abad silam. Nabi Saw bersabda; Barang siapa yang menyerupai satu kaum maka dia termasuk dalam kelompok kaum itu. (hadis riwayat Bahaiqi)

Dari Abdullah amir bin Ash mengatakan Rasullullah Saw bersabda; Barang siapa yang menetap dinegeri kafir janganlah mengikuti festival karnaval dan perayaan hari hari besar dan hari raya mereka maka akan dibangkitkan pada yaumul qiyamah bersama sama dengan orang orang kafir. (hadis riwayat daruqutni)

Wahai saudaraku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini? Setelah mengetahui apa sebenarnya yang melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat tiap 1 April itu? Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita semua. Allahu Ta’ala ‘alamu bishawwab.

Bernard Abdul Jabbar

0 Komentar