Jawaban untuk Penginjil Raja Gukguk: Alquran Kontraditif dalam Penciptaan Alam Semesta?

Selasa, 04 Maret 2014 - 19:23 WIB | Dilihat : 24610
Jawaban untuk Penginjil Raja Gukguk: Alquran Kontraditif dalam Penciptaan Alam Semesta? Galaxy

A. Ahmad Hizbullah MAG
[www.ahmad-hizbullah.com]


Untuk memurtadkan umat Islam, situs Kristenisasi berkedok Islam merilis daftar ayat-ayat Alquran yang dianggap kontradiktif. Salah satu situs yang paling ganas dalam menuduh pertentangan Alquran adalah ####anquran.com.

Dalam artikel berjudul “Kontradiksi, Pertentangan dan Ketidakkonsistenan Alquran,” penulis yang mengaku bernama Jodi L. Parson Raja Gukguk SH mengaku, dirinya merilis puluhan ayat-ayat yang dituduh saling bertentangan, untuk melawan umat Islam yang mengimani kebenaran Alquran secara mutlak:

“Umat Muslim menggunakan cara berpikir yang berputar-putar tak berujung pangkal ketika berurusan dengan Alquran. Umat Muslim telah memutlakkan kebenaran Alqurannya, padahal seharusnya masih memerlukan pembuktian.”

Salah satu ayat Alquran yang dianggap bertentangan oleh Gukguk adalah konsep penciptaan alam dalam enam masa. Gukguk menulis:

“Berapa harikah masa Penciptaan? Bila anda menjumlah hari penciptaan dalam Qs.41:9 (4 hari), Qs.41:10 (2 hari) dan Qs.41 :12 (2 hari), maka total hari Penciptaan adalah 8 hari. Hal ini bertentangan dengan: Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11:7 dan Qs.25:59 jelas menyebutkan bahwa Allah Muslim menciptakan langit dan bumi adalah dalam waktu 6 hari.”

“Berapa harikah masa Penciptaan? Bila anda menjumlah hari penciptaan dalam Qs.41:9 (4 hari), Qs.41:10 (2 hari) dan Qs.41 :12 (2 hari), maka total hari Penciptaan adalah 8 hari. Hal ini bertentangan dengan: Qs.10:3, Qs.7:54, Qs.11:7 dan Qs.25:59 jelas menyebutkan bahwa Allah Muslim menciptakan langit dan bumi adalah dalam waktu 6 hari.”

Menurut Gukguk, surat Fushshilat (41) ayat 9 menyebut bumi diciptakan dalam 2 hari, lalu ayat 10 menceritakan penciptaan gunung dalam 4 hari, kemudian ayat 12 menceritakan bahwa langit diciptakan dalam 2 hari. Sehingga ia beranggapan bahwa jumlah penciptaan alam adalah 2+4+2=8 hari. Maka disimpulkan ayat ini bertentangan dengan surat Yunus 3 yang menyatakan alam semesta diciptakan dalam 6 hari.

Memang benar, Allah SWT menciptakan langit dan bumi dalam enam masa (fii sittati ayyaam). Alquran mengabarkan dengan jelas dalam beberapa ayat:

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia istiwa’ di atas ‘Arasy untuk mengatur segala urusan...” (Qs Yunus 3).

“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa…” (Qs Hud 7).

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy…” (Qs Al-A’raf 54).

“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy…” (Qs Al-Furqan 59).

Surat Fushshilat yang dianggap bertentangan dengan ayat di atas adalah:

“Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam” (ayat 9). “Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya” (ayat 10). “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa...” (ayat 12).

Gukguk memandang Alquran dengan kacamata hitam untuk menutup logika sehat demi mempertahankan asumsi bahwa Alquran adalah kitab yang salah dan tidak memiliki kebenaran sama sekali. Segala cara dilakukan untuk menemukan dan mengada-adakan kesalahan Alquran, termasuk menjungkirbalikkan tata bahasa.

Ketika membaca surat Fushshilat tentang proses penciptaan bumi dan langit, mata Gukguk hanya terpaku pada angka-angka tanpa meneliti redaksional ayat. Karena dalam surat Fushshilat ada angka 2, 4 dan 2, maka secara picik disimpulkan bahwa 2+4+2=8. Lantas disimpulkan bahwa ayat ini menyataan bumi dan langit diciptakan dalam waktu 8 hari. Serta-merta mereka menuduh ayat ini bertentangan dengan surat Yunus yang menceritakan bahwa bumi dan langit diciptakan dalam 6 hari.

Pangkal kesalahan Gukguk adalah kelirumologi bin salah kaprah yang disengaja ketika membaca ayat 9-10. Padahal pemahaman hitungan yang benar dan rasional adalah sebagai berikut:

Ayat 9: Allah menciptakan bumi dalam 2 masa (fii yaumain). Ingat, ayat ini hanya menceritakan penciptaan bumi saja.

Ayat 10: Allah menciptakan bumi, gunung-gunung, makanan dan segala isi bumi dalam 4 masa (fii arba’ati ayyaam). Perhatikan, ayat ini menceritakan masa penciptaan bumi sampai dengan penciptaan segala isinya (gunung, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lain sebagainya). Karena penciptaan bumi sudah disebutkan dalam ayat 9, yaitu dalam 2 masa, berarti penciptaan isi bumi adalah selama dua masa.

Ayat 11-12: Allah menciptakan tujuh langit dalam 2 masa.

Dari ayat 9 dan 10 dapat dipahami bahwa Allah menciptakan bumi selama dua hari, lalu menjadikan gunung dan segala isi bumi juga dalam waktu dua hari. Dengan demikian, ayat 9-12 disimpulkan bahwa masa penciptaan bumi dan langit adalah 2+2+2=6 hari. Ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan surat Yunus.

Ahmad Hassan dalam Tafsir Al-Furqan membuat analogi yang bagus untuk menjelaskan pengertian surat Fushshilat ayat 9 dan 10. Seseorang berkata: “Saya berjalan dari Surabaya ke Semarang dalam dua hari, dan ke Jakarta dalam empat hari. Jadi maksudnya, perjalanan dari Surabaya ke Semarang selama dua hari. Sedangkan perjalanan dari Surabaya ke Jakarta selama 4 hari. Jadi perjalanan dari Semarang ke Jakarta adalah dua hari. Total perjalanan berjumlah empat hari.

Bagi orang-orang yang berakal sehat, objektif dan tidak dihantui kedengkian terhadap kebenaran, maka sangat jelas bahwa tidak ada pertentangan dalam Alquran. Allah sudah menjamin keaslian Alquran dalam firman-Nya:

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran, kalau sekiranya Alquran bukan dari sisi Allah tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya” (Qs. An-Nisa’ 82).
Bila masih menganggap ayat Alquran tentang jumlah masa penciptaan alam kontradiktif, maka Penginjil Gukguk harus sekolah lagi di bangku SD agar tidak menganggap 2+2+2=8.

Kemusykilan Bibel dalam Penciptaan Alam


Seharusnya Penginjil Gukguk tidak perlu mencari-cari kesalahan Alquran untuk menutupi borok-borok Alkitab (Bibel), karena tindakan ini akan gagal total. Karena kemusykilan penciptaan alam justru dikoleksi oleh Bibel yang menyatakan bahwa bumi dan langit diciptakan dalam waktu enam hari:

Hari pertama, Tuhan menciptakan langit dan bumi dalam keadaan kosong dan gelap gulita, lalu menjadikan terang yang memisahkan pagi dan petang. (Kejadian 1:1-5).

Hari kedua, Tuhan menciptakan langit. (Kejadian 1:6-8). Hari ketiga, Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan (Kejadian 1:9-13). Hari keempat, Tuhan menciptakan matahari dan bintang (Kejadian 1:14-19). Hari kelima, Tuhan menciptakan binatang laut dan burung (Kejadian 1:20-23).

Hari keenam, Tuhan menciptakan makhluk hidup, ternak binatang dan Adam, manusia pertama (Kejadian 1:24-31).

Hari ketujuh, Tuhan berhenti dari segala pekerjaan-Nya untuk beristirahat, yang disebut hari Sabat Tuhan dalam istilah teologi (Kejadian 2:2, Keluaran 20:10-11, 31:17, Ulangan 5:14).

“Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat” (Keluaran 31:17)

Kisah penciptaan alam itu bertentangan dengan logika sains:

Pertama,
pada hari pertama Tuhan menciptakan bumi lengkap dengan terangnya sehingga ada siang dan malam. Padahal matahari baru diciptakan pada hari keempat. Bukankah siang dan malam tidak akan ada tanpa adanya matahari? Seharusnya matahari diciptakan terlebih dahulu sebelum penciptaan siang-malam.

Kedua,
kemudian diciptakan tanaman dan pepohonan pada hari yang ketiga. Ini adalah hal yang aneh, dari mana tumbuhan itu hidup tanpa adanya matahari? Bukankah tumbuhan bisa hidup, berfotosintesa dari sinar matahari?

Seharusnya matahari diciptakan terlebih dahulu sebelum penciptaan tumbuh-tumbuhan. []

0 Komentar