Khutbah Iedul Adha 1436 H: Haji dan Iedul Kurban Syiar yang Agung

Rabu, 23 September 2015 - 06:10 WIB | Dilihat : 3344
Khutbah Iedul Adha 1436 H: Haji dan Iedul Kurban Syiar yang Agung Ilustrasi : Jamaah Masjid Istiqlal Jakarta.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuhi 
 
الله اكبر 9 مرات
الله اكبر الله اكبر لااله الاّ الله و الله اكبر الله اكبرولله الحمد.
الحمد لله وفق من شاء من عباده لفعل الخيرات، وتابع لهم مواسم الأعمال الصالحات، وحثهم على اغتنام الباقيات الصالحات، ووعدهم على ذلك وافر الأجر وجزيل الهبات، أحمده سبحانه على نعمه التي لا تعد، وأفضاله التي لا تحد.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
الله أكبر، ما وقف الحجاج بعرفات، الله أكبر ما أفاض الحجاج من عرفة، وذبحوا من القربات، الله أكبر ما رفع المسلمون أيديهم بالدعوات، ولجؤوا إلى فاطر الأرض والسماوات.
وأشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، أعطى فأجزل، وكرم عباده، ومن عليهم وتفضل، وأشهد أن محمداً عبدالله ورسوله، وصفيه وخليله، أخشى الناس لربه، وأزكاهم في سره وجهره، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه والتابعين لهم بإحسان إلى الدين وسلم تسليماً كثيراً، أما بعد:
عباد الله: إن يومكم هذا يوم الحج الأكبر، وهو عيد الأضحى والنحر، يقضي الحجاج فيه كثيراً من مناسك الحج، يرمون الجمرة، وينحرون الهدي، ويحلقون رؤوسهم، ويطوفون بالبيت، ويسعون بين الصفا والمروة، فلذلك سمي يوم الحج الأكبر، ويذبح الناس فيه ضحاياهم تقرباً إلى الله سبحانه، وما عمل ابن آدم في هذا اليوم عملاً أحب إلى الله من إراقة الدم، وهي سنة الخليلين إبراهيم ومحمد - عليهما الصلاة والسلام - فطيبوا بها نفساً.
واعلموا أن الأضحية أفضل من الصدقة بثمنها، لما فيها من إحياء السنة، والأجر العظيم، وموافقة ما يحبه الله سبحانه.
 
Kaum muslimin rahimakumullah, 
 
Pada hari ini 10 Dzulhijjah 1436H kaum muslimin di seluruh dunia sedang merayakan hari raya Idul Adha mengiringi ibadah haji, puncak ibadah dalam syariat Islam setelah jihad fi sabilillah. Pada hari ini  lebih dari dua juta jamaah haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Mina untuk melempar jumrah, setelah kemarin melaksanakan wukuf di Arafah, dan bermalam di Muzdalifah, dalam rangka melaksanakan rangkaian manasik haji. Para jamaah haji mengenakan pakaian ihram yang sama, dan melakukan ucapan dan tindakan ibadah dalam manasik yang sama,   mengucapkan kalimat talbiyah yang sama. Semua itu adalah dalam rangka memenuhi kewajiban yang Allah fardlukan kepada seluruh umat Islam yang mampu, sebagaimana firman-Nya: 
 
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا 

…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah….(QS. Ali Imran 97).
 
الله اكبر لااله الاّ الله و الله اكبر الله اكبرولله الحمد.
 
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Hari ini disebut yaumun nahar (hari berkurban) sebab para jamaah haji menyembelih hewan-hewan kurban mereka. Mereka diminta menyembelih kurban sebagai satu syi’ar sebagai umat Islam, sebagai hamba Allah, dengan menyebut asma Allah ketika menyembelih hewan kurban. Allah Swt  berfirman tentang kedatangan para jamaah haji di tanah haram: 
 
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِير

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al Hajj 28).
 
Demikian juga kita dan umat Islam di seluruh penjuru dunia, yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, semua melaksanakan sholat Iedul Adha, dan setelah sholat kita diperintah untuk menyembelih hewan kurban sebagai salah satu syi’ar agama Allah. Allah Swt  berfirman: 
 
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah” (QS. Al Kautsar) 
 
Allahu Akbar 3x walillahil hamd
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Ibadah Haji adalah satu kesatuan dengan ibadah kurban dan sholat Iedul Adha yang merupakan hari raya umat Islam. Pelaksanaan ketiganya yang merupakan satu kesatuan dalam ibadah kepada Allah Swt  adalah syiar, kekuatan, dan dakwah umat Islam.   
 
Syiar-syiar Allah adalah : tanda-tanda atau tempat beribadah kepada Allah. As Shabuniy dalam Shafwatut Tafaasiir menerangkan makna kalimat Sya’aira adalah semua urusan agama yang kita gunakan untuk beribadah kepada Allah seperti thawaf (berjalan berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali), sa’i (berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Shafwa dengan bukit Marwah), adzan (panggilan untuk sholat jama’ah), dan lain-lain.    
 
Syiar-syiar Allah dalam ibadah haji adalah seluruh prosesi dalam manasik haji, baik itu dimulai dengan mengenakan pakaian ihram dan berjalan dari miqat, bermalam di Mina pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), wukuf di padang Arafah (9 Dzulhijjah), bermalam di Muzdalifah (malam 10 Dzul Hijjah), lalu melempar Jumrah sebagai simbolisasi melempar syetan di Mina (10, 11, 12 Dzulhijjah), melaksanakan tahalul (dengan memotong/mencukur rambut), serta thawaf wada’ sebagai perpisahan.Termasuk di antara syiar haji adalah menyebut-nyebut asma Allah Swt  dalam  menyembelih korban serta memakannya dan membaginya kepada fakir miskin sebagaimana firman Allah Swt  (QS. Al Hajj 28).
 
Apalagi hal itu diperkuat dengan Iedul Adha, atau hari raya Kembali Berkurban yang dirayakan oleh umat Islam sedunia.  Sehingga gaungnya mendunia.  
 
Oleh karena itu, haji adalah sebuah momentum bersatunya kekuatan umat Islam (soft power) yang terbesar setelah ibadah jihad fi sabilillah (hard power). 
 
Allah Swt  memuji pengagungan syiar-syiar Allah dalam firman-Nya: 
 
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Demikianlah dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al Hajj 32).

Allahu Akbar 3x walillahil hamd
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Kurban atau nusuk sebagai sebuah peribadatan yang paling diunggulkan pada hari raya Idul Adha.  Idul Adha sendiri maknanya adalah, kembali berkurban, yakni menyembelih kambing, sapi, atau onta, dengan syarat-syarat tertentu setelah melaksanakan sholat sunnah Idul Adha.  Diriwayatkan dari 'Aisyah Ra. ia berkata, bahwa Nabi Saw bersabda:
 
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا ، وَأَشْعَارِهَا ، وَأَظْلاَفِهَا . وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا .
 
"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak di hari Kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan pahala qurban itu." (HR. Tirmidzi, no: 1413)
 
Siapapun muslim yang  mempunyai kelapangan rizqi pada hari tersebut, tetapi enggan berkurban maka Rasulullah mengancamnya supaya jangan mendekati musholla Rasulullah Saw.
 
Dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah Saw bersabda,
 
مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا .

"Barangsiapa yang mempunyai kemampuan untuk berqurban, tapi ia tidak mau berqurban, maka janganlah ia dekat-dekat di musholla (tempat shalat) kami." (HR. Ahmad, no: 7924, Ibnu Majah, no: 3114). 
 
Kaum muslimin rahimakumullah, 
 
Rasulullah Saw. memberikan contoh praktis beliau menyembelih sendiri domba kurban setelah turun dari mimbar khutbah di musholla sholat Ied seraya berdzikir:  
 
« بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى ». 

Dengan nama Allahdan Allah Maha Besar. Ini kurban dariku dan dari umatku yang tidak menyembelih kurban” (HR. Abu Dawud).
 
Maka instruksi Gubernur yang mengarahkan penyembelihan hewan kurban di RPH adalah sangat bertentangan dengan syariat dan syiar penyembelihan kurban yang tak perlu dihiraukan. 
 
Musholla atau tempat sholat yang dimaksud dalam hadits Nabi saw. tersebut adalah lapangan yang khusus dipergunakan hanya untuk sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha.  Karena setiap harinya Nabi saw. adalah sholat berjamaah lima waktu di masjid beliau saw.  Di lapangan tempat sholat (musholla) inilah Nabi saw. memerintahkan seluruh kaum muslimin, tua muda, pria dan wanita agar hadir mengikuti sholat atau bahkan sekedar mendengarkan khutbah dan dakwah Islam.  Diriwayatkan bahwa para wanita yang sedang haid pun diperintahkan oleh Rasulullah saw. untuk hadir di lapangan.  Juga Rasulullah saw. memerintahkan para wanita meminjamkan jilbab mereka kepada saudaranya yang tidak punya jilbab agar mereka bisa hadir.  Rasulullah saw. pun memerintahkan agar umat Islam mengambil jalan yang berbeda antara datang ke tempat sholat dengan pulangnya seraya mengumandangkan takbir untuk membesarkan dan mengagungkan syiar hari raya.  Bahkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid itu diminta untuk terus dikumandangkan selama empat hari sampai akhir hari tasyriq pada tanggal 13 Dzulhijjah. Demikian juga menyembelih kurban dengan mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar!” dan memakan dagingnya bersama keluarga dan sahabat serta membagikan kepada fakir miskin pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah adalah  syiar dan kegembiraan untuk mengagungkan asma Allah yang sangat bernilai bagi persatuan dan kesatuan umat serta dakwah Islam. 
 
Allahu Akbar 3x walillahil hamd
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Akhirnya marilah kita berdoa memohon kepada Allah Swt  agar para jamaah haji dari segala penjuru dunia diterima sebagai haji mabrur, semoga sepulangnya ke tanah air masing-masing mereka menjadi pelopor dalam kebenaran dan kebajikan, dan semoga kita yang ada di tanah air, diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, dengan tetap berpegang teguh kepada tali agama Allah (QS. Ali Imran 103), selalu membesarkan dan mengagungkan syiar-syiar-Nya, memperkuat da’wah kepada-Nya, memberdayakan ilmunya para ulama, hartanya para aghniya, dan doanya para dluafa, agar mampu berjuang menegakkan syariat Allah Swt  di bumi Indonesia dengan menaikkan para pemimpin umat yang istiqomah menjadi pemimpin formal di NKRI sehingga mampu menerapkan syariah dan menjadikan Indonesia yang baldatun thayyibatun warabbun ghafuur, sehingga secara praktis terwujudlah syariat Islam yang dibawa oleh baginda Rasulullah Saw. sebagai rahmatan lil’alamin. ….
 
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ 
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا 
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّاب
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ 
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه و سلم والحمد لله رب العالمين
الله اكبر لااله الاّ الله و الله اكبر الله اكبرولله الحمد.
 
[Muhammad al Khaththath]
0 Komentar