Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Rabu, 19 Agustus 2015 - 15:58 WIB | Dilihat : 2464
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Allah SWT berfirman: 
 
وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 
 
Dan ingatlah (hai Para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur. (QS. Al Anfal 26).
 
Dalam Tafsir Tanwirul Miqbas Juz 1/189 sahabat Nabi Saw. Ibn Abbas r.a. mengatakan bahwa Allah SWT berfirman: Wahai kaum Muhajirin, ingatlah ketikan kalian masih berjumlah sedikit dan tertindas di bumi Makkah, kalian takut diusir atau ditawan oleh penduduk Makkah, lalu Allah SWT memberikan tempat menetap di Madinah  dan menolong kalian serta menguatkan kalian dengan pertolongan-Nya pada Perang Badar, dan memberikan kalian harta banyak rampasan perang (ghanimah) agar kalian mensyukuri nikmat-Nya berupa pertolongan-Nya dan harta rampasan perang Badar.  
 
Dalam Tafsir Shafwatut Tafaasiir Juz 1/333 Al Ustadz Muhammad Ali As Shaabuny mengatakan bahwa tujuan perintah Allah SWT agar umat Islam mengingat nikmat tersebut dimana kondisi masa lalu mereka sebelum kemenangan Rasulullah Saw. berjumlah sedikit dan direndahkan lalu setelah kemenangan Rasulullah Saw. mereka tinggi dan mulia, adalah agar mereka mentaati Allah SWT dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat tersebut.   
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Selain sebuah nikmat kemerdekaan juga adalah amanat. Sebagaimana seluruh badan dan panca indera serta berbagai piranti tubuh kita seperti mata, telinga, hati adalah amanat yang harus kita jaga dan pelihara dengan memfungsikan mata, telingat, dan hati untuk memahami kebenaran yang Allah turunkan melalui Rasul-Nya, maka amanat kemerdekaan adalah harus kita isi dengan syukur kepada Allah SWT dengan mentaati-Nya dalam seluruh aspek kehidupan di Negara kita. Oleh karena itu, dalam ayat berikutnya Allah SWT berfirman: 
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
 
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al Anfal 27).  
 
Dalam Shafwatut Tafaasiir Juz 1/333 Al Ustadz Muhammad Ali As Shabuny menerangkan : Hai Orang-orang beriman janganlah kalian mengkhianati agama kalian dan Rasul kalian dengan membuka rahasia orang-orang mukmin kepada kaum musyrikin. Dan janganlah kalian berkhianat dengan tidak melaksanakan beban-beban syar’iyyah yang telah diamanatkan kepada kalian. Ibn Abbas r.a. mengatakan berkhianat kepada Allah wujudnya adalah meninggalkan apa saja yang telah difardlukan oleh Allah SWT kepada orang-orang mukmin. Berkhianat kepada Rasulullah Saw. wujudnya adalah meninggalkan Sunnah Beliau Saw. dan bermaksiat kepadanya. Amanat adalah berbagai amal yang telah diamanatkan oleh Allah SWT yang wajib dilaksanakan oleh para hamba-Nya.     
 
Kaum muslimin hafizhakumullah,
 
Dari uraian di atas jelaslah bahwa amanat mengisi kemerdekaan bagi orang-orang mukmin adalah dengan mentauhidkan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa dan Kuasa dan tidak menyekutukan Dia dengan sesuatu apapun baik dalam Dzat maupun Kekuasaan-Nya, melaksanakan dan mentaati seluruh perintah ibadah dan syari’at-Nya, baik ibadah mahdloh seperti sholat lima waktu, melaksanakan shaum, membayar zakat, menunaikan ibadah haji, dan jihad fi sabilillah, maupun ibadah secara umum seperti melaksanakan kewajiban menuntut ilmu, melaksanakan kewajiban berbuat baik kepada orang tua, melaksanakan kewajiban memberi nafkah kepada keluarga, melaksanakan kewajiban menolong saudara yang sedang kesulitan, melaksanakan kewajiban da’wah dan amar ma’ruf nahi munkar, dan lain-lain.   
 
Bagi para pejabat penyelenggara Negara, amanat mengisi kemerdekaan adalah menyelenggarakan pemerintahan yang mampu mewujudkan kehidupan penduduk negeri yang beriman dan bertaqwa sehingga melahirkan keberkahan hidup (QS. Al A’raf ayat 96), kesejahteraan umum, keadilan yang menjangkau seluruh warga Negara (QS. Al Maidah ayat 8), dan terbebasnya seluruh warga Negara dari penderitaan dan kezaliman oleh siapapun (QS, Al Baqarah ayat 279 dan QS. Huud ayat 113). Itulah yang sering didengungkan dengan kewajiban mengemban amanat penderitaan rakyat (ampera). 
 
Hal ini tidak bisa tidak melainkan dengan menerapkan hukum Allah SWT yang Maha Adil bagi seluruh rakyat Indonesia (QS. Al Maidah ayat 49). Penyelenggara Negara atau Ulil Amri seperti itulah yang wajib diangkat dan ditaati perintahnya karena ketaatan mereka kepada Allah SWT dan rasul-Nya (QS. An NIsa ayat 59). Itulah wujud mensyukuri kemerdekaan yang insyaallah berlimpah berkah berbuah kenikmatan yang bertambah-tambah.  
 
Allah SWT berfirman: 
 
  وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ 
 
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim ayat 7)

Baarakalllahu lii walakum… 
0 Komentar