Pelacur Dihukum bukan Dibuatkan Apartemen

Selasa, 12 Mei 2015 - 14:33 WIB | Dilihat : 1697
Pelacur Dihukum bukan Dibuatkan Apartemen Stop zina (ilustrasi)

Kaum muslimin hafizhakumullah,

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk
. (QS. Al Isra 32).

Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa zina adalah perbuatan yang buruk dan seburuk-buruknya jalan. Penggunaan lafazh “walaa taqrabuz zinaa” yang artinya janganlah kalian mendekati zina memiliki makna yang lebih mengena daripada penggunaan kata lain seperti “ walaa ta’tuz zina” yang artinya jangan melakukan zina.  

Makna yang lebih populer adalah bahwa jangankan mengerjakan zina, mendekatinya saja dilarang. Hal-hal yang mengantarkan kepada perbuatan zina juga diharamkan seperti berkhalwat atau bersepi-sepi antara seorang lelaki dengan perempuan yang bukan mahramnya tanpa hubungan suami istri.   

Kaum muslimin hafizhakumullah,


Ahok pernah mengatakan daripada sembunyi-sembunyi mereka melakukan prostitusi lebih baik terang-terangan. Bahkan ada wacana pelacur akan diberikan sertifikat. Na’udzubillahi mindzalik!. Sungguh itu semua ucapan jahil tanpa ilmu. Yang mengucapkan pasti kalau gak mabok ya gak tau diri. Sahabat Nabi Saw. yang beliau doakan agar alim dalam penakwilan Alquran, yakni Ibnu Abbas r.a. dalam Tanwirul Miqbas Juz 1/297 menerangkan bahwa Allah SWT melarang kalian melakukan perbuatan zina baik tersembunyi maupun terang-terangan (sirran wa ‘alaaniyah) sebab zina adalah perbuatan maksiat dan dosa serta merupakan jalan yang seburuk-buruk jalan. 

Kaum muslimin hafizhakumullah,

Sebagai jalan yang buruk zina telah menimbulkan berbagai persoalan yang merupakan penyakit yang sangat mengganggu kesehatan masyarakat, baik fisik maupun non fisik. Akibat zina yang dibiarkan berkembang di masyarakat, berkembanglah penyakit menular seksual seperti sipilis dan gonorrhoe. Bahkan virus HIV dan penyakit AIDS  kini sangat cepat berkembang akibat meluasnya perzinaan.  

Berbagai goncangan kehidupan rumah tangga terjadi dari masa ke masa. Ketika perzinaan dilegalisir dengan komplek pelacuran maka berbagai penyakit fisik dan non fisik tumbuh dan berkembang di lingkungan komplek tersebut, baik itu miras, narkoba hingga perjudian. Anak-anak sekolah terganggu kejiwaan mereka. Bahkan di komplek perlacuran Dolly Surabaya yang telah ditutup oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini ada pelacur tua berusia 60 tahun melayani anak-anak sekolah SD/SMP sebagai pelanggannya dengan bayaran 1000-2000 rupiah. Inilah yang paling memprihatinkan Walikota Surabaya itu hingga menutup komplek pelacuran tersebut.   

Langkah Walikota Surabaya itu sudah benar. Sebab, bila dibiarkan merajalela, maka maraknya zina akan menjemput azab. Diriwayatkan bahwa rasulullah saw. bersabda: 

إذا ظهر الزنا و الربا في قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله

“Apabila zina dan riba telah tampak nyata dalam suatu kaum, maka mereka benar-benar  telah menghalalkan adzab Allah terhadap diri mereka”.
(HSR. Al Hakim dalam Al Mustadrak Juz 2/43)

Oleh karena itu, ketika Ahok mewacanakan akan membangun apartemen pelacur di Jakarta sungguh yang bersangkutan sudah tidak punya hati nurani dan merupakan pelecehan kepada ayat-ayat Alquran, agama Islam, dan umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Jakarta. Gubernur Sutiyoso yang jenderal saja menutup komplek pelacuran Kramat Tunggak dan mengubahnya menjadi Jakarta Islamic Center, masak Ahok yang sipil begitu petentang petenteng menantang masyarakat Jakarta yang religius dengan akan membangun apartemen pelacur.  Sungguh terlalu!

Kaum muslimin hafizhakumullah,

Allah SWT Yang Maha Tinggi  mengajarkan bahwa pelacur itu harus dihukum bukan malah dilegalisasi. Seorang gadis atau bujang yang berzina saja menururt Al Quran wajib dihukum dengan hukum cambuk 100 kali dan dihukum pengasingan selama satu tahun (menurut al hadits). Apalagi pelacur yang menjajakan cinta haramnya. Allah SWT berfirman:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (QS. An Nuur ayat 2).

Kaum muslimin hafizhakumullah,


Siapapun penguasa yang sok kuasa yang dengan terang-terangan akan membuat apartemen pelacur dan mengabaikan firman Allah SWT di atas sungguh tindakan tersebut adalah satu bentuk kemungkaran yang nyata. Dan kemungkaran itu tidak boleh dibiarkan. Harus segera dihilangkan. Sebab jika kemungkaran itu telah tersebar, apalagi jika dilakukan oleh seorang yang punya kekuasaan dan bersikap sok kuasa, maka itu kemungkaran besar yang akan mendatangkan adzab Allah SWT.  Na’udzubillahi mindzalik!  Marilah kita renungkan firman Allah SWT:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
(QS. Al Anfal 25).

Baarakallahu lii walakum..

0 Komentar