Ahok Mabok Halalkan Miras

Rabu, 15 April 2015 - 11:22 WIB | Dilihat : 2641
 Ahok Mabok Halalkan Miras Ahok

Kaum muslimin hafizhakumullah,

Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ (91)

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
(QS. Al Maidah 90-91).

Kaum muslimin hafizhakumullah,

Khamer atau minuman keras (miras) adalah segala minuman yang memabukkan alias menutupi akal, baik dibuat dari fermentasi anggur maupun bahan apapun.  Rasulullah saw bersabda:

« كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ »

Setiap yang memabukkan adalah khamer dan setiap yang memabukkan adalah haram
(HR. Muslim).

Az Zuhaili dalam tafsirnya menerangkan bahwa dalam pengharaman khamer tersebut bisa kita lihat empat hal.  Pertama, khamer adalah barang kotor, secara fisik maupun non fisik, secara aqli maupun syar’i. Kedua, khamer merupakan  perbuatan syetan dan itu berarti sangat buruk.  Ketiga, Allah Swt memerintahkan untuk menjauhi khamer. Perintah menjauhi maknanya lebih keras daripada sekedar melarang atau mengharamkan.  Keempat, Allah menjadikan menjauhi khamer sebagai sebab keberuntungan dan keselamatan di akhirat.

Lalu Allah Swt menjelaskan mudlorot dari khamer dan judi terhadap individu dan masyarakat. Keduanya penyebab terjadinya kebencian dan permusuhan di antara sesama manusia, juga menyebabkan manusia berpaling dari mengingat Allah dan menunaikan sholat. Lalu Allah Swt mendorong agar manusia segera menghentikan diri mereka dari minum khamer dan main judi sebagai tambahan bahwa keduanya menyebabkan tersia-sianya harta untuk perkara-perkara yang berbahaya dan tidak bermanfaat bahkan sangat membahayakan karena akan berujung kepada konflik dan kegoncangan di masyarakat bahkan tidak jarang berujung pada maut.

Kaum muslimin hafizhakumullah,

Akhir tahun lalu ratusan anak bangsa ini mati di berbagai daerah karena menenggak miras oplosan.  Itu adalah bukti nyata bahwa betapa bahayanya perkara yang telah diharamkan oleh Allah Swt di atas. 

Jauh hari sebelumnya sudah ribuan secara kumulatif warga Kabupaten Indramayu telah tewas sia-sia dalam pesta miras tiap panen. Tragis!  Itulah kenapa Bupati Indramayu bersama DPRD Kabupaten Indramayu membuat perda Anti Miras sebagai tanggung jawab untuk menjaga keselamatan jiwa rakyatnya mengingat sudah sangat banyak yang mati akibat pesta miras.  Sayang sekali Perda tersebut diminta dihentikan oleh Kementerian Dalam Negeri atas desakan LSM liberal bermoral bejat pengikut perintah syetan. Padahal Perda Anti Miras tersebut sesuai dengan hukum dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Tuhan yang Maha Esa, Allah Swt. (QS. Al Maidah ayat 90-91 di atas). 

Kaum muslimin hafizhakumullah,    

Ahok termasuk yang getol menolak pelarangan peredaran miras.  Dia ngotot menghalalkan miras. Alasannya miras tidak mematikan.  Yang mematikan adalah oplosan. Padahal jelas bahwa oplosan itu ada karena adanya miras. Oplosan teh dengan susu atau jus beberapa buah  tidak mematikan. Fakta menunjukkan  bahwa oplosan miras yang mematikan itu, bukan oplosan yang lain.    

Kaum muslimin hafizhakumullah,

Ahok si Mabok ini ngotot mempertahankan saham Pemprov DKI kepada produsen minuman keras (miras) PT Delta Djakarta. Menurutnya, tidak ada yang salah dari produksi dan penjualan miras, apalagi PT Delta Djakarta memberikan banyak Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada DKI.

"Kami punya saham, lanjut saja. Bir salahnya di mana sih? Ada enggak orang mati karena minum bir? Orang mati kan karena minum oplosan cap topi miring-lah, atau minum spiritus campur air kelapa. Saya kasih tahu, kalau kamu susah kencing, disuruh minum bir, lho," kata Ahok di Balaikota, Senin (6/4/2015).

Pemprov DKI memiliki saham sebesar 26,25 persen di BUMD PT Delta Djakarta yang merupakan pemegang lisensi produksi dan distribusi beberapa merek bir internasional, seperti Anker Bir, Carlsberg, San Miguel, dan Stout. Kemendagri pernah mempertanyakan Pemprov DKI Jakarta yang masih menargetkan pendapatan dari pajak penjualan miras oleh PT Delta Djakarta.. Seharusnya DKI sudah tidak mencantumkan proyeksi pendapatan dari miras karena Menteri Perdagangan Rachmat Gobel sudah melarang penjualan miras.

Dasar Ahok mabok, dia mengatakan jika penjualan miras dilarang, akan lebih banyak kasus penyelundupan maupun penjualan secara ilegal. 

"Mau kembali ke zaman Al Capone? Dulu film Godfather, bir enggak boleh diperjualbelikan di Amerika, akhirnya di bagasi mobil Al Capone itu jualan bir semua. Banyak orang yang mati gara-gara gituan, pas dibuka (bagasinya) banyak yang mati. Jadi logikanya di mana, kamu melarang (peredaran bir) itu. Kalau enggak boleh jual alkohol, ya sudah, kalau begitu kamu enggak boleh minum obat batuk, kan alkohol juga itu," kata Ahok.

Itulah ocehan si Ahok mabok. Padahal banyak obat batuk tanpa alkohol. Bahkan biji korma yang digeprek dan diberi air panas adalah obat batuk yang mujarrab dan halal.

Kenapa harus mencari obat yang haram? Dan kalau Ahok sendiri minum miras sampai mabok, itu urusan dia. Tapi memaksakan dengan kekuasaannya produksi dan distribusi miras untuk rakyat Jakarta yang mayoritas muslim jelas melanggar syariat Allah Swt.  Bahkan menghalalkan miras artinya menghalalkan yang diharamkan Allah adalah dosa besar bagi pelakunya maupun rakyat yang mengikutinya. 

Oleh karena itu, sudah saatnya si Ahok mabok ini dilengserkan. Bukan malah diikuti. Mengikuti ocehannya yang mengahalalkan yang haram akan menjerumuskan umat pada perbuatan dosa yang paling besar, yakni dosa syirik sebagaimana kaum Yahudi dan Nashara  mempertuhankan para ulama dan pendeta  mereka dengan mengikuti tindakan mereka menghalalkan yang haram. Marilah kita renungkan firman Allah Swt:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
. (QS, At Taubah 31).

Baarakallahu lii walakum

0 Komentar