Pakaian Laki-laki

28 September 06:02 | Dilihat : 540
Pakaian Laki-laki Ilustrasi santri

Allah Ta'ala, berfirman:

يٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوٰرِى سَوْءٰتِكُمْ وَرِيشًا  ۖ  وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌ  ۚ  ذٰلِكَ مِنْ ءَايٰتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 26)

Para ulama menyebutkan definisi pakaian adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk menutupi badannya, auratnya, dan berhias dengannya dengan yang dihalalkan oleh Allah dan tidak bertentangan dengan adab Islam, perintah dan larangan-Nya.
 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

نَهَانَا النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنْ نَشْرَبَ فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَأَنْ نَأْكُلَ فِيهَا وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَأَنْ نَجْلِسَ عَلَيْهِ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk minum dengan gelas emas dan perak, dan makan dengan menggunakannya, melarang kami untuk memakai pakaian sutera dan dibaj (sejenis sutera) dan duduk di atasnya.” (HR. Bukhari no. 5389)

Bahan dan modelnya tidak menyelisihi syariat, yaitu bukan pakaian syuhrah (sensasional), menyerupai pakaian wanita, orang kafir, orang fasik, dan tidak isbal (melebihi mata kaki).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا

“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah di dunia maka Allah akan memakaikan pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian memasukkannya ke dalam neraka.” (HR. Ibnu Majah). 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada hari Kiamat, Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret bajunya (musbil, ketika di dunia) karena takabur.” (Muttafaq Alaih).

Laki-laki muslim tidak boleh menggunakan busana muslimah dan wanita muslimah tidak boleh menggunakan busana laki-laki. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَعَنَ اللهُ الْمُخَنَّثِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ.

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR.Bukhari)

Dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu adalah sebagai berikut:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَ الْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang mengenakan busana wanita dan wanita yang menggunakan busana laki-laki.” (HR. Abu Dawud no. 4098)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ

“Janganlah seorang laki-laki melihat kepada aurat “laki-laki lain, dan janganlah wanita melihat kepada aurat wanita lain.” (HR. Muslim).  

Di antara fitrah yang disyariatkan Allah kepada hambaNya yaitu agar lelaki menjaga sifat kelelakiannya dan wanita menjaga sifat kewanitaannya seperti yang telah diciptakan Allah. Jika hal itu dilanggar, maka yang terjadi adalah kerusakan hidup di masyarakat.

Wallahu a'lam

1 Komentar