Jihad Harta

09 September 08:23 | Dilihat : 609
Jihad Harta Ilustrasi anak-anak berinfak untuk Muslim Rohingya

Allah Ta'ala, berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجٰهَدُوا بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ  ۚ  أُولٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُونَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar." (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 15)

Menghindari dampak buruk keengganan berjihad dengan harta di jalan Allah. Ancaman Allah terhadap Muslim yang enggan mengamalkan perintah jihad harta sungguh tidak main-main. Hal ini patut menjadi renungan setiap saat.

Allah Azza Wa Jalla, berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنَّ كَثِيرًا مِّنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوٰلَ النَّاسِ بِالْبٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ  ۗ  وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih," (QS. At-Taubah 9: Ayat 34)

يَوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ  ۖ  هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

"(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS. At-Taubah 9: Ayat 35)

Ibnu Qayyim berkata,”Wajib berjihad harta dengan harta sama seperti kewajiban berjihad dengan nyawa. Ini merupakan salah satu dari dua pendapat Imam Ahmad. Dan pendapat inilah yang benar tanpa diselubungi keraguan sedikitpun. Perintah berjihad dengan harta merupakan saudara kandung dan pasangan perintah berjihad dengan nyawa dalam Al-Quran, bahkan selalu disebutkan lebih dulu daripada jihad dengan nyawa dalam setiap ayat yang mencantumkannya, kecuali pada satu ayat saja. Hal ini menunjukkan bahwa jihad dengan harta lebih penting dan mendesak ketimbang jihad dengan nyawa.”  (Zadul Ma’ad, Fashl fi Ba’di ma Tadhammanathu Ghazwat Tabuk minal Fiqh, vol 3 p 489)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

جَاهِدُوْا الْمُشْرِكِيْنَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ.

“Berjihadlah melawan orang-orang musyrikin dengan harta, jiwa, dan lisan kalian.” (HR. Abu Dawud)

Ash-Shan’ani menjelaskan,”Hadits ini menunjukkan kewajiban berjihad dengan nyawa, yakni dengan cara keluar dan menyerbu orang-orang kafir, dan kewajibannya berjihad dengan harta, yakni dengan cara menyumbangkan harta untuk membiayai jihad, senjata dan semisalnya.” (Subulus Salam, Kitabul Jihad, vol 4 p 41)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat mereka adalah teladan untuk urusan jihad harta, mereka tanpa ragu dan bertanya tanya, bahkan seluruh harta mereka habis di infak kan untuk kepentingan saudara muslim mereka yang diperangi, dibunuh, tertindas, terzalimi, teraniaya.

Lantas, mari bertanya pada diri kita masing-masing, “Sudah berapa rupiah uang kita yang mengalir untuk keperluan jihad di Jalan Allah? Atau, berapa persenkah dari pendapatan kita yang sudah dialirkan untuk menanam Saham Jihad di jalanNya?

Semoga Allah selalu meringankan usaha kita dalam jihad harta.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar