Bermudah dalam Urusan Jual Beli

07 Juni 10:28 | Dilihat : 1036
Bermudah dalam Urusan Jual Beli Ilustrasi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ ، وَإِذَا اشْتَرَى ، وَإِذَا اقْتَضَى

"Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual dan saat membeli serta ketika meminta hak (hutang)-nya.." (HR.Bukhari: 2076)

عَنْ حُذَيْفَةَ رض قَالَ: اَتَى اللهُ بِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِهِ آتَاهُ اللهُ مَالاً، فَقَالَ لَهُ: مَاذَا عَمِلْتَ فِى الدُّنْيَا؟ قَالَ: وَ لاَ يَكْتُمُوْنَ اللهَ حَدِيْثًا قَالَ: يَا رَبِّ آتَيْتَنِى مَالاً، فَكُنْتُ اُبَايِعُ النَّاسَ، وَ كَانَ مِنْ خُلُقِى اْلجَوَازُ، فَكُنْتُ اُيَسِّرُ عَلَى اْلمُوْسِرِ، وَ اُنْظِرُ اْلمُعْسِرَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اَنَا اَحَقُّ بِذلِكَ مِنْكَ. تَجَاوَزُوْا عَنْ عَبْدِى، فَقَالَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ وَ اَبُوْ مَسْعُوْدِ اْلاَنْصَارِيِّ: هكَذَا سَمِعْنَاهُ مِنْ فِى رَسُوْلِ اللهِ ص. مسلم

Dari Hudzaifah ra, ia berkata : Allah mendatangkan seorang hamba diantara hamba-hamba-Nya yang telah diberikan harta yang banyak. Kemudian Dia bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu kerjakan di diunia ?”. Rawi berkata (lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat yang artinya “Dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadian pun” [QS. An-Nisaa’ : 42]. Lalu orang tersebut menjawab, “Wahai Tuhanku, Engkau telah memberi harta kepadaku. Aku dahulu jual beli dengan orang banyak. Maka diantara kebiasaanku ialah berlaku pemaaf, mudah dan lapang. Saya beri kemudahan kepada orang yang dalam kesulitan dan saya beri tambahan waktu kepada orang yang kesulitan dalam membayar hutang”. Kemudian Allah berfirman, “Aku lebih berhaq kepada yang demikian itu dari pada kamu”. Lalu Allah berfirman kepada para malaikat, “(Hai para malaikat), berilah kemudahan kepada hamba-Ku ini !”. ‘Uqbah bin ‘Amir dan Abu Mas’ud Al-Anshariy berkata, “Demikianlah kami mendengarnya dari mulut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ”. [HR. Muslim]

عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْبَيِّعَانِ بِاْلخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا. فَاِنْ صَدَقَ اْلبَيَّعَانِ وَ بَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِيْ بَيْعِهِمَا. وَ اِنْ كَتَمَا وَ كَذَّبَا فَعَسَى اَنْ يَرْبَحَا رِبْحًا وَ يَمْحَقَا بَرَكَةَ بَيْعِهِمَا. اَلْيَمِيْنُ اْلفَاجِرَةُ مَنْفَعَةٌ لِلسِّلْعَةِ مَمْحَقَةٌ لِلْكَسْبِ. البخارى و مسلم

Dari Hakim bin Hizam RA, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penjual dan pembeli diperbolehkan memilih (melanjutkan atau membatalkan jual beli itu) selagi belum berpisah. Maka jika keduanya berlaku jujur dan menjelaskan keadaan dagangannya yang sebenarnya, maka jual beli itu akan diberkahi. Dan apabila keduanya menutupi dan berbohong, boleh jadi dia mendapatkan keuntungan lebih besar, tetapi mereka menutup berkahnya. Sebab sumpah palsu itu dapat mempercepat lakunya barang, tetapi menghilangkan berkahnya jual beli”. [HR. Bukhari dan Muslim]

Kaidah yang bisa kita dapat dari hadits diatas adalah, Bersikap memudahkan dan toleran dalam jual beli, serta menghiasi diri dengan akhlak mulia, mu'amalah yang baik, tidak pelit dan tidak menyulitkan.

Memudahkan dalam jual beli adalah sebab meraih keberkahan di dunia dan akhirat, karena Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam tidaklah mengajarkan sesuatu kecuali mengandung kebaikan di dunia dan akhirat, dan kebaikan terbesar adalah rahmat dan ampunan Allah ta'ala di akhirat kelak.

Motivasi untuk bersikap memudahkan dalam menuntut hak, memberi maaf dan tidak menyempitkan, tidak menekan orang yang berhutang dan hendaklah menagih dengan cara yang baik meskipun ia menahan yang bukan haknya, serta tidak menagihnya berulang-ulang.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar