Berdoa Jangan Tergesa-gesa

13 Februari 06:06 | Dilihat : 480
Berdoa Jangan Tergesa-gesa Berdoa

Sering kita mendengar ada orang yang mengatakan: “Saya sudah berdoa, tapi tidak pernah dikabulkan” dan ucapan-ucapan yang semisal. Atau jangan-jangan kita sendiri pernah mengucapkan perkataan seperti itu.

Lantas, siapakah yang salah? Atau adakah yang salah dalam doa kita padahal Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa setiap hamba-Nya. Dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya 

Perlu diketahui bahwa doa ibarat sebuah senjata, yang tidak cukup hanya mengandalkan ketajamannya saja tanpa dibarengi dengan keahlian dan kepandaian dalam menggunakannya. Kehebatan sebuah doa bukan hanya dilihat dari isi doa itu sendiri. Akan tetapi orangnya (yang berdoa) juga memiliki peran penting dalam proses terkabulnya sebuah doa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita akan doa seseorang yang tergesa gesa dalam doanya sehingga sulit kemungkinan untuk terkabul  sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dibawah ini,

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ وَهُوَ ابْنُ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Mu'awiyah bin Shalih dari Rabi'ah bin Yazid dari Abu Idris Al Khaulani dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Doa seseorang senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa." Seorang sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; 'Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan'. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi.' (HR. Muslim, 4918)

Nah berbicara doa, pernahkah kita merasa Allah tak mengijabah doa kita? Merasa bahwa doa yang dipanjatkan selama ini sia-sia?

Jika hal itu pernah dirasakan, perhatikanlah apa yang disampaikan Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam kitab ad-Da’u wa ad-Dawa mengatakan,

“Salah satu penyebab gagalnya suatu doa adalah sifat tergesa-gesa dalam menanti terkabulnya doa. Hamba yang berdoa itu terlalu terburu-buru. Ia merasa ijabah-Nya lambat, atau terlalu mundur datangnya sehingga membuatnya cemas. Akhirnya dia meninggalkan doa sama sekali.”

Allah Ta'ala, berfirman:

خُلِقَ الْإِنْسٰنُ مِنْ عَجَلٍ  ۚ  سَأُورِيكُمْ ءَايٰتِى فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

"Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya." (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 37)

Tergesa-gesa adalah penyakit manusia. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam hadits-nya bahwa ketergesa-gesaan berasal dari setan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

التَّأَنِّي مِنَ اللهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Tidak tergesa-gesa/ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan. (HR. Abu Ya’la di Musnadnya IV/206,)

Inilah hukum asal dari tergesa-gesa. Semuanya berasal dari bisikan setan. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita menghindarinya kecuali pada perkara yang dibenarkan oleh syariat, seperti: disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika sudah masuk waktu Maghrib, menyegerakan untuk menikah jika sudah memiliki syahwat dan kemampuan serta tidak menunda-nundanya dan contoh-contoh lainnya.
Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar