Dapatkan Pahala Haji dan Umroh Setiap Pagi

12 Februari 05:40 | Dilihat : 774
Dapatkan Pahala Haji dan Umroh Setiap Pagi Shalat berjamaah

Kalau mau mencari keberkahan itu ada pada waktu pagi. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam setiap pagi hari memanjatkan doa untuk umatnya.

 اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا 

“Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka.” (HR. Tirmidzi).

Artinya, pagi bukan saatnya untuk berleyeh-leyeh, apalagi kembali pulas mendengkur. Oleh sebab itu, mesti ada niat dan ikhtiar kuat dalam diri agar kita tidak termasuk umat Islam yang kehilangan berkah, justru di awal suatu hari bermula.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.”

Waktu pagi, memang menyimpan banyak keutamaan. Salah satunya adalah keutamaan dzikir pagi yang dianjurkan oleh Islam. Kita diperintahkan oleh Allah Ta'ala untuk melakukan dzikir pagi dan sore. 

Kewajiban menunaikan shalat subuh berjamaah dimesjid kemudian berdiam diri sambil berdzikir merupakan salah satu keutamaan bentuk kepatuhan seorang hamba akan perintah Allah Ta'ala. Apabila ia menjalankan apa yang menjadi kehendak Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya berarti ia sedang beribadah. Dan Allah memberikan pahala kepada orang yang mau melakukannya dengan ikhlas karena mengharap ridho Allah Ta'ala.

Allah Ta'ala, berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ  ۖ  وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا  ۖ  وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 28)

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam juga banyak berbicara tentang keutamaan dzikir waktu pagi, yakni antara sholat subuh hingga terbitnya matahari, yang ditutup dengan sholat dhuha. Seseorang yng memelihara dzikir pada waktu itu akan memperoleh banyak manfaat.
Diantara manfaat dan pahala yang didapat adalah pahala haji dan umroh sebagaimana hadits dibawah ini, 

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْجُمَحِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو ظِلَالٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ قَالَ وَسَأَلْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَعِيلَ عَنْ أَبِي ظِلَالٍ فَقَالَ هُوَ مُقَارِبُ الْحَدِيثِ قَالَ مُحَمَّدٌ وَاسْمُهُ هِلَالٌ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mu'awiyah Al Jumahi Al Bashri telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz bin Muslim telah menceritakan kepada kami Abu Zhilal dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang shalat subuh berjama'ah kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit yang dilanjutkan dengan shalat dua raka'at, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah." dia (Anas radliallahu 'anhu) berkata, Rasulullah bersabda: "Sempurna, sempurna, sempurna." dia (Abu 'Isa) berkata, ini adalah hadits hasan gharib, saya bertanya kepada Muhammad bin Isma'il tentang Abu Zhilal, dia menjawab, dia muqaribul hadits (termasuk lafazh ta'dil. Pent), dia juga berkata, namanya adalah Hilal. (HR. Tirmidzi: 535)

Dalam riwayat yang lain yaitu Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat Shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha (subhah adh-dhuha),, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR. Thabrani)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah sebagai mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam berkata, “Jika wanita duduk di tempat shalatnya setelah shalat Shubuh lalu berdzikir pada Allah, membaca Al-Qur’an, sampai matahari meninggi, lalu ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia mendapatkan pahala yang dijanjikan dalam shalat isyraq, yaitu akan dicatat mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna.”

Ternyata ringan dan mudah untuk mencari pahala haji dan umroh, apalagi kesempatan dan ada kemudahan bagi ibu-ibu untuk mendapatkan pahala haji dan umrah dengan shalat isyraq asalkan tidak melalaikan aktivitas wajib di rumah. Untuk itu selagi ada kesehatan dan waktu luang, mengapa tidak kita manfaatkan mencari pahala tsb. Semoga Allah Ta'ala mudahkan kita untuk melakukannya. Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar