Istighfar, Jalan Keluar Segala Masalah

08 Februari 07:02 | Dilihat : 923
Istighfar, Jalan Keluar Segala Masalah Ilustrasi

Tidak ada satu makhlukpun dimuka bumi ini yang tidak memiliki masalah, ujian seperti menjadi suatu sunatullah yang memang sudah Allah Ta'ala tetapkan.
Setiap manusia memiliki masalahnya masing masing, dari urusan yang paling sederhana sampai kepada tingkatan yang paling berat, yaitu proses kematian, bahkan setelah kematianpun sampai yaumul hisab masalah itu tetap ada, sampai berakhir di jannah baru selesai tuntas masalahpun tidak akan pernah ada abadi selamanya.

Berbeda dengan mereka yang Allah Ta'ala hinakan kemudian masuk neraka, maka setiap detik selalu ada masalah, dan sungguh tidak ada masalah yang ringan di neraka itu. Na'udzhubillah kita berlindung kepada Allah dari azab jahanam yang kekal.

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ وَجَدْتُ فِي كِتَابِ أَبِي بِخَطِّ يَدِهِ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ جَعْفَرٍ الرَّمْلِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ يَعْنِي ابْنَ مُسْلِمٍ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ مُصْعَبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah berkata; aku temukan pada kitab ayahku dengan tulisan tangannya; Telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Ja'far Ar Ramli telah menceritakan kepada kami Al Walid yakni Ibnu Muslim, dari Al Hakam bin Mush'ab dari Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas dari bapaknya dari kakeknya yaitu Abdullah bin Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memperbanyak istighfar niscaya Allah akan menjadikan jalan keluar pada setiap kesulitan, dan kelapangan untuk setiap kesempitan serta memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad: 2123)

Istighfar merupakan salah satu senjata orang orang beriman ketika menghadapi berbagai masalah bisa jadi bermakna seseorang yang selalu memohon ampunan atas kesalahan dan terus berusaha untuk bertobat kemudian mentaati perintah Allah Ta'ala dan tidak melanggarnya. Adapun makna Istighfar tidak terletak pada pengucapannya, namun pada seberapa dalam seseorang yang beristighfar memaknai dan menghayati apa yang ia ucapkan, dalam konteks yang lebih jauh lagi, agar ia terus mengingat Allah di saat ia tergoda untuk melakukan perbuatan dosa, dan apabila telah melakukan dosa, maka istighfar adalah titik baginya untuk bertekad tidak mengulangi perbuatannya dan mohon ampun atas segala kesalahan yang pernah dilakukan.

Jangankan untuk suatu perbuatan yang melanggar dan mengandung dosa, perbuatan yang  baikpun setelahnya kita dianjurkan untuk beristighfar. Misalnya setelah shalat fardhu kita disunnahkan untuk beristighfar. Karena kita sangat yakin, dalam ibadah shalat yang kita lakukan sangat rentan dengan kekurangan. Dan kita mohon ampun atas semua kekurangan yang kita lakukan ketika shalat. Hadirkan perasaan semacam ini ketika anda membaca istighfar setelah shalat. Agar ucapan istighfar kita lebih berarti.

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika selesai shalat, beliau membaca istighfar 3 kali.

Kemudian membaca,

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

(HR. Muslim 1362 & Nasai 1345).

Abul Yaman menuturkan kepada kami. Dia berkata: Syu’aib mengabarkan kepada kami dari az-Zuhr’i. Dia berkata: Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku. Dia berkata: Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari)

Sedemikian pentingnya perintah untuk beristighfar karena disamping mendatangkan keberkahan dan kemudahan rejeki, istighfarpun menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau adalah sosok yang ma'sum bersih dari dosa dosa masih senantiasa untuk istighfar, apalagi kita yang tiada detik selalu diliputi dengan kesalahan dan dosa, maka sudah sepatutnya istighfar selalu membasahi lisan kita disetiap waktu dan kondisi.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar