Jangan Tunggu Hati Bersih untuk Berzikir

01 Februari 06:56 | Dilihat : 573
Jangan Tunggu Hati Bersih untuk Berzikir Berzikir

Jangan menunggun hati bersih untuk berzikir, tapi berzikirlah, insyaAllah hati akan menjadi bersih. Perasaan yang timbul karena akal yang tidak dituntun syariah, adakalanya dengan berbagai macam istilah yang banyak diterima kalangan masyarakat awam, jilbabilah hati dahulu baru kepala, percuma saja kepala dijilbabin sementara hati masih kotor.

Bebagai contoh ungkapan diatas adalah salah satu bentuk cara iblis menghiasi perkataan dan amalan, dan ini merupakan tugas dan pekerjaan iblis yang telah berjanji kepada Allah Ta'ala. Sebagaimana FirmanNya.

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

"Ia (Iblis) berkata, Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya," (QS. Al-Hijr 15: Ayat 39)

Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat di atas, "Aku jadikan mereka suka dan gemar kepada maksiat, menguatkan dan membantu mereka dengan sungguh-sungguh."

Iblis berserta setan dan bala tentaranya pasti membantu dengan semangat dan bersungguh sungguh untuk membuat mereka semakin terjerumus dengan kemaksiatan dengan cara cara yang indah dan menghiasinya. Mari kita perhatikan contoh umat terdahulu yang terperangkap dengan jebakan setan, sebagaimana Allah Ta'ala, berfirman:

وَعَادًا وَثَمُودَا وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُمْ مِّنْ مَّسٰكِنِهِمْ  ۖ  وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ أَعْمٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ

"juga (ingatlah) kaum 'Ad dan Samud, sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Syetan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam," (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 38)

Orang beriman yang telah berhasil digelincirkan setan dalam perbuatan maksiat dengan fitrahnya yang sehat, akan merasa sangat bersalah, mengakui kejahatannya, dan terbebani dengan dosanya. Sehingga ia segera lupa dengan nikmatnya maksiat, ia tersiksa, dan berharap kalau saja ia tidak terjerumus ke dalamnya. Kemudian bergegas mengingat dan berdzikir untuk meminta pertolongan dan ampunan kepada Allah sebagaimana Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طٰٓئِفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُّبْصِرُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari syetan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 201)

Maka dari itu, jangan menunggu hati bersih dulu baru berzikir, tapi selalu berzikirlah sampai hati jadi bersih. ini menandakan bahwa tugaszikir adalah sepanjang nafas masih ada dan beriringan dengan nafaslah lantunan zikir terus berkumandang. Karena ingat bahwa setan tidak pernah tidur dan lengah dari menggoda manusia.

Dengan berzikir dan mengingat Allah lah hati menjadi bersih dan tenang, karena setan begitu takut dengan lidah yang selalu basah dengan berzikir, sebagaimana Allah ta'ala berfirman.

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ  ۗ  أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 28)

Semoga Allah jadikan lisan ini senantiasa berzikir mengingatNya disegala kondisi, sehingga dengan itu hati yang kotor selalu bersih dan menjadikan keberkahan dalam kehidupan kita.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar