Lambung Mereka Jauh dari Tempat Tidurnya

28 November 05:09 | Dilihat : 553
Lambung Mereka Jauh dari Tempat Tidurnya Ilustrasi shalat malam

Allah Ta'ala, berfirman:

تَتَجَافٰى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُونَ

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS. As-Sajdah 32: Ayat 16)

Ayat diatas menegaskan kepada kita tentang orang-orang sholeh terdahulu, lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam, artinya mereka gemar melakukan sholat, terutama setelah sholat fardhu isya, kemudian dilanjutkan dengan sholat tahajud. Seraya berdoa dan selalu memohon ampun kepada Allah Ta'ala.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Cobalah renungkan bagaimana Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa. Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan shalat malam dengan kesenangan jiwa di dalam Surga.”

Dari Asma’ binti Yazid Radhiyallahu anha, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَمَعَ اللهُ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلآخِرِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، جَاءَ مُنَادٍ فَنَادَى بِصَوْتٍ يَسْمَعُ الْخَلاَئِقُ: سَيَعْلَمُ أَهْلُ الْجَمْعِ اَلْيَوْمَ مَنْ أَوْلَى بِالْكَرَمِ، ثُمَّ يَرْجِعُ فَيُنَادِي: لِيَقُمَ الَّذِيْنَ كاَنَتْ (تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ) فَيَقُوْمُوْنَ وَهُمْ قَلِيْلٌ.

“Bila Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir pada hari Kiamat kelak, maka datang sang penyeru lalu memanggil dengan suara yang terdengar oleh semua makhluk, ‘Hari ini semua yang berkumpul akan tahu siapa yang pantas mendapatkan kemuliaan!’ Kemudian penyeru itu kembali seraya berkata, ‘Hendaknya orang-orang yang ‘lambungnya jauh dari tempat tidur’ bangkit, lalu mereka bangkit, sedang jumlah mereka sedikit.”
(Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam al-Musnadul Kabiir (IV/373) dari hadits Asma’ binti Yazid x. Juga diriwayatkan oleh al-Mundziri dalam at-Targhiib wat-Tarhiib, (I/215).

Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memuji para hamba-Nya yang sholeh yang senantiasa melakukan shalat malam dan bertahajjud

كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

"mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;" (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 17)

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)." (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 18)

Wahab bin Munabih berkata, “Shalat di waktu malam akan menjadikan orang yang rendah kedudukannya, mulia dan orang yang hina, berwibawa. Sedangkan puasa di siang hari akan mengekang seseorang dari dorongan syahwatnya. Tidak ada istirahat bagi seorang mukmin tanpa masuk Surga.”

Al-Awza’i berkata, “Aku mendengar barangsiapa yang lama melakukan shalat malam, maka Allah akan meringankan siksanya pada hari Kiamat kelak.”

Tidak ada keinginan manusia yang paling tinggi selain keselamatan dunia dan akhirat, maka mintalah hal itu setiap akhir shalat tahajjud. Kita juga ingin selalu dimudahkan segala urusan, maka mintalah setelah shalat tahajud. Semuanya insyaAllah akan terkabul.

Semoga kita bisa mengambil banyak hikmah dan perilaku orang orang sholeh terdahulu dalam melakukan amal sholehnya terutama sholat sholat malam yang
mereka lakukan.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar