Disunnahkan Memperbanyak Doa Ini

29 Oktober 08:33 | Dilihat : 769
Disunnahkan Memperbanyak Doa Ini Berdoa

Allah Ta'ala berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Dan di antara mereka ada yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)

Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata : 

ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺩُﻋَﺎﺀِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁﺗِﻨَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ، ﻭَﻓِﻰ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ، ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

“Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam “Allahumma Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka)” (HR. Bukhari 2389 dan Muslim 2690)

Ibnu Hajar al Asqolani rahimahullah berkata :

لَمْ يَدْعُ نَبِيّ وَلَا صَالِح بِشَيْءٍ إِلَّا دَخَلَ فِي هَذَا الدُّعَاء

“Tidaklah seorang nabi maupun orang shalih berdoa melainkan mereka menggunakan doa ini.” (Fathul Bari, 2: 322)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sangat Menyukai Do’a yang Singkat Namun Penuh Makna

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنْ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai doa-doa yang singkat padat, dan meninggalkan selain itu.” (HR. Abu Daud no. 1482, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Ibnu Katsir Menjelaskan akan makna doa ini, meliputi:
- Berbagai seluruh kebaikan di dunia dan menjauhkan dari segala kejahatan mara bahaya.
- Mencakupi permintaan yg bersifat duniawi seperti kesehatan, rumah yang luas, isteri istri yang sholihah,  Anak anak yang sholih,  rezeki yang berkah,  ilmu yang bermanfaat,  amal soleh,  kendaraan yang baik, dan segala pujian kepada Zat yang Maha Pemberi.
- Kebaikan di akhirat mencakup permohonan dimasukan ke dalam syurga, mati husnul khotimah, terhindar dari siksa kubur,  kemudahan hisab; keselamatan daripada api neraka.

Anas bin Malik sendiri jika hendak berdoa, beliau selalu membaca doa itu atau memasukkan doa tersebut dalam doa yang lain (HR.Bukhari)

Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan agar orang yang sakit untuk membaca doa tersebut agar diberi kekuatan, kesabaran dan sanggup menerima semua ujian kesakitan. Orang sakit yang membacanya lantas sakitnya disembuhkan oleh Allah Ta'ala berkat doa yang dibaca (HR. Imam Ahmad)

Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah menyatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam sering berdoa dengan ayat ini karena ayat ini mencakup makna semua doa, yaitu perkara dunia dan perkara akhirat. Makna hasanah dalam doa ini, menurut mereka, adalah nikmat. Oleh karena itu, dengan doa ini beliau meminta kenikmatan dunia dan akhirat serta perlindungan dari siksa. Kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar senantiasa memberi kita kenikmatan dan perlindungan tersebut.” (Dinukil dari Fathul Bari, melalui Maktabah Syamilah)

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar