Tujuan Hidup untuk Beribadah

05 Oktober 08:30 | Dilihat : 556
Tujuan Hidup untuk Beribadah Ilustrasi

Allah Azza Wa Jalla, berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa, “Aku ciptakan mereka itu dengan tujuan untuk menyuruh mereka beribadah kepada-Ku, bukan karena Aku membutuhkan mereka.

Mengenai lafadz Illa Liya’budun Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibn Abbas, “Artinya, melainkan supaya mereka mau tunduk beribadah kepada-Ku, baik secara suka rela maupun terpaksa.” Sedangkan menurut Ibn Juraij lafadz tersebut mengandung maksud, “Yakni supaya mereka mengenal-Ku.”

Dengan demikian ibadah adalah perintah yang tidak bisa ditinggalkan dengan alasan apa pun. Oleh karena itu, dalam rangka membimbing umat manusia dari kesalahan dalam hal ibadah, Allah pun mengutus Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai role model yang tentu seluruh umat Islam harus mengikutinya (ittiba) secara totalitas.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban, maka jangan kamu sia-siakan dia; dan Allah telah memberikan beberapa batas, maka jangan kamu langgar dia; dan Allah telah mengharamkan sesuatu, maka jangan kamu pertengkarkan dia; dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada kamu, Dia tidak lupa, maka jangan kamu perbincangkan dia.” (Riwayat Daraquthni, dihasankan oleh an-Nawawi)

Fudhail bin Iyadh berkata, “Seorang mukmin didunia berada dalam keadaan cemas dan sedih…yang ada dalam benaknya hanyalah bekal perjalanan. Siapa saja yang berada didunia dengan hati seperti itu, maka tidak ada yang menyibukkannya kecuali menyiapkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya ketika kembali kenegri asalnya. Dia tidak akan pernah ingin berlomba dengan penduduk asli yang asing baginya dalam mendapatkan kedudukan (kemuliaan) tidak pula merasa takut dengan kedudukan yang rendah dihadapan mereka.

Sungguh menyedihkan, hidup yang singkat ini diisi dengan tidur-tiduran. Diisi dengan aktivitas keduniaan tanpa menyisakan sedikit pun aktivitas menjemput pundi amal untuk dibawa ke negeri akhirat. Bukankah akhirat itu kekal, tiada berakhir? Surga terlalu sayang dilewatkan dengan mengisi hidup tanpa amal. Maka selagi nafas masih di kerongkongan, mari beramal dengan penuh kesungguhan. Ada begitu banyak peluang amal yang Allah sediakan setiap harinya, yang sayang sekali untuk dilewatkan. Jangan jadi orang yang miskin di akhirat nanti karena ketiadaan bekal amal yang dibawa. Jangan sampai kita jadi orang yang menderita di dunia dan terlempar ke neraka.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

1 Komentar