Perbanyak Mengucap Alhamdulillah

15 Agustus 11:28 | Dilihat : 1033
Perbanyak Mengucap Alhamdulillah Alhamdulillah kaligrafi

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَتْ لَهُ ثَلاَثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ ثَلاَثُونَ سَيِّئَةً

"Barangsiapa mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya maka Allah akan menulis tiga puluh kebaikan untuknya dan digugurkan tiga puluh dosa darinya.” (HR. Ahmad 2/302, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya shahih)

Allah Ta'ala, berfirman:

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ ۥ  شَرِيكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ ۥ  وَلِىٌّ مِّنَ الذُّلِّ  ۖ  وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًۢا

"Dan katakanlah, Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 111)

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di memaparkan: “Dialah yang maha terpuji dalam ketentuan yang disyariatkan-Nya bagi hamba-hamba-Nya, berupa hukum-hukum agama yang akan membawa mereka ke negeri keselamatan (Surga). Dia yang maha terpuji dalam semua perbuatan-Nya yang tidak pernah lepas dari karunia, keadilan dan hikmah. Dan Dialah yang maha terpuji (dalam) sifat-sifat-Nya, karena semua sifat-sifat-Nya maha indah dan sempurna, yang hakikatnya tidak dapat dijangkau oleh (pengetahuan) manusia”. (Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” hal. 957).

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَفضَلُ الذِّكرِ لآاله الا الله ، وَأَفضَلُ الدُّعاءِ الحَمد لِللّه

“Zikir yang paling utama ialah LAA ILAAHA ILLALLAH dan doa yang paling utama ialah ALHAMDULILLAH” (HR Tirmidzi).

Menurut at-Tirmizi, hadis ini hasan gharib. Dan diriwayatkan Ibnu Majah dari Anas bin Malik ra, katanya, Rasulullah saw bersabda, "Allah tidak menganugerahkan suatu nikmat kepada seorang hamba, lalu ia mengucapkan, alhamdulillah, melainkan apa yang diberikan-Nya itu lebih baik daripada yang diambil-Nya."

Ibnu Umar mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bercerita: “Ada seorang hamba Allah mengucapkan doa: ‘Ya Tuhanku segala puji bagi-Mu sebagaimana yang layak bagi kebesaran Zat-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu’. Kalimat ini menyulitkan bagi kedua Malaikat yang mencacat amal manusia, sehingga kedua Malaikat tidak mengetahui bagaimana mencatat (pahala)-nya, maka kedua Malaikat itu naik menghadap kepada Allah dan berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya ada seorang hamba mengucapkan pujian yang kami tidak mengetahui bagaimana mencatatnya’. Allah bertanya (Dia Maha Mengetahui apa yang diucapkan oleh hamba-Nya), ‘Apakah yang diucapkan oleh hamba-Ku?’ Jawab kedua Malaikat itu, ‘Ya Tuhanku dia mengucapkan: YAA ROBBI LAKAL-HAMDU KAMAA YANBAGHII LIJALAALI WAJJHIKA WA’AZHIIMI SHULTHONIKA’. Allah berfirman kepada kedua Malaikat itu, ‘Catatlah sebagaimana yang diucapkannya sampai ia menghadap kepada-Ku, maka Aku yang akan membalas pahalanya’.” (HR. Ibnu Majah).

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar