Khusyu dalam Shalat

01 Agustus 08:55 | Dilihat : 634
Khusyu dalam Shalat Ilustrasi

Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu 'anhu menuturkan, "Hal pertama yang akan hilang dari agama kalian adalah khusyu', dan perkara terakhir yang akan hilang yaitu shalat... Betapa banyak orang yang shalat namun tiada kebaikannya, hampir saja engkau memasuki masjid dan tidak menjumpai seorang pun yang khusyu'.." (Madarijus Salikin: 1/521 Ibnul Qayyim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

“Suatu hari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam masuk masjid, lalu seseorang masuk masjid dan shalat, kemudian datang dan salam kepada Rasulullah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab salamnya, lalu bersabda, “Kembali dan shalat-lah, karena sesugguhnya kamu belum shalat!'.”

(Abu Hurairah berkata), “Lalu orang tadi kembali (ke tempat shalat) dan shalat sebagaimana sebelumnya, lalu kembali kepada Nabi dan salam kepada beliau, lalu Rasulullah berkata kepadanya, 'Alaikassalam.' Kemudian, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Kembalilah (ke tempat shalat-mu), karena sesungguhnya engkau belum shalat!'.”

Hingga orang tadi melakukannya tiga kali, lalu berkata, “Demi (Allah) Yang mengutusmu dengan (membawa) kebenaran, aku tidak bisa mengerjakan shalat selain yang seperti ini, maka dari itu ajari aku!

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Jika engkau hendak shalat, maka ber-takbirlah, kemudian bacalah surat dari Alquran yang mudah yang kamu hafal, kemudian ruku’-lah hingga kamu tenang dalam posisi ruku’, kemudian angkat (kepalamu) hingga kamu tenang dalam posisi berdiri, kemudian sujud-lah hingga kamu tenang dalam posisi sujud, kemudian duduk-lah hingga kamu tenang dalam posisi duduk, kemudian lakukan seperti ini dalam shalat-mu semuanya!” [HR. Abu Dawud, no. 856]

Sejumlah ulama terdahulu menjelaskan, bahwa ‘Khusyu’’ di dalam shalat artinya: ‘as-sukunu fiha’, yaitu tenang di dalam shalat. Khusyu’ tidak hanya di dalam hati, akan tetapi juga di badan. Maka, orang yang khusyu’ adalah orang yang tenang hati dan anggota badannya ketika shalat. Atau, dengan kata lain orang yang khusyu’ adalah orang yang mampu menghadirkan hatinya di dalam shalat. Yang dengan hadirnya hati, maka anggota badan pun tenang. [Taudhihul Ahkam (1/453)]

Allah Ta'ala, berfirman:

إِنَّ الْمُنٰفِقِينَ يُخٰدِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا إِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوا كُسَالٰى يُرَآءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

"Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 142)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata didalam Tafsirnya, “Maksudnya: di dalam shalatnya mereka tidak khusyu’, tidak memahami apa yang mereka ucapkan (dari bacaan-bacaan shalat), bahkan mereka lalai dalam shalatnya serta tidak serius dan mereka berpaling (tidak berminat) terhadap kebaikan yang dijanjikan kepada mereka.”

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar