Zikir Lebih Baik daripada Diam

01 Juli 09:57 | Dilihat : 668
Zikir Lebih Baik daripada Diam Ilustrasi

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

ﺍﻟﺴُّﻜُﻮﺕُ ﺑِﻠَﺎ ﻗِﺮَﺍﺀَﺓٍ ﻭَﻟَﺎ ﺫِﻛْﺮٍ ﻭَﻟَﺎ ﺩُﻋَﺎﺀٍ ﻟَﻴْﺲَ ﻋِﺒَﺎﺩَﺓً ﻭَﻟَﺎ ﻣَﺄْﻣُﻮﺭًﺍ ﺑِﻪِ،ﺑَﻞْ ﻳَﻔْﺘَﺢُ ﺑَﺎﺏَ ﺍﻟْﻮَﺳْﻮَﺳَﺔِ ﻓَﺎﻟِﺎﺷْﺘِﻐَﺎﻝُ ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮﺕِ 

"Diamnya seseorang dengan tanpa membaca Alquran, berzikir, atau berdoa itu bukanlah ibadah dan bukan juga termasuk sesuatu yang diperintahkan. Bahkan yang demikian ini bisa menjadi celah masuknya perasaan was-was. Maka menyibukkan diri dengan berzikir kepada Allah Ta'ala itu lebih baik daripada diam." (Majmu' fatawa 2/298)

Allah Azza wa Jalla, berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طٰٓئِفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُّبْصِرُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)." (QS. Al-A'raf 7: ayat 201)

Berzikir kepada Allah adalah surga di bumi-Nya. Maka, siapa yang tak pernah memasukinya, ia tidak akan memasuki surga-Nya di akherat kelak. Berzikir kepada Allah merupakan penyelamat jiwa dari berbagai kerisauan, kegundahan, kekesalan dan kegoncangan. Dan zikir merupakan jalan pintas paling mudah untuk meraih kemenangan dan kebahagiaan hakiki.

Ibnu Taimiyah berkata, “Jika masalah yang saya hadapi mengalami kebuntuan, maka saya akan ber-istighfar kepada Allah sebanyak seribu kali (atau kurang lebihnya sebanyak angka itu) niscaya Allah akan membukakan jalan keluar.” Salah satu sebab ketenangan hati dan fikiran adalah ber-istighfar kepada dzat yang memiliki keagungan.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ ، فَأَنْبِئْنِيْ مِنْهَا بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ ؟ قَالَ : لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ

Dari ‘Abdullah bin Busr Radhiyallahu anhu berkata, “Seorang Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak pada kami. Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang kami bisa berpegang teguh kepadanya ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah lidahmu senantiasa berzikir kepada Allah Azza wa Jalla” (HR.Ahmad dalam Musnad-nya (IV/188, 190); at-Tirmidzi (no. 3375). Beliau berkata, “Hadits ini hasan gharib.”; Ibnu Majah (no. 3793)

Allah Azza wa Jalla, berfirman

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya," (QS. Al-Ahzab 33: ayat 41)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَبَقَ الْمُفَرِّدُوْنَ قَالُوْا: وَمَا الْمُفَرِّدُوْنَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: اَلذَّاكِرُوْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتُ

“Al-Mufarridun telah mendahului.” Para sahabat berkata, “Siapa al-Mufarridun wahai Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kaum laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah." (HR. Muslim no. 2676).

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar