Jaga Ketakwaan Pasca Ramadhan

Sabtu, 09 Juli 2016 - 05:42 WIB | Dilihat : 1857
Jaga Ketakwaan Pasca Ramadhan Ilustrasi shalat berjamaah
Syaikh Fauzan bin Abdillah al Fauzan mengatakan: Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan iringilah kepergian Ramadhan ini dengan terus melakukan amalan kebaikan.
 
Dikarenakan termasuk tanda diterimanya amalan kebaikan (di bulan Ramadhan) adalah dimudahkannya dia beramal setelah Ramadhan. Tidaklah Ramadhan ini melainkan sebagai penyemangat untuk melakukan berbagai kebaikan serta merupakan awal dari sebuah tobat dan batu loncatan untuk beramal shaleh (setelahnya). Dikarenakan akhir dari sebuah amalan adalah dengan berakhirnya umur, bukan dengan berakhirnya Ramadhan.
 
Dan di antara tanda diterimanya tobat dan diterimanya amalan di bulan Ramadhan adalah dengan bertambah baiknya seseorang tersebut di dalam melakukan ketaatan, jauh lebih baik dari sebelum Ramadhan. Dan di antara tanda ditolaknya amalan dan bentuk kerendahan adalah sesorang setelah keluar dari bulan Ramadhan, jauh lebih jelek amalannya dari sebelum Ramadhan.
 
Maka perhatikanlah diri kita masing-masing, semoga Allah merahmati kita semua. Muhasabah diri setelah berlalunya bulan Ramadhan. Dan ketahuilah bahwa pintu tobat selalu terbuka baik di bulan Ramadhan ataupun setelahnya.
 
Barang siapa yang luput darinya untuk bertobat di bulan Ramadhan, maka jangan dia berputus asa dari rahmat Allah. Bahkan selayaknya dia bersegera untuk bertobat di setiap waktu. Dikarenakan Allah menerima tobat orang yang bertobat. Dan Allah mengampuni dosa bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya.
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
 
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
 
“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS az Zumar 53]
 
وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ
 
“Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong”. [QS Az Zumar :54]
 
وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لا تَشْعُرُونَ
 
“Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an) dari Rabbmu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadari”. [QS az Zumar :55]
 
Jagalah amalan-amalan shaleh yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan. Jangan dirusak dengan perbuatan lalai bahkan kembali melakukan berbagai kemaksiatan. Sehingga dengan kemaksiatan itu akan merusak apa yang telah dibangun (selama Ramadhan).
 
Dikarenakan kejelekan apabila banyak dilakukan akan menghancurkan seseorang dan meringankan timbangan kebaikannya.
 
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ
 
“Dan barangsiapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri” .[QS al A’raf :9]
 
Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlak Mulia
0 Komentar