Kiat Mendapatkan Lailatul Qadar

Jumat, 24 Juni 2016 - 16:05 WIB | Dilihat : 2621
Kiat Mendapatkan Lailatul Qadar Pimpinan Majelis Az Zikra, KH. Muhammad Arifin Ilham
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 
 
Subhanallah seorang mukmin yang sangat mencintai Allah dan RasulNya pasti sangat merindukan Lailatul Qodar. Karena malam itu sangat istimewa, malam "khoirun min alfi syahrin" lebih baik dari 1000 bulan, atau 83 tahun 3 bulan, turunnya "tanazzulul Malaaikatu warruuhu" para Malaikat yang dipimpin Malaikat Jibril atas izin Allah, dan malam itu "salaamun hiya hatta mathlail fajri" penuh kedamaian sampai akhir fajar, terasa sekali nikmat beribadah i'tikaf di masjid, rasa sangat dekat dengan Allah, air mata pun tidak terbendung lagi. Saking spesialnya malam Lailatul Qadar hingga Allah turunkan surah Al Qodru terdiri dari 5 ayat.
 
Terjadinya malam malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Dari sayyidah Aisyah, Rasulullah bersabda, "Carilah Laitul Qadar di malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan" (HR Bukhori Muslim).
 
Tandanya, pada malam itu sangat tenang penuh kedamaian hati, Rasulullah bersabda, "Malam Lailatul Qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada cahaya padanya (suram)" (HR Muslim).
 
Kiat-kiat meraihnya adalah, pertama, harus benar benar semangat untuk meraih Lailatul Qodar. 
 
Kedua, niat lurus semata-mata ingin ridho Allah. "Barang siapa melaksanakan ibadah pada malam lailatul qadar dengan didasari keimanan dan harapan untuk mendapatkan keridoan Allah maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni" (HR Bukhari Muslim).
 
Ketiga, mujahadah keseriusan ibadah, "Sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu lainnya" (HR Muslim), seperti puasa yang benar tanpa maksiat, membaca Alquran dengan pemahaman dan penghayatan, menunaikan shalat tarawih tanpa putus dengan thuma'ninah.
 
Keempat, melaksanakan kewajiban Syariat Allah, seperti zakat maal bagi hartawan, kalau wanita taat dengan berjlibab.
 
Kelima, posisinya di mesjid i'tikaf sebagaimana Rosulullah i'tikaf di mesjid. Abu Said menyampaikan i'tikaf Rasulullah di masjid 10 malam terakhir Ramadhan (pada waktu itu berlantaikan tanah dan tergenang air). Kata Abu Sa'id, “Aku melihat pada kening Rasulullah ada bekas lumpur pada pagi hari Ramadhan” (HR Muslim).
 
Keenam, keadaan terjaga dalam kekhusyuan ibadah, air mata pun mengalir tak terbendung karena rindu perjumpaan denganNya, takut murkaNya, dan karena merasa banyak dosanya kepada Allah.
 
Ketujuh, berazam, tekat bulat, bersumpah untuk taubat nashuha, tidak maksiat lagi, tidak menyakiti siapapun lagi.
 
Kedelapan, wajib minta maaf kepada siapa keluarga atau sahabat yang pernah ia sakiti, kalau tidak akan jadi hijab doa ibadahnya diterima.
 
Kesembilan, tiada waktu berlalu sia-sia kecuali banyak zikir, istigfar, sholawat, wudhu terjaga dan kesenangan sedekah.
 
Dan yang kesepuluh, berdoa sungguh-sungguh, yakin penuh harap. Aku (Aisyah r.a.) berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu andai aku mendapatkan Lailatul Qadar? Doa apa saja yang harus aku baca?” Beliau bersabda, “Ucapkanlah: "Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Mulia, dan Engkau menyukai ampunan. Maka ampunilah aku” (HR Tirmidzi).
 
Dan tanda meraih Lailatul Qodar hanya Allah yang maha tahu yang Allah berikan kepada "ibaadhil musthofa" hamba hamba pilihanNya. Sedangkan tanda tandanya setelah hamba itu mujahadah, serius ibadah, serius beramal, serius taat untuk mendapatkannya, tampak jelas selesai malam yang membahagiakan itu, aqidahnya semakin kuat, ibadahnya semakin rajin dan sangat menikmati ibadahnya, akhlaknya semakin mulia, semangat ihyaus sunnah rasulullah, kasih sayang semakin besar pada keluarga dan umat manusia, ketaqwaannya semakin tampak yang diirasakan oleh dirinya, dan perubahan pada dirinya dirasakan oleh keluarganya dan para sahabatnya, dan ia pun mudah menangis karena Allah karena rindu sekali "liqoouhu" berjumpa denganNya, AllahuAkbar.
 
Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa kami dari mulai aqil baliq hingga waktu Engkau wafatkan kami, terimalah amal ibadah kami, taubat kami, berkahi sisa sisa umur kami dalam aktivitas Syariat dan Sunnah NabiMu, berilah pada kami keistimewaan Lailatul Qodar, dan wafatkan kami semua husnul khootimah...aamiin, aamiin, aamiin.
 
Muhammad Arifin Ilham
0 Komentar