Bahagianya jadi Seorang Mukmin

19 November 21:37 | Dilihat : 342
Bahagianya jadi Seorang Mukmin Ilustrasi

Allah berfirman,

يَوْمَ يَأْتِ لاَ تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ

“Ketika hari itu datang, tidak seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.”

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُواْ فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

“Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih”

وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا

“Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga.” (QS.Huud:105,106,108)

Kata As-Sa’adah (Bahagia) hanya dibahas satu kali didalam Alquran, itupun berkaitan dengan surga. Seakan Allah ingin menjelaskan bahwa tidak ada kebahagiaan di dunia, kebahagiaan hanya ada di surga. Kehidupan dunia hanya bisa memberikan potongan kecil dari kebahagiaan, itupun hanya didapat oleh orang-orang yang berperangai surgawi.

Setiap orang pasti menginginkan hidup bahagia. Ingin lepas dan lari dari semua kesulitan dan kesempitan hidup. Namun banyak orang yang menempuh jalan yang salah dan keliru. Sebagian menyangka bahwa kebahagiaan adalah dengan memiliki harta dan  jabatan. Ada pula yang menyangka memiliki wajah yang cantik dan tampan akan bahagia. Mereka kejar seluruh keinginan semua syahwat nya demi meraih apa itu bahagia. Tapi ternyata tidak sedikit yang sudah meraihnya justru berakhir dengan kehidupan yang sengsara mati membawa banyak beban lagi mengenaskan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda, “Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang beriman dan beramal sholeh, merekalah yang sebenarnya merasakan manisnya kehidupan dan kebahagiaan karena hatinya yang selalu tenang, berbeda dengan orang-orang yang lalai dari Allah yang selalu merasa gelisah. Walaupun mungkin engkau melihat kehidupan mereka begitu sederhana, bahkan sangat kekurangan harta. Namun jika engkau melihat jauh, engkau akan mengetahui bahwa merekalah orang-orang yang paling berbahagia. Perhatikan seksama firman-firman Allah Ta’ala berikut. 

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An Nahl: 97). 

Ini adalah balasan bagi orang mukmin di dunia, yaitu akan mendapatkan kehidupan yang baik. Kebahagian yang walau sifatnya sementara, tapi itulah kebahagian dunia.

Sekali lagi, kebahagiaan sesungguhnya hanya ada di surga. Tapi bukan berarti tidak ada kebahagiaan di dunia. Seseorang bisa mendapat percikan kebahagiaan di dunia jika ia berprilaku seperti calon penghuni surga. Sementara mereka yang berpaling dari Allah, pasti akan jauh dari kebahagiaan dan mengalami kehidupan yang sempit.

Allah Ta'ala, berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ ۥ  مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ ۥ  يَوْمَ الْقِيٰمَةِ أَعْمٰى

"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (QS. Ta-Ha 20: Ayat 124)

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar