Luasnya Ilmu Allah

01 November 06:09 | Dilihat : 474
Luasnya Ilmu Allah Ilustrasi Alquran

Allah Ta'ala, berfirman:

قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمٰتِ رَبِّى لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّى وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِۦ مَدَدًا

"Katakanlah (Muhammad), Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 109)

وَلَوْ أَنَّمَا فِى الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلٰمٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ ۥ  مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللَّهِ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Luqman 31: Ayat 27)

Ayat diatas merupakan analogi untuk menggambarkan betapa luasnya ilmu Allah Azza wa Jalla yang tercermin dalam kalimat-kalimat-Nya, sehingga tidak dapat ditulis oleh pena dan tinta meskipun jumlahnya sangat banyak.

Luas disini tidak terbatas pada Ilmu dan hikmah serta kekayaan, kedermawanan dan kebaikan Allah saja. Tetapi lebih luas dari semua itu dan lebih agung meliputi segalanya termasuk,  Pengetahuan, rahmat, ketentuan syariat , hikmah dan ampunan dari Allah.

Salah satu contoh misalnya, Tidak layak bagi seorang hamba mengaku bahwa ia telah menguasai semua bidang ilmu, dan merasa tidak ada yang sepertinya atau lebih darinya. Karena perasaan ini akan menjadi penghalang baginya untuk menerima kebenaran dari orang lain yang pada hakikatnya kebenaran tersebut datang dari Allah Azza wa Jalla 

Dari ar-Rabi’ bin Anas rahimahullah, “Sesungguhnya perumpamaan ilmu semua manusia jika dibandingkan dengan ilmu Allah Azza wa Jalla itu ibarat setetes air dari banyak lautan, dan hal itu telah dijelaskan oleh Allah Azza wa Jalla dalam firmanNya…”,[HR.Muslim], kemudian beliau menyebutkan ayat di atas.

Tidak ada batasan untuk sifat (Luas) ini. Tidak hanya untuk sifat ini saja keluasan Allah itu. Allah juga luas dalam kekuasaan dan kesabaran . Dan al Wasi’ salah satu asma Allah, adalah yang tak terhingga kekuasaan, kebaikan, kekayaan, pemberian, kesabaran dan rahmatNya. Tak seorang pun yang namanya makhluk yang menyandang sifat dalam pengertian yang sesungguhnya seperti itu selain Allah. Kasih sayang, kebaikan, kekayaan dan kesabaran hamba itu meski agung, tapi ada batasnya.

Diantara Sifat Maha Luas ini membukakan pintu keluar yang cukup lebar ketika cobaan dan kesulitan menghadang. Setan membisikkan hal yang buruk ke dalam hati manusia untuk mengalihkan mereka dari taat kepada Allah. Setan membisikkan rayuan untuk pelit dan enggan untuk berinfak agar tidak jatuh miskin. Lalu hati hamba pun terbuka akan keluasan rezki Allah itu dan tersingkirkan bisikan setan tersebut. 

Allah Ta'ala, berfirman:

الشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَآءِ  ۖ  وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا  ۗ  وَاللَّهُ وٰسِعٌ عَلِيمٌ

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 268)

Air yang Allah turunkan, yang mengalir di sungai dan seluruh dunia. Tumbuhan, pepohonan dan buah yang Allah keluarkan. Dan ombak di lautan. Ombak di lautan luas dan dalam. Pada semuanya itu adalah kebaikan-kebaikan yang tidak pernah disadari oleh umat manusia. Hanya hamba yang ‘melihat’ saja yang mengetahuinya. Termasuk diantaranya juga kelebihan kelebihan yang Allah berikan kepada sebagian makhluk-Nya. 

Wallahu a'lam
 
Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar