Hijrah karena Allah

25 Oktober 05:07 | Dilihat : 479
Hijrah karena Allah Ilustrasi anak muda yang tobat

Keinginan untuk menjadi lebih baik itu adalah hal yang semua orang pasti menginginkannya. Karena tak ada orang muslim yang berharap meninggalnya dalam keadaan Su’ul Khatimah. Itu sebabnya Allah memerintahkan kita dalam firmanNya dalam Alquran untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.

Hijrah adalah jembatan untuk kita meraih kebaikan yang dimaksud, meski kadang jalannya tak semudah yang kita kira. Namun untuk selalu menjadi baik dari hari kehari menjadi tantangan tersendiri bagi seorang yang mau berhijrah.

Allah Ta'ala, berfirman:

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِى الْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً  ۚ  وَمَنْ يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ ۥ  عَلَى اللَّهِ  ۗ  وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 100)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap manusia pernah berbuat salah. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.” (HR. Tirmidzi no. 2499; Ibnu Majah, no. 4251; Ahmad, 3: 198. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kata Ibnu Rajab dalam Fathul Barinya, yang dimaksud at-tawwabun adalah:

أَيْ الرَّجَّاعُونَ إِلَى اللَّهِ بِالتَّوْبَةِ مِنْ الْمَعْصِيَةِ إِلَى الطَّاعَةِ .

“Orang yang mau kembali pada Allah dari maksiat menuju ketaatan.“ Artinya, mau berhijrah dari maksiat dahulu menjadi lebih baik saat ini.

Dan jangan sampai kita menunda-nunda untuk melakukan hal kebaikan dalam kehidupan kita, segeralah lakukan hijrah jika keinginan itu sudah terasa jelas dalam hati. Agar hidayah juga tidak tertunda menyentuh hati kita, karena dalam melakukan hijrah banyak sekali rintangannya.

Allah Ta'ala, berfirman:

وَسَارِعُوٓا إِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim adalah yang membuat orang-orang muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya. Adapun orang yang berhijrah adalah orang yang hijrah meninggalkan larangan-larangan Allah” (HR. Bukhari)

Termasuk di dalam cakupan hijrah kepada Allah adalah dengan mengikuti aturan dan hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya bagi umat manusia. Baik aturan itu menyangkut masalah ibadah/ritual, akhlak/perilaku, mu’amalah, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Sebab Islam adalah ajaran yang lengkap dan sempurna, meliputi berbagai sisi kehidupan. Dengan tunduk kepada hukum-hukum Allah akan mendatangkan hidayah, ketentraman dan keselamatan, di dunia dan di akhirat.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar