Pentingnya Sebuah Nasihat

19 Oktober 06:27 | Dilihat : 515
Pentingnya Sebuah Nasihat Ilustrasi penceramah asal Pekanbaru yang video nasihatnya banyak beredar, Ustaz Abdul Somad

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قَالُوْا: لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: ِللهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَِلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ أَوْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ.

“Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat. Mereka (para Sahabat) bertanya: ‘Untuk siapa, wahai Rasulullah?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Imam kaum Muslimin atau Mukminin, dan bagi kaum Muslimin pada umumnya.”  (HR. Muslim, Abu Dawud, an-Nasa-i, Ibnu Hibban)

Dalam memahami sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “agama itu nasihat”, para ulama berbeda pendapat; ada yang mengatakan bahwa semua ajaran agama Islam tanpa terkecuali adalah nasihat. Sebagian ulama yang lain menjelaskan maksud dari hadits ini adalah bahwa sebagian besar ajaran agama Islam terdiri dari nasihat.

Allah Ta'ala, berfirman:

أُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّى وَأَنْصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

"Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 62)

Dengan adanya nasihat, agama Islam akan senantiasa termanifestasi dalam jiwa kaum Muslimin. Namun, apabila nasihat itu tidak ada, kehancuran akan menimpa kaum muslimin dalam setiap aspek kehidupannya.

Upaya tersebut selalu diusahakan oleh setiap pribadi muslim, agar mereka menjadi yang terbaik untuk dirinya, sesama umat manusia dan makhluk-Nya, di samping untuk-Nya (memiliki kesalehan horisontal dan vertikal) di mana pun dan kapan pun dia berada.

إِنَّ الْإِنْسٰنَ لَفِى خُسْرٍ

"Sungguh, manusia berada dalam kerugian," (QS. Al-'Asr 103: Ayat 2)

إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-'Asr 103: Ayat 3)

Nasihat selalu diserukan oleh seluruh kaum muslim maksudnya memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi mereka dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup aib dan cacat mereka, menghindarkan diri dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma’ruf dan mencegah mereka berbuat kemungkaran dengan sikap santun, ikhlas dan kasih sayang kepada mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka, menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi hak miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana dia sendiri tidak menyukainya, melindungi harta dan kehormatan mereka dan sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan kepada mereka menerapkan perilaku-perilaku tersebut diatas.

Pintu Hidayah selalu Allah Ta'ala tebarkan diseluruh muka bumi, tapi tidak semua Allah kehendaki untuk menerimanya, jika nasehat datang maka ambil dia jangan sampai berlalu dengan sia sia, karena diantara yang menyelamatkan kita adalah nasihat mulia dari agama ini.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar