Proyek Pembengkokan Akidah Demi Menggebuk yang Lurus

05 Oktober 18:20 | Dilihat : 1222
Proyek Pembengkokan Akidah Demi Menggebuk yang Lurus Hartono Ahmad Jaiz

Hartono Ahmad Jaiz
Mubaligh, Penulis Buku-buku Keislaman, tinggal di Jakarta

 

"...Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang  yang tidak percaya akan adanya hari akhirat." [Hud: 18-19]

Bila yang jahat, yang sesat, yang bengkok, yang kafir, yang musyrik, yang munafik, yang serakah, yang mata duitan cinta dunia dan yang jelek-jelek lainnya bersimaharaja; maka  yang lurus justru diupayakan sekuat tenaga untuk dibengkokkan. 

Untuk apa?

Untuk dijadikan bengkok seluruhnya, biar sama dengan mereka yang bengkok, hingga tidak menghalangi mereka yang bengkok, serta tidak menjadikan yang bengkok itu tampak bengkok. Makanya yang tidak mau dibengkokkan, tetap akan dibengkokkan... dan bila tetap lurus maka akan digebuk. Jadi mana-mana yang kira-kira mudah dibengkokkan, itu digarap lebih dulu. Dan itu sambil untuk menggebuk yang lurus.

Kenapa perlu membengkokkan sebagian yang lurus dulu, kalau hanya untuk menggebuk yang lurus?

Ya harus setahap demi setahap. Tidak langsung  tendang gabrus, tabok jebret, gebuk dhar... Tidak. Harus pakai tahapan, step by step, kata orang. Karena kalau langsung jedar-jeder begitu saja, dengan grubak-grubuk tanpa  tahapan, maka semua  yang setuju kepada yang lurus  akan membela yang lurus. Kadar pembelaan itu walau hanya sekadar simpati, ikut prihatin dan sebagainya, namun akan dianggap menambah kekuatan bagi yang lurus. Oleh karena itu, perlu dibengkokkan mana-mana yang bisa dibengkokkan. Nah, kalau sudah satu persatu dibikin bengkok, nanti tinggal digebuk lah itu yang tetap lurus. Baik dengan menggunakan yang sudah dibengkokkan itu maupun tanpanya. Toh yang sudah dibengkokkan itu nantinya tidak akan bereaksi apa-apa ketika yang lurus digebuk.

Kira-kira sekarang tahap pembengkokan itu sampai mana?. Ya sudah sampai ke mana-mana. Dan mana saja yang masih kelihatan lurus akan jadi sasaran pembengkokan, atau sasaran digebuk.

Kenapa yang satu dibengkokkan dan yang satu digebuk?

Kalau digebuk semuanya,  maka  tidak efisien. Anggarannya gak bisa ditilep banyak. Dan hasilnya lebih banyak kerugiannya, baik materi maupun tenaga dan lainnya. Tapi dengan sebagian cukup dibengkokkan saja, dengan misalnya dikucuri recehan seberapa kek gitu, kan beres. Efisien. Dan itu sudah bisa dikategorikan sebagai alat untuk menggebuk yang lurus. Paling kurang, sudah tersetel untuk jadi musuh dari yang lurus.

Mereka itu menirukan siapa, kok sebegitu semangatnya dalam membengkokkan?

Menirukan orang-orang terdahulu yang hingga diutus para Rasul kepada mereka, namun justru para Rasul Allah dianggap akan meluruskan yang sudah bengkok, maka harus digebuk ramai-ramai. Contohnya, Nabi Syu’aib bilang kepada kaumnya untuk meluruskan mereka, namun disikapi dengan begitu galaknya. Dalam Al-Qur’an dikisahkan ketika Nabi Syu’aib meluruskan kaumnya. 

"Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka dan kaum Syu´aib yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu´aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syu´aib: "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya? [Al A'raf: 86-88]

Nabi Syu’aib dan pengikutnya yang beriman itu digebuk dengan kata-kata  bahkan akan diusir dari tempat/ kampung mereka.

Yang ditiru oleh pra pembengkok adalah orang-orang kafir lagi sombong yang menentang para Nabi Allah yang diutus untuk meluruskan kehidupan mereka. Namun mereka yang kedatangan utusan Allah untuk diselamatkan itu justru berupaya membengkokkan jalan para Nabi, menghalangi, bahkan berupaya menggebuk, memusuhi, membunuh, mengusir dan sebagainya.

Kalau begitu, setelah kita tahu kisah di Al-Qur’an, lalu kita tarik ke masa kini; kenyataannya ada pihak-pihak yang tadinya lurus, tapi kemudian mau untuk dibengkokkan, itu betapa bodohnya mereka itu ya?

Ya, secara pandangan yang lurus, betapa bodohnya mereka itu. Tetapi secara pandangan bengkok, maka betapa bodohnya orang-orang yang masih mau saja untuk lurus. Sehingga (buktinya) ada dedengkot yang sudah berhasil dibengkokkan, keceplosan bilang (dan videonya tersebar) bahwa jemaatnya  yang tidak mau merayakan suatu perayaan bikinan aliran sesat syiah, dia nyatakan goblok-goblok. Jadi jemaatnya sendiri pun kalau masih lurus ya dikatakan goblok.

Lihat video ini:  

Kok bisa?

Ya, itulah ketika yang jahat, yang sesat, yang bengkok, yang kafir, yang musyrik, yang munafik, yang serakah, yang mata duitan cinta dunia dan yang-yang jelek lainnya bersimaharaja; maka  yang lurus dianggap goblok. Maka (yang lurus itu) harus digebuk. 

Berbahagialah orang-orang yang dianggap goblok, dijadikan sasaran gebuk, dan tidak berhasil dibengkokkan. 

Dan celakalah yang tadinya lurus tapi berhasil ditekuk dan dibengkokkan. Lebih celaka lagi, sudah jadi bengkok, masih pula dijadikan alat demi menggebuk yang masih lurus. Celaka bin celaka.

Itulah di dalam hadits, bahwa yang paling bahagia di akhir zaman menjelang Kiamat adalah Luka’ bin Luka’ 
Imam Ahmad dan At-Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Hudzaifah Radhiyallahu Anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang bersabda,

"Hari kiamat tidak terjadi hingga manusia yang paling bahagia di dunia ialah Luka' bin Luka'." (Diriwayatkan Imam Ahmad 5/389 dan At-Tirmidzi hadits no.2209 yang menghasankannya. Hadits tersebut mempunyai hadits penguat dan menjadi shahih dengannya. Baca hadits tersebut di Ibnu Hibban hadits no. 6721).

Di hadits lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Hari Kiamat tidak terjadi hingga orang-orang munafik menjadi pemimpin di setiap kabilah". (Diriwayatkan Ath-Thabrani dan Al-Bazzar hadits no.3416 dari Abu Mas'ud). 

Dalam Shahih Al-Hakim disebutkan hadits dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhuma secara marfu',

"Sesungguhnya di antara tanda-tanda Hari Kiamat ialah orang-orang pilihan direndahkan, sedang orang-orang jahat diangkat".

(Diriwayatkan Al-Hakim di Shahih-nya 4/554-555 dan menshahihkannya dengan disetujui Adz-Dzahabi. Hadits tersebut juga diriwayatkan Ath-Thabrani. Al-Haitsami berkata di Majmauz Zawaid 7/326, "Para perawi hadits tersebut adalah para perawi shahih"). (lihat Terpilihnya Orang Bodoh Menjadi Pemimpin Merupakan Tanda Kiamat, Muhammad Ismail  Wednesday, March 6, 2013  Renungan, zilzaal.blogspot.sg).

Luka bin luka*

Dan diriwayatkan dari Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Artinya: "Diantara tanda-tanda telah dekatnya hari Kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka’ bin Luka’ (orang yang bodoh dan hina). Maka sebaik-baik manusia pada hari itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia.” [Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Thabrani dalam Al-Ausath dengan dua sanad, dan perawi-perawi salah satu sanadnya adalah perawi-perawi kepercayaan” Majma’uz Zawaid 7 : 325]

Hadits-hadits itu merupakan tanda qiyamat, dan kini kemungkinan sudah tampak nyata.

Betapa celakanya yang berhasil dibengkokkan lalu jadi alat penggebuk terhadap yang masih lurus. Celaka bin celaka lah hakekatnya, tapi hidupnya justru paling bahagia. Karena yang mendukungnya adalah yang bengkok-bengkok, ekstrimis anti lurus alias anti Islam, plus keranjingan cinta dunia.

Benarlah firman Allah ta’ala: "...Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh." [Ibrahim: 2-3].

Wallahu a’lam bisshawab.

Catatan kaki:
*Luka’ menurut bangsa Arab ialah budak, kemudian kata ini digunakan untuk menunjukkan kebodohan dan kehinaan, yaitu orang yang hina dan tercela. Kadang-kadang kata Luka’ ini digunakan untuk anak kecil. Jika kata Luka’ ini digunakan untuk orang dewasa maka yang dimaksud ialah orang yang kecil ilmu dan akalnya. (lihat An-Nihayah Fii Gharibil Hadits 4 : 268]. (Sumber: Al-Manhaj) Sumber:  http://www.islampos.com/siapa-luka-bin-luka-85413/

0 Komentar