Jangan Lelah dalam Berdakwah

07 Desember 08:28 | Dilihat : 230
Jangan Lelah dalam Berdakwah Ilustrasi pemuda hijrah

Dakwah itu tugas para Nabi dan Rasul yang mulia, karena jabatan ini yang memberikan Allah Ta'ala kepada para wali waliNya. Jadi jangan merasa jenuh futur apalagi bosan dalam perjuangan dakwah kita, jangan baru diberi ujian sedikit sudah melemah. Tengok lah para Nabi dan manusia manusia pilihan Allah yang mengemban risalah ini. Bukan hanya sekedar ujian urusan perut saja, tapi nyawa pun mereka korbankan demi pekerjaan yang mulia ini yaitu Dakwah.

Di dalam alquran, Allah menyebutkan figur-figur yang patut diteladani seorang Muslim karena keikhlasannya dalam berdakwah. Mereka adalah nabi-nabi Allah, orang-orang pilihan yang membawa risalah dari Allah untuk disampaikan kepada kaumnya.

Ajakan dan dakwah yang dilakukan para anbiya tentu bukan hal yang ringan. Meski menjadi orang pilihan Allah, tak jarang mereka menemukan banyak rintangan dan ujian dalam berdakwah.

Setiap Nabi dan Rasul berupaya dengan segala daya untuk berdakwah dan mengajak manusia kepada jalan Allah. Karena dakwah adalah pekerjaan yang paling mulia diantara pekerjaan yang lain.

Di antara buktinya dapat kita lihat dalam surat Nuh yang menggambarkan upaya keras Nabi Allah ini selama 950 tahun. Dia menyeru kaumnya pada siang dan malam hari dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, menggunakan segala cara targhib dan tarhib dengan janji dan ancaman, terus menerus membuka akal pikiran kaumnya dan mengarahkannya kepada ayat-ayat Allah di seluruh jagad raya tetapi manusia selalu menolaknya.

Allah Ta'ala, berfirman:

قَالَ نُوحٌ رَّبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِى وَاتَّبَعُوا مَنْ لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهُ ۥ  وَوَلَدُهُ ۥ ٓ إِلَّا خَسَارًا

"Nuh berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya," (QS. Nuh 71: Ayat 21)

Demikian yang terjadi dengan kaum ‘Ad. Berbagai cara ditempuh oleh Nabi Hud mengajak kaumnya untuk bertakwa kepada Allah. Nabi Hud berkata, “Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.” (QS Asy-Syu’ara [26]:127).

Demikian pula Muhammad Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, beliau sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir juga mengemban misi dakwah, Suatu Tugas yang mulia yang Allah perintahkan kepada beliau untuk ummat manusia seluruhnya yang ada di permukaan bumi.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Allah Ta'ala, berfirman:

قُلْ هٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا إِلَى اللَّهِ  ۚ  عَلٰى بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ اتَّبَعَنِى  ۖ  وَسُبْحٰنَ اللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

"Katakanlah (Muhammad), Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik." (QS. Yusuf 12: Ayat 108)

Allah Ta'ala, berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?" (QS. Fussilat 41: Ayat 33)

Maka tugas dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim. Setiap pribadi muslim yang telah baligh dan berakal, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kewajiban untuk mengemban tugas dakwah. Setiap individu dari umat Islam dianggap sebagai penyambung tugas Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam untuk menyampaikan dakwah.

Berdakwah adalah tugas mulia dalam pandangan Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga dengan dakwah tersebut Allah menyematkan predikat khoiru ummah (sebaik-baik umat) kepada umat Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar