Sabar Membawa Berkah

10 November 05:38 | Dilihat : 476
Sabar Membawa Berkah Ilustrasi

Sabar adalah pedang yang tidak akan tumpul, tunggangan yang tidak akan tergelincir dan cahaya yang tidak akan padam. Akan tetapi sabar tidaklah semudah ketika kita mengucapkannya. Jika tidak, Allah tidak akan memberikan pahala yang besar untuk orang-orang yang bersabar.

Allah Ta'ala,  berfirman:

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ  ۚ  لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِى هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ  ۗ  وَأَرْضُ اللَّهِ وٰسِعَةٌ  ۗ  إِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 10)

Saat-saat susah dan sempit adalah bagian tak terelakkan dalam hidup, dan butuh sabar untuk keluar darinya menuju suasana yang lapang dan bahagia.

Hakikat sabar sebenarnya adalah bagian dari perangai unggul yang dapat mencegah dari berbuat buruk, dan sabar adalah satu kekuatan jiwa yang dengannya memperbagus keadaan serta meluruskannya. demikian ungkap Imam Ibnul Qayyim.

Selain itu, ada banyak ungkapan Ulama dan orang Shalih tentang sabar, namun yang disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim seolah telah cukup mengemas hakikatnya. Dalam penjelasan lainnya, Beliau juga berkata; “Sesungguhnya bagi Allah ada kewajiban atas segenap hambaNya agar beribadah dalam keadaan baik dan dalam keadaan sebaliknya. Maka wajib dan harus bagi setiap hamba membaguskan diri ketika dalam keadaan baik dengan cara bersyukur, dan membaguskan diri manakala dalam keadaan susah dengan bersabar.”

Bersabar dari maksiat yang dilakukan lisan adalah bagian sabar yang terberat, karena kuatnya dorongan dan kemudahan ada dalam berbicara, seperti ghibah, namimah (menyampaikan pembicaraan kepada orang lain dengan tujuan merusak walau pun ucapan itu benar), berbohong, berdebat, memuji diri sendiri dengan gestur tubuh dan bahasa atau secara terang-terangan, menjatuhkan orang yang dibencinya dan memuji muji orang yang disukainya dan lain sebagainya. Saat itu kekuatan dorongan berbicara telah menyatu dengan mudahnya lisan untuk berbicara, sehingga bersabar dalam keadaan seperti itu adalah satu tindakan yang sangat berat. Sebab itulah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada Mu’adz; “Tahanlah lisanmu”. (HR.Tirmidzi).

Jangan terkesima dengan keberhasilan seseorang yang anda kagumi, karena dibalik keberhasilan tersebut  ada perjuangan yang panjang dan berisi akan catatan pengorbanan, keringat  dan kesabaran. Tak ada jalan pintas untuk sebuah keberhasilan. Akan lebih baik bila kita kagum atas ketegaran, kegigihan, dan kesabaran seseorang dalam bekerja dan berusaha  karena akan memberikan energy  positif akan keberanian dan memotivasi untuk  bekerja keras dengan kesabaran.

Pohon  besar yang mampu menahan terjangan angin dan badai dikarenakan mempunyai batang dengan akar yang kokok. Untuk tumbuh besar perlu waktu panjang, hari, bulan, dan tahun dengan hujan dan panas. Bukan sehari atau semalam untuk menumbuhkan pohon yang besar dan kuat. Oleh karena itu dengan kerja keras dan kesabaran kita akan meraih keberhasilan dan keberuntungan yang kokoh dengan keberkahan dari Allah Ta'ala.

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 200)

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar