Ceria dalam Ketaatan

27 Oktober 09:07 | Dilihat : 615
Ceria dalam Ketaatan Ilustrasi aksi bela Islam

Allah Ta'ala, berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

"Katakanlah (Muhammad), Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus 10: Ayat 58)

Diayat yang lain, Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقٰمُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati." (QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 13)

أُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ الْجَنَّةِ خٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 14)

Mengapakah seorang mukmin gembira apabila melakukan kebaikan? Karena dia mengetahui sekecil mana kebaikan yang dilakukannya pasti dilihat dan dicatat oleh Allah Subhanahu wata’ala. 

Allah Ta'ala, berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ 

"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Az-Zalzalah 99: Ayat 7)

Bagi Allah Azza Wa Jalla, sebagaimana dijelaskan ayat di atas, tidak ada tempat di akhirat kelak, yang layak bagi orang-orang yang istiqamah menempuh jalan ke ta'atan dan dakwah, sebagai petunjuk dan pedoman hidup, kecuali surgaNya. Inilah balasan yang setimpal, yang didapatkan orang-orang yang tegar, tetap teguh, di tengah badai ujian, fitnah, yang setiap saat, setiap waktu, datang menghadang. 

Sementara, di dunia orang istiqamah dalam ke taatan dan berdakwah, akan selalu diliputi rasa gembira, tidak perlu bersedih. Allah Subhanahu wata’ala telah menjanjikan kehidupan yang layak, baik di dunia maupun di akhirat. Kebahagiaan hidupnya berada di atas tanggungan, dan jaminan Allah. hidupnya selalu membawa berkah, bermanfaat, bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, serta umat Islam secara keseluruhan. 

Allah Azza wajalla akan memberinya rezki, yang melimpah, dari arah yang tidak disangka-sangka. 

Dari Anas Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda :

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً ، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، لَـمْ تُكْتَبْ شَيْئًا فَإِنْ عَمِلَهَا ، كُتِبَتْ سَيِّـئَةً وَاحِدَةً.

Barangsiapa menginginkan kebaikan kemudian tidak mengerjakannya, maka satu kebaikan ditulis untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, maka sepuluh kebaikan ditulis baginya. Dan barangsiapa menginginkan kesalahan kemudian tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis apa-apa baginya. Jika ia mengerjakan kesalahan tersebut, maka ditulis satu kesalahan baginya. (HR. Muslim no. 162)

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar