Diantara Tanda Kebahagiaan

02 Oktober 06:46 | Dilihat : 621
Diantara Tanda Kebahagiaan Ilustrasi

Imam As-Syathiby rahimahullah berkata :

من علامات السعادة على العبد : تيسير الطاعة عليه، وموافقة السنة في أفعاله، وصحبته لأهل الصلاح، وحسن أخلاقه مع الإخوان، وبذل معروفه للخلق، واهتمامه للمسلمين ، ومراعاته لأوقاته

Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba ialah :
1. Dimudahkan baginya ketaatan
2. Menyesuaikan sunnah dalam perbuatan-perbuatannya.
3. Pertemanannya dengan orang-orang shaleh.
4. Baik akhlaknya ke saudara-saudaranya.
5. Mencurahkan kebaikannya bagi semua makhluk.
6. Perhatiannya terhadap kaum muslimin.
7. Pandai menjaga waktunya.

(Al-I’tishom, 2 : 152)

Sesungguhnya seorang manusia apabila diberikan anugerah taufik oleh Allah Ta’ala untuk melakukan ketaatan kapada-Nya hendaklah ia memuji Allah atas karunia tersebut dan mensyukurinya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam hadits qudsi:

فَمَنْ وَجَدَ خَيْراً فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُوْمَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ.

“Barangsiapa yang mendapatkan kebaikan maka hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu (keburukan) maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri. (HR. Muslim no: 2577).

Apabila seseorang dimudahkan dalam melakukan ketaatan, maka ketauhilah itu merupakan taufik dan anugerah Allah Ta’ala kepadanya.

Selain taufik dan Anugerah ketaatan kepada Allah, maka diberikan juga kecintaan sekaligus keinginan mengikuti apa apa yang Rasulullah contohkan, tidak dianggap suatu anugerah dan taufik jika diantara salah satu dari keduanya ditinggalkan atau sebaliknya. Sebagaimana Allah Ta'ala, berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ  ۗ  وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 31)

Ibnul Qayyim berkata dalam Madarijus Salikin:

ولا يحبك الله إلا إذا اتبعت حبيبه ظاهرًا وباطنًا، وصدقته خبرًا، وأطعته أمرًا، وأجبته دعوة، وآثرته طوعًا، وفنيت عن حكم غيره بحكمه، وعن مَحبة غيره من الخلق بمحبته، وعن طاعة غيره بطاعته، وإن لم يكن ذلك فلا تَتَعَنَّ، وارجع من حيث شئت، فالتمس نورًا فلست على شيء

“Allah tidak akan mencintaimu kecuali engkau mengikuti Habibullah (Rasulullah) secara lahir dan batin, membenarkan sabdanya, mentaati perintahnya, menjawab dakwahnya, mengikuti jalan hidupnya, mendahulukan hukum beliau dibandingkan dengan hukum lain, mendahulukan cinta kepada beliau diatas cinta kepada yang lain, mendahulukan ketaatan kepada beliau dibandingkan kepada orang lain. Kalau engkau tidak demikian, maka tidak ada gunanya. Coba saja lakukan apa yang dapat menggapai cinta Allah menurut caramu sendiri. Engkau mencari cahaya namun tidak akan mendapatkannya”.

Buah dari seluruh kecintaaan Allah kepada hambanya, akan diberikan segala perlindungan naungan,Allah akan membelanya jika ada yang memusuhi  dan memeranginya, bahkan segala perilaku gerak tubuh dan hatinya ada peran Allah disitu, sungguh inilah kebahagian hakiki yang kelak akan diperolehnya karena hanya ini target dari kecintaan yaitu Ridho Allah.

Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaih Wasallam bersabda:

إن الله قال: من عادى لي وليًّا، فقد آذنته بالحرب، وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضته عليه، وما يزال عبدي يتقرَّب إلي بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورجله التي يمشي بها، وإنْ سألني لأعطينه، ولئن استعاذ بي لأعيذنه، وما ترددت عن شيء أنا فاعله ترددي عن نفس المؤمن يكره الموت، وأنا أكره مساءته

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Tidak ada yang lebih aku sukai dari seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku, kecuali ia melakukan hal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan sesungguhnya hamba-Ku dengan sebab senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, Aku pun mencintainya. Maka bila aku telah mencintainya Aku menjadi pendengarannya, yang ia mendengar dengannya. Aku menjadi penglihatannya, yang ia melihat dengannya. Aku menjadi tangannya yang ia memukul dengannya. Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Bila meminta perlindungan kepada-Ku maka aku akan melindunginya. Bila ia menolak sesuatu yang dibenci oleh dirinya, Akulah yang melakukannya. Dan seorang mukmin itu benci kematian yang jelek, maka Akulah yang menghindarkannya” (HR. Bukhari)

Mustahil point point diatas bisa dilakukan oleh seorang hamba, kecuali Allah mencintainya, Allah sudah Ridho kepada hamba tersebut, maka marilah kita gapai point point diatas dengan selalu ikhlas mentaati apa apa yang Allah dan Rasul tetapkan dan selalu tetap istiqomah menjalankannya.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar