Ketika Ujian Hidup Kian Berat

18 Maret 06:29 | Dilihat : 1274
Ketika Ujian Hidup Kian Berat ilustrasi

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

وإذا عظمت المحنة كان ذلك للمؤمن الصالح سببا لعلو الدرجة وعظيم الأجر.

"Jika ujian semakin berat, hal itu bagi seorang mu'min yang shalih merupakan sebab ketinggian derajat dan besarnya pahala." (Al-Istiqamah, 482)

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Semakin kuat iman, semakin berat cobaan, namun semakin Allah cinta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa ridho, maka Allah pun ridho. Dan barangsiapa murka (tidak suka pada cobaan tersebut, pen), maka baginya murka Allah.” (HR. Tirmidzi no. 2396, dari Anas bin Malik. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini) hasan shahih.

Ketika merasa ujian hidup yang kita jalani ini begitu berat jangan putus asa dan harap. Sungguh, Allah tidak akan mencoba seorang hamba tanpa ada tujuannya. Allah juga tidak mungkin menguji seorang hamba diluar batas kemampuannya.

Tetaplah selalu optimis dan percaya kepada Allah Ta'ala, bahwa dengan ujian yang terasa berat itu jika sabar kita akan mendapatkan kebaikan yang akan dijumpai di akhirat kelak nantinya.

Allah ta'ala juga tidak menciptakan dunia dan segala isinya dengan sia-sia. Karena Semua pasti ada hikmahnya, begitu pula masalah yang kita hadapi saat ini pasti ada solusi jika kita bersabar selalu intropeksi diri dan percaya kepada Allah ta'ala.

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

0 Komentar