Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Umat Islam Wajib Tolak Obama - Umat Islam Wajib Tolak Obama Monday, 08 March 2... | Obama, Yang, Indonesia

Umat Islam Wajib Tolak Obama

alt”Blinded by The Light”, buta karena cahaya. Ungkapan David Olive, seorang jurnalis Kanada ini sesuai untuk menggambarkan sikap mayoritas umat Islam yang mengharu biru menggantungkan harapan pada Obama.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 20-22 Maret 2010. Selain di Jakarta, Obama juga berencana berkunjung ke Yogyakarta.

"Obama di Indonesia tanggal 20-22 Maret. Selain ke Jakarta juga ke Yogyakarta, Borobudur. Tapi itu masih kemungkinan," ujar Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Kamis (11/2).

Di Jakarta, tambah Menkopolhukam Djoko Suyanto, Obama dijadwalkan akan mengunjungi TMP Kalibata, kemudian ada courtesy call (kunjungan kehormatan) ke Presiden SBY yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral, beserta jamuan makan malam bersama.

"Akan ada sesi nostalgia Pak Obama di Menteng. Kita juga sedang mengatur presidential speech untuk tempatnya kita sedang mencari agar semua bisa mengikuti," tuturnya.

Pada hari Kamis (4/2) yang lalu, Tim Advance Obama telah mensurvey beberapa tempat yang akan dikunjungi Obama seperti SDN O1 Menteng, Jakarta Pusat serta Universitas Gadjah Mada dan Balai Yasa Yogyakarta.

Sambut dengan ramah?
Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi menanggapi positif rencana kedatangan Presiden kulit hitam pertama AS itu. "Kehadiran Obama itu cukup bagus untuk Indonesia, karena Obama menawarkan pemulihan hubungan AS dengan dunia Islam setelah mengalami ketegangan pada era George Bush," katanya di Surabaya, Sabtu malam (6/2).

Menurut Presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religions for Peace-WCRP) itu, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia merupakan etalase Islam secara internasional.


Hasyim menilai Obama berhasil memperbaiki hubungan antara dunia Barat dengan dunia Islam yang sebelumnya tegang di era pemerintahan Bush.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berpendapat senada. Menurutnya kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia tidak perlu disikapi secara sinis dan negatif. Bahkan ia menyatakan tidak sepakat jika ada demo penolakan.

"Umat Islam di tanah air harus menerima kedatangan Obama dengan terbuka dan ramah. Bangsa Indonesia harus menunjukkan jati dirinya di dunia internasional sebagai bangsa yang bermartabat," katanya di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Sabtu (6/2).

"Siapapun tamu negara itu terlepas dari sikap politiknya bagaimana dan dari negara mana, kita harus menyambutnya dengan ramah," tambahnya.

Ia mengatakan, kedatangan Obama merupakan momentum penting untuk bangsa Indonesia, dalam hal ini bagi umat Islam. Saat Obama di Indonesia, umat Islam dapat membuktikan tentang Islam yang sebenarnya di mata internasional.

"Oleh karena itu, kita tidak perlu menolak kedatangan Obama. Justru kita bisa memanfaatkannya untuk mengungkapkan aspirasi umat Islam Indonesia, karena seluruh mata dunia akan tertuju kepada kita saat Obama di negeri ini," katanya.

Alasan menghormati tamu dulu juga pernah disampaikan oleh Menteri Agama RI Maftuch Basyuni di penghujung tahun 2006. Dalilnya adalah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: ”Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamu”. Kala itu umat Islam Indonesia yang dimotori oleh Forum Umat Islam (FUI) dengan membentuk Koalisi Ganyang Bush (KGB) sepakat untuk menolak kedatangan Bush.

Tetapi benarkah Obama adalah tamu yang harus disambut dan dihormati?.

Blinded by The Light   
Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab berpendapat lain. Menurutnya tidak pantas umat Islam menyambut kedatangan Obama  dengan senyum. ”Tapi berikan dia ’tamparan’ yang memalukan”, ungkapnya.

Kedatangan Obama ke Indonesia disinyalir oleh Habib Rizieq erat kaitannya dengan posisi para antek Neolib yang sudah berada di ujung tanduk.

”Mereka ingin mengamankan anteknya untuk kepentingan global mereka. Di samping itu, Obama ingin "carmuk" kepada umat Islam untuk menutupi kejahatan AS terhadap Irak dan Afghanistan”, jelas salah satu Ketua Rabithah Alawiyah ini.

Tentang sikap sebagian pimpinan umat di Indonesia yang hingga kini masih menyimpan harapan pada Obama, sangat disayangkan oleh mantan Ketua Koalisi Ganyang Bush (KGB) Munarman, SH.

Menurut Munarman, umat Islam dan pimpinan umat Islam sepertinya masih belum sadar bahwa relasi dengan Amerika itu adalah bersifat sistemik. ”Obama itu hanya salah satu wayang yang sedang dimainkan setelah Bush. Di belakang aktor-aktor tersebut ada sebuah sistem yang sangat berbahaya bagi kehidupan umat manusia yang bekerja di belakang layar” jelas Direktur An Nashr Institute ini.

Dalam bahasa lain, seorang jurnalis Kanada yang kerap memenangkan penghargaan penulisan, David Olive, menyebut fenomena ini sebagai blinded by the light (buta karena cahaya). Umat Islam sangat terkesima dengan kemenangan Presiden yang disebut Noam Chomsky sebagai ”Jelmaan Bush versi 2.0” dan menggantungkan harapan kepada orang yang dijuluki oleh Abner Mikva (tokoh Zionis, penasihat Gedung Putih di era Clinton) sebagai ”America’s First Jewish President” itu.

Pengamat kebijakan publik Ichsanudin Noorsy mempunyai pandangan senada. Menurutnya kedatangan Obama ke Indonesia membawa agenda tersembunyi. Karenanya  Noorsy meminta agar Indonesia berhati-hati terhadap rencana kedatangan Presiden AS  itu. "Mereka (AS) pasti punya banyak kepentingan dengan Indonesia," kata Noorsy.


Dari sudut pandang politik ekonomi, kepentingan AS di Indonesia sangatlah besar. Apalagi terkait suhu politik di Indonesia yang sedang memanas akibat Skandal Century. Kedatangan Obama diduga oleh Ketua Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan, untuk mengamankan posisi Wapres Boediono dan Sri Mulyani. Karena kedua orang itu adalah kepanjangan tangan AS dalam menjalankan agenda liberalisasi ekonomi di Indonesia.

Selain itu, AS juga ingin mempertahankan dominasi penguasaan Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia melalui perusahaan-perusahan seperti Freeport, Exxon Mobil, Shell, dan sebagainya.

“Obama juga ingin memastikan Indonesia tetap berutang kepada World Bank, ADB, dan sebagainya. Lewat utang itu AS tetap mencengkeram Indonesia”, tambahnya. Karena itu KAU tegas menolak rencana kedatangan Obama.

Penolakan keras terhadap kedatangan Obama juga dilontarkan oleh pengamat Politik dan Militer Y. Herman Ibrahim. Menurut mantan Kepala Biro Humas Departemen Dalam Negeri ini, kehadiran Obama di Indonesia sebagai negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia adalah pembenar dari operasi besar-besaran (Operasi Mustharak) yang dilancarkan NATO dibawah komando AS di Propinsi Helmand Afghanistan yang dimulai pada hari Sabtu, 13 Februari 2010.  NATO mengatakan, itu adalah operasi terbesar sejak Barack Obama memerintahkan 30.000 tentara Amerika tambahan untuk dikirim ke Afghanistan.

Sementara itu, mantan anggota Angkatan Udara AS (USAF), Jerry D Gray, mengingatkan bangsa Indonesia agar tidak percaya dengan Obama. ”Jangan, sekali lagi jangan percaya Obama. Dia tidak ada niat bagus untuk bantu Indonesia”, katanya.

Jerry beralasan bahwa Obama telah berbohong pada waktu pemilu 2008 di Amerika. Menurutnya, semua janji dalam pemilu masih pending.

”Obama fitnah Iran terus. Dia mau hancurkan Iran. Kenapa?. Iran itu musuh Israel dan Obama. Buktinya lihat di youtube (Obama-AIPAC) tanggal 4 Juni 2008. Dia bilang sendiri, musuh Israel dari Gaza sampai Iran juga musuh dia. Itu membuktikan bahwa Obama teman Israel, nasionalisme Israel, bukan United States. Dia jual roh dia, roh Amerika untuk jadi Presiden. Jadi Obama bukan teman Indonesia. Biarin dulu dia makan bakso di Menteng. Indonesia tidak perlu terima (blood) money dia”, jelasnya panjang lebar.
Menurut Jerry, saat ini tentara Amerika yang berada di Pakistan terus membunuh rakyat sipil hampir setiap minggunya. Di Iraq dan Afghanistan, kurang lebih 90%  penduduknya mati akibat serangan AS dan NATO.

”Dia tidak kelihatan simpatik sama korban ini. Jiwa dia bukan manusia, lebih ke arah iblis. Di mata saya sendiri Obama adalah musuh semua muslim”, ujar lelaki yang punya nama Islam Haji Abdurachman ini.

Penulis buku Demokrasi Barbar Ala Amerika ini melihat maksud kedatangan Obama ke Indonesia sesungguhnya adalah untuk memastikan Indonesia tetap pro Amerika, mendukung Amerika dan membuka pintu investasi bagi para bisnisman Yahudi. Dengan demikian Amerika tetap mengontrol ekonomi Indonesia.

”Amerika mau menghancurkan Islam di Indonesia. Dari dulu sudah jelas Amerika bukan teman Indonesia. Kenapa Indonesia harus dekat sama human rights violator nomor satu di dunia?. Budaya Amerika tidak cocok sama Indonesia. Budaya Amerika tidak cocok sama Islam. Ini negara Islam paling besar di dunia. Kenapa mau dekat dan hormat teman-teman dajjal?. Ini tidak masuk akal saya,” sesal lelaki yang pernah tinggal di AS selama 19 tahun ini.

Tolak Obama!
Di sisi lain, menanggapi beberapa pihak yang menolak adanya demonstrasi penolakan Obama, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath menyatakan hal itu sebagai tindakan yang tidak bijaksana. ”Sebab demo itu dijamin undang-undang. Obama juga bukan sahabat umat Islam”, jelasnya.

Al Khaththath mempunyai catatan merah tentang Obama. Menurut ketua umum Hizb Dakwah Islam (HDI) ini, di awal pemerintahannya ketika Obama datang dan berpidato di Mesir, ia tampak memberi harapan kepada dunia Islam. Tapi ternyata hal itu hanyalah sekedar manuver mencari simpati.


”Buktinya Obama justru menambah pasukan AS di Afghanistan dengan 30 ribu pasukan baru, hingga jumlah pasukan AS pada tahun 2010 ini sekitar 140 ribu tentara, ditambah NATO sekitar 13 ribu tentara”, paparnya.


Di Afghanistan, Amerika Serikat dan NATO telah berperan sebagai agressor dan pembantai umat Islam. ”Sejak sabtu kemarin (12/2) mereka melakukan serangan offensif besar-besaran kepada kaum muslim yang berjihad mempertahankan tanah air dan kehormatan mereka. Jadi secara riil Obama bertanggung jawab atas pembantaian yang dilakukan oleh tentaranya hari ini di Propinsi Helmand Afghanistan”, ungkap al Khaththath. 

Atas semua dosa-dosanya kepada umat Islam itu, Al Khaththath berkesimpulan bahwa sikap yang logis dan syar’i bagi umat Islam di Indonesia adalah menolak kedatangan Obama. 

”Apakah layak kita menyambut kedatangan musuh yang jelas-jelas memerangi umat Islam secara riil hari ini?. Di mana aqidah Islamiyah kita?. Di mana ukhuwah Islamiyyah kita?”, tanyanya. 

Tony Syarqi dalam penutup bukunya “Presiden AS Pertama yang 100% Yahudi” mengungkapkan, apapun kebijakan Obama, sejak awal selalu berorientasi kepada dua kepentingan, AS dan Israel. Bukan karena belas kasihan pada umat Islam. Ibarat pengemudi mobil yang menghindari kubangan air, semata untuk menjaga agar mobilnya tetap kinclong, bukan karena menghindari agar orang lain tak terciprat air comberan itu. Change We Believe In?!
(shodiq ramadhan)



 

Comments (2)
  • Muhhamad blom sunat
    avatar
    KH. Hasyim Muzadi : saya senang dengan pendapat anda yang sangat demokratis dan pendapat anda dapat mengaharumkan citra dan martabat umat muslim di indonesia menjadi lebih baik coba seandainya banyak orang berpikir seperti anda pasti indonesia akan damai.

    Habib Muhammad Rizieq Syihab dan semua orang yang menolak : hey setan alas kau tidak usah ikut campur ,FPI tuh sampah Gw harap ormas2 yang akan membunuh umat kafir akan masuk dalam neraka dan ALLAH ga bakal masukin lu kesurga, dasr FPI BANGSAT
  • maryam chaniago  - kasihan anda bahasa anda tidak mengunakan akal han
    avatar
    coba renungkan ya, bahasa gaul anda, kasihan deh lho...
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   

Last Updated (Monday, 08 March 2010 11:07)

 
PENCARIAN
Advert
TERKAIT