Kerusuhan Ambon: Masyarakat Muslim Harus Waspada
Tukang ojek Darmin Saiman meninggal setelah mengalami kecelakaan di kawasan Kristesn Gunungnona, Kudamati. Polisi mengatakan kecelakaan murni, tapi menurut warga, sejumlah luka di tubuh Darmin mengindikasikan pembunuhan. Kasus ini menyebabkan Ambon membara dilanda kerusuhan, kejadiannya hampir sama persis dengan casus belli konflik Ambon 1999.
Situasi mencekam bernuansa SARA tersulut di kota Ambon Minggu, 11 September ketika dua kelompok warga berlainan agama saling serang di sejumlah kawasan, Batugantung, Waringin, Batumerah, Manggadua, Waihaong, Tugu Trikora, dan Mardika.
Di kawasan Tugu Trikora dua kelompok massa saling berhadap-hadapan bahkan saling serang lemparan batu dan senjata tajam, mengakibatkan puluhan orang luka-luka akibat lemparan batu maupun terkena peluru. Di Batugantung Waringin, ratusan rumah warga hangus dilalap api. Warga pun tumpah ruah ke jalan-jalan saat terjadi bentrok untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Bentrokan ini mengingatkan konflik Islam-Kristen di Ambon tahun 1999 yang amat traumatik.
Bentrok dilatarbelakangi kematian tukang ojek bernama Darmin Saiman, Sabtu (10/9) malam. Kapolda Maluku Brigjen (Pol) Syarif Gunawan kepada wartawan mengungkapkan kronologis bentrok dipicu spontanitas warga usai pemakaman Darmin Saiman di pekuburan Mangga dua.
Darmin Saiman warga Waihaong oleh pihak kepolisian dinyatakan meninggal karena kecelakaan murni. Tetapi pernyataan polisi ini menimbulkan ketidakpuasan. Warga menganggap kematian Darmin tidak wajar, ketika mengantar penumpangnya ke arah kawasan Gunung Nona, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe Sabtu malam (10/9). Menurut warga sejumlah luka di tubuh korban mengindikasikan dia dibunuh.
Menurut Kabareskrim Komjen Sutarman, warga yang sedang berkabung tiba-tiba diserang sekelompok orang yang tak diketahui identitasnya. Akibatnya massa mengamuk usai pemakaman Darmin. “Massa kemudian saling menyerang hingga akhirnya sebuah masjid terbakar,” jelas Sutarman.
Warga menghentikan kendaraan yang melintas, bahkan melempar dan membakarnya di kawasan Waihaong. Kapolres Pulau Ambon AKBP Djoko Susilo tak mampu menenangkan massa yang emosi. Meski polisi terus mengeluarkan tembakan peringatan, dua kelompok massa masih terus saling merangsek maju.
Bentrokan mengakibatkan korban meninggal terkena peluru nyasar aparat keamanan berjumlah tiga orang dan puluhan lainnya masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit. Kabag Umum yang juga membidangi Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Bakrie Asyatri di Ambon, Minggu malam mengatakan, dua korban tewas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haulussy Ambon dan satu lainnya di RS Al-Fatah.
"Sesuai data yang dihimpun pemprov, korban tewas di RS Al-Fatah terindentifikasi bernama Syahril Ely (22) dengan luka tembak di kepalanya dan saat ini telah dievakuasi ke kampung halamannya," kata Bakrie.Selain itu, 65 korban luka tembak maupun luka terkena lemparan batu dirawat di RS Al-Fatah, sedangkan lebih dari 18 korban lainnya menjalani perawatan medis di RSUD dr Haulussy, sepuluh korban luka akibat lemparan batu dan botol dirawat di RS Sumber Hidup ditambah sepuluh korban lainnya di RS Bhakti Rahayu Ambon.
Menurut Ustadz Bernard Abdul Jabbar, pihak Kristen agaknya telah siap dengan Sniper dan senjata panah. Seorang warga Muslim mencabut anah panah yang menancab di tubuh seorang korban untuk bukti. Juga korban Muslim yang meninggal tertembak di kepalanya.
Meninggalnya Syahril Ely memunculkan komentar atas nama Mochammad Iqbal di facebook…”masih aja aparat gak cerdas dan memandang remeh kasus ini. Dengan ditemukannya luka tembak di bagian kepala pada warga muslim ini membuktikan bahwa serangan telah direncanakan dan artinya sniper-sniper ini telah terlatih sebelumnya, mengingat pada akhir 2010 lalu sebanyak 5000 laskar kristus berlatih militer secara rutin dan berkala di sebuah pegunungan di daerah Jawa Barat. Ini intel aparat pada nggak tau, pura-pura gak tau atau sengaja dibiarkan ya?
Panglima GARIS yang bermarkas di Cianjur, Chep Hernawan, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya ribuan lasykar Kristus dari Ambon latihan kemiliteran di Gunung Salak, Bogor : “GARIS merasa kecolongan. Memang tahun lalu ada ribuan lasykar Kristus dari Ambon di datangkan di Pegunungan Gunung Salak untuk latihan militer. Anehnya kalau yang mengadakan militer umat Islam hanya beberapa orang saja di Aceh untuk menghadapi Israel di Gaza, sudah dikatakan teroris. Tapi ketika yang mengadakan latihan militer itu orang Kristen, jumlahnya ribuan, aparat diam seribu bahasa, tidak disebutkan teroris”.
Sementara di Ambon, Muspida setempat, Kapolda Maluku Brijen Polisi Syarief Gunawan, Wakil Gubernur Said Assagaf, Wali kota Ambon Richard Louhenapessy dan Wakil Walikota Sam Latuconsina bersama para tokoh agama berupaya menenangkan warga di sejumlah titik bentrokan, seperti, Waihaong, Pohon Puleh, dan simpang empat tugu Trikora.
Aparat keamanan sudah mulai dapat mengamankan kondisi di Ambon. Lokasi kericuhan di sejumlah titik sudah berhasil dikendalikan. Ratusan aparat keamanan dan dua panser milik TNI menjaga lokasi ricuh. Demi keamanan, aparat keamanan terpaksa menutup jalan agar tidak dijadikan tempat berkumpul warga. Jalan yang ditutup adalah ruas jalan AM Sangaji, Jl Kolonel Pieters, Jl Diponegoro, dan Jl Mardika.
Situasi di Ambon telah kondusif sejak Minggu malam. Tambahan 200 personel Brimob dari Sulawesi Selatan telah ditempatkan di titik-titik rawan untuk menjaga keamanan Kota Ambon. "Kondisi sudah pulih, datangnya pasukan akan mengisi dan melokalisir daerah yang dianggap rawan," ujar Gubernur Maluku, Karel Albert Rahalu saat live di tvOne, Senin (12/9/2011) pagi.
"Semua komponen anak bangsa akan kumpul di Ambon untuk menyikapi kejadian kemarin. Kita berharap ini kita selesaikan dengan baik dan tidak meluas," tambahnya. Pasukan tambahan dari Brimob pun akan difokuskan untuk menjaga kondisi keamanan di Kota Ambon. Diharapkan pasukan tambahan ini akan mempercepat proses pemulihan di sana."Kita akan upayakan normalisasi kembali," jelasnya.
Meski begitu, bentrokan antar warga akhirnya merembes juga ke kawasan Mardika - Batumerah, kecamatan Sirimau (Kota Ambon) pada Senin dinihari, ditandai dengan aksi pembakaran sejumlah rumah penduduk. ANTARA melaporkan meski kawasan tersebut dijaga aparat keamanan dari Brimob Polda Maluku dan TNI-AD, namun belum bisa menghalau konsentrasi massa yang berhasil membakar sejumlah rumah warga.
Sebelumnya bahkan sejumlah warga dari dua kawasan itu masih sempat berkumpul untuk menenangkan suasana. Namun menjelang tengah malam situasinya jadi berubah dan tidak terkendali sehingga terjadi aksi pembakaran di kawasan Mardika-Batumerah dan seputaran kawasan Amans Hotel ke arah Mardika pantai.
Akibatnya banyak warga yang memilih mengungsi untuk menyelamatkan diri ke sanak keluarga yang dirasakan aman, terutama wanita dan anak-anak serta lansia dengan pakaian seadanya termasuk surat-surat penting. Aparat keamanan juga berulang kali melepaskan rentetan tembakan ke udara sebagai tanda peringatan.
Selain kebakaran di kawasan Mardika, kobaran api juga terlihat membumbung di kawasan Waringin dan Tanah Lapang Kecil namun anehnya Pemkot Ambon tidak berani mengerahkan armada mobil pemadam kebaran mereka.
Di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selain menginstruksikan penambahan personel keamanan di Ambon, juga memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto untuk menjelaskan duduk persoalan agar masyarakat tidak mendapat informasi yang keliru dan dapat memperluas kerusuhan. ”Jangan sampai kerusuhan di sana menjurus pada isu SARA,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Senin (12/9/2011).
Sementara Front Pembela Islam menginstruksikan kepada para anggotanya agar mengikuti dengan seksama kasus Ambon dan memerintahkan kepada jajarannya agar bersiap setiap saat untuk diterjunkan ke Ambon. Warga Kota Ambon, Provinsi Maluku, diminta untuk mengutamakan pendekatan damai terhadap setiap hal yang bisa menyulut konflik sosial. Bagaimanapun warga Ambon mesti belajar dari konflik masa lalu yang telah memakan korban yang sangat besar.
Dikutip Kompas.com Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Slamet Effendy Yusuf, mengingatkan, yang terjadi di Ambon pada masa lalu hingga hari ini masih meninggalkan luka pada kehidupan masyarakat. Boleh dikatakan Ambon baru memulai untuk membangun kembali kota yang porak-poranda akibat konflik di masa lalu. Karena itu, jangan sampai peristiwa konflik yang parah tersebut terulang kembali.
Sekjen FUI Al-Khaththath menegaskan, umat Islam harus rapatkan barisan dan waspada terhadap segala provokasi. Menurut analisis sementara, ada upaya alihkan isu yang santer di Jakarta agar SBY tidak jadi sasaran. Kerusuhan Ambon juga bisa saja dipergunakan lawan-lawan politik SBY untuk mencitrakan SBY tak mampu jaga stabilitas.
(msa dari berbagai sumber)
-
|2011-09-14 15:30:37 hamba ALLAH - mari rapatkan barisan & berdoa
setelah membaca artikel di atas, sya sedih sekali bahwa umat Islam yng hanya puluhan orang latihan militer untuk membela Palestina disebut teroris sedangkan ribuan laskar kristus latihan militer polisi & densus 88 anti teror mmalah "cuek".
mari kita bersatu untuk melawan keazalim yang dilakukan oleh pemerintah, & KAFIR HARBY & juga mari kita berdoa semoga mereka yang telah membunuh umat Islam mendapat laknat & disiksa sebelum ajal menjemput & di kehidupan setelah kematiannya
amin
-
|2011-09-14 15:33:30 Babah Liem - Benar khan?
Dulu saya pernah mengingatkan umat agar waspada. Kita amati nasrani tidak pernah tidur. mrk sangat aktif dan agresif. Buktinya ada korban umat yg tertembak di kepala sampai meninggal. Dan terbukti banyak nasrani Ambon berlatih militer di Jabar. Terbukti khan? Islam tidak cari musuh. Islam cinta damai. Tapi kalau kita diserang, kita wajib membela diri. Apalagi bila militer juga berpihak kpd nasrani spt kasus dulu. Berlatihlah bela diri utk mempersiapkan diri dari serangan nasrani. Spt kerusuhan Ambon I, kita tdk siap. Tapi dengan jihad dan berkat pertolongan Allah SWT, kita bisa menang. Dan bila perdamaian tdk tercapai, Insya Allah dengan berjihad kita akan memenangkan kembali bela diri kita, sekalipun milisi nasrani lebih siap dg latihan militer. Allahu Akbar! Jayalah Islam!
-
Kristen sama kayak Tuhanya sijesus suka teriak-teriak, heran televisi di Indonesia kalau mesjid yang kena bakar dipakai istilah rumah Ibadah, kalau gereja disebutkan gereja, dasar kristen Tuhannya bugil
-
|2011-09-29 20:53:50 Yanto - Kita Dukung Jihad
Wahai saudara muslim se Indonesia,terutama pemuda yang berada di daerah rawan konflik SARA untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, tetap mempesiapkan diri dalam berjihad melawan kedzaliman.
Jangan ketinggalan untuk selalu belajar berbagai hal,tetap semangat, belajar bela diri, memanah, menembak, strategi perang, membuat senjata,penggalangan dana, dll. why not!









