Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Pemilu 2014, Umat Islam Jangan Pilih Sri Mulyani - Pemilu 2014, Umat Islam Jangan Pilih Sri Mulyan... | Y

Pemilu 2014, Umat Islam Jangan Pilih Sri Mulyani

altSri Mulyani Indrawati, mantan menteri keuangan yang ‘dibuang’ ke World Bank digadang kelompok liberal maju pada Pilpres 2014. Untuk mengusungnya didirikanlah Partai Serikat Rakyat Independen (SRI). Bagimana sikap umat Islam?.

Baru-baru ini, jurnalis dan presenter TV senior Charlie Rose mewawancarai bekas Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati (SMI), tentang kondisi Indonesia, Bank Dunia, dan permasalahan ekonomi dunia. Wawancaranya disiarkan oleh Bloomberg TV pada 5 Juli 2011 lalu. Transkrip wawancara selama 27 menit itu kemudian dimuat di situs pribadi SMI, Srimulyani.net.

Rose mengawali wawancaranya dengan pertanyaan tentang apakah Sri Mulyani akan kembali ke Indonesia dan maju sebagai presiden. “Itu pertanyaan yang sering muncul”, kata SMI sembari tersenyum. SMI menjawab bahwa dirinya merasa terhormat jika ada orang Indonesia yang menaruh harapan dan percaya padanya.

Lalu SMI berbicara mengenai politik dan konstitusi di Indonesia. Dia bercerita tentang Indonesia sebagai negara demokrasi, negara muslim terbesar tetapi tidak menjadikan syariah Islam sebagai sistem hukum dan tentang partai politik. SMI mengatakan bahwa masyarakat Indonesia lebih memilih partai yang moderat dan majemuk, yang mengedepankan kepentingan nasional daripada partai yang berbasis agama.

Tak mengherankan jika SMI bicara demikian. Pasalnya Geng SMI kini sedang menyiapkan sebuah kendaraan politik baru untuk mengusungnya sebagai Capres 2014. Partai Serikat Rakyat Independen (Partai SRI) namanya. Kebetulan SRI juga merupakan nama depan SMI. Sebelum Partai SRI dideklarasikan, sejumlah tokoh sosialis kanan (Soska) yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan (SMI-K) terang-terangan mendukung SMI sebagai Capres 2014.

SMI: I’ll Be Back?

Bangkitnya kelompok pendukung SMI dimulai dengan peluncuran situs propaganda Srimulyani.net di Hotel Nikko Jakarta, Kamis (30/9/2010) lalu. Penyelenggaranya adalah Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) yang beralamat di Jl. Maleo 10 No.25 Bintaro sektor 9, Tangerang Selatan. Duduk di jajaran dewan penasehat Srimulyani.net sejumlah tokoh Soska dan Kapitalis liberal seperti  A. Rahman Tolleng, Clara Joewono, Dana Iswara, Gadis Arivia, Siti Musdah Mulia, Todung Mulya Lubis dan Wimar Witoelar. Sementara di jajaran redaksi terdapat nama  mantan jurnalis SCTV Rosiana Silalahi dan putri Gus Dur, Yenny Wahid. Srimulyani.net berkantor di Jl. J. Latuharhary No. 16 Menteng, Jakarta Pusat. Mottonya,”Merawat  Republik, Memastikan Keadilan”.

Setelah meluncurkan situs Srimulyani.net, pada Senin (14/2/2011) dideklarasikan Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan (SMI-K). Gerakan ini digagas diantaranya oleh A Rahman Tolleng, Arbi Sanit, Adzanta Bilhaq, Sri Indahwati, Lynda Ibrahim, Sondaryani Vagher, Sony Tan, serta Wimar Witoelar.

Munculnya gerakan SMI-Keadilan, kata Arbi Sanit, sebagai reaksi keprihatinan terhadap krisis politik dan kepemimpinan yang terjadi saat ini. Menurut Arbi, Sri Mulyani menjadi inspirator karena dia bisa menjadi solusi atas keprihatinan tersebut. "Dari jumlah pemimpin yang sangat terbatas memenuhi kriteria, Sri Mulyani salah satu sosok yang pantas," kata Arbi Sanit, saat menyampaikan pidato politik pada acara deklarasi SMI-K saat itu.

Puja-puji terhadap SMI pun dilontarkan oleh sejumlah pendukungnya. “Sri Mulyani tokoh bersih. Kita membela Sri Mulyani jauh sebelum mendirikan partai, “ ujar anggota Majelis Pertimbangan Partai SRI Rahman Tolleng. Sementara wartawan senior Tempo, Fikri Jufri, mengatakan Sri Mulyani sangat pantas disokong menjadi satu kandidat calon Presiden pada 2014. "(Sri Mulyani) memiliki ide yang sangat cemerlang," katanya.

Dukungan terhadap SMI ini akan diwujudkan dengan pembentukan partai politik. SMI-K akan segera menelurkan sebuah partai bernama Partai Serikat Rakyat Independen (SRI). Menurut Sekretaris Nasional SMI-K, Bagus Takwin, saat ini persiapan kelahiran partai tersebut dengan dipersiapkan di 33 provinsi. Deklarasi partai, lanjutnya, belum dilakukan karena menunggu semua syarat terpenuhi. "Setelah semua lengkap, segera Partai SRI akan dideklarasikan sebelum penutupan pendaftaran partai pada Agustus  mendatang," terang Bagus ketika mendeklarasikan terbentuknya SMI-K Jawa Tengah, Sabtu (9/7/2011). 

Tokoh-tokoh pendiri Partai SRI kini bahkan tengah mengajukan permohonan uji materi UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik ke Mahkamah konstitusi. Pemohon yang sedang mendirikan Partai SRI yaitu Dana Iswara, Fikri Jufri, D. Taufan, Susy Rizky Wiyantini, dan Rahman Tolleng. Selain itu juga terdapat nama tokoh liberal Goenawan Mohamad. 

Jangan Lupakan Mega Skandal Century

SMI adalah tokoh dengan catatan merah. Dia bukanlah tokoh yang bersih sebagaimana klaim para pendukungnya. Jika mengacu pada hasil audit sementara atau progress report BPK, peran Sri Mulyani sebagai Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) adalah sebagai penentu kebijakan penyelamatan Bank Century. Dialah orang yang harus bertanggungjawab atas  pembengkakan dana penyelamatan Century dari Rp 632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun. Jika merujuk Opsi C yang dipilih DPR, yakni patut diduga telah terjadi berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan kebijakan oleh otoritas moneter dan fiskal, maka SMI termasuk salah seorang yang harus bertanggung jawab dalam mega skandal Century itu.

Karena itu wajar jika politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, justru meminta para pengusung SMI agar mendorong Managing Director World Bank itu mempertanggungjawabkan dugaan keterlibatannya dalam kasus Bank Century, sebagaimana direkomendasikan DPR. Bambang juga meminta agar para simpatisan SMI berpikir realistis.
 
“Pencalonan Sri Mulyani sebagai Capres tanpa didahului klarifikasi tentang skandal Bank Century oleh SMI sendiri akan menimbulkan ingar bingar politik. Bukankah dalam tradisi kita Capres harus bersih dari masalah dugaan pelanggaran hukum?” kata anggota Komisi III DPR ini.

Jangan Pilih SMI

Dari sudut pandang Islam, pencalonan SMI sebagai presiden tentu saja menjadi masalah tersendiri. Menurut Syariat Islam, wanita dilarang untuk menjadi kepala negara/kepala pemerintahan dan jabatan-jabatan kekuasaan di bawahnya seperti wali (gubernur) dan amil (bupati/walikota). Ini berdasarkan hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah yang mengatakan: "Ketika sampai berita kepada Rasulullah saw  bahwa bangsa Persia telah mengangkat putri Kisra sebagai ratu, maka beliau bersabda:  "Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang menyerahkan kekuasaan (pemerintahan) mereka kepada seorang wanita." (HR. Bukhari)

Berdasarkan hadits di atas, yang dimaksud dengan larangan menyerahkan kekuasaan kepada seorang wanita adalah larangan bagi wanita untuk menduduki jabatan kepala negara/pemerintahan dan jabatan-jabatan kekuasaan di bawahnya. Sebab, dalam konteks hadits itu yang dibicarakan adalah pengangkatan putri Kisra sebagai ratu yang berkuasa. “Dalam khasanah fiqih Islam, para fuqaha baik dari kalangan salaf maupun khalaf juga telah sepakat haramnya wanita menjadi kepala negara”, kata Ketua MUI Pusat, KH A Cholil Ridwan.

Sementara dari sudut pandang ideologi, pencalonan SMI sebagai kepala negara dinilai akan melanggengkan kekuasaan kelompok neoliberal (neolib) di Indonesia. Mengingat bahwa SMI adalah bagian dari Mafia Barkeley yang terus menjerumuskan ekonomi Indonesia kepada ekonomi pasar (liberal).

Sementara menurut Direktur An Nashr Institute, Munarman, pencalonan SMI juga sebagai wujud bersatunya geng Neolib dengan geng Sosialis Kanan yang selama ini dimotori oleh Rahman Tolleng (ideolog Partai Sosialis Indonesia) dan Goenawan Mohamad. “Kedua kelompok itu bertemu karena induknya sama, Amerika Serikat”, ujar Ketua Tim Advokasi FUI itu.  Jadi, jangan pilih SMI.

(Shodiq Ramadhan, dari berbagai sumber)

Comments (8)
  • Liem Ban Piet  - SMI jadi presiden? Wah!
    avatar
    Kalau SMI berhasil jadi presiden RI tahun 2014, maka uang RI nanti akan diganti dengan daun singkong! haha....
  • Ndom Blegh
    avatar
    Pada saat pemilu "serangan fajar" bisa mengubah segalanya, dengan uang 50 ribu rupiah pilihan yang direncanakan bisa berubah. Rakyat kecil tidak akan berpikir panjang siapa yang akan menang, bagaimana ke depan apakah Indonesia akan semakin terjajah, tapi yang bisa memberikan sumbangan langsung terhadap kebutuhan mereka sehari-hari. Jumlah mereka lebih banyak dari kelas menengah.
  • khidirsil
    avatar
    bila SMI bisa terpilih menjadi presiden,berarti kemenangan Yahudi di negeri kita dan negeri kita bakal menjadi Kaum Neo Jahiliyah abad modern,...Naudzubillaaah,..
  • Iman  - Memilih SMI = Menggadai Agama (Islam)
    avatar
    Hadits di atas sdh sangat gamblang !! Siapapun yg mengaku Islam-Sejati sdh pasti akan menjadikannya sbg Pedoman. Bagi yg mengingkari, siapkah anda jika menjadi bahan bakar Neraka Jahannam kelak? Itulah peringatan dari Tuhan Alam Semesta: ALLAAH Yang MahaSuci & MahaTinggi.
  • anti demokrasi  - budak yahudi
    avatar
    IMF adalah instisusi keuangan dunia milik keluarga rothschild
    keluarga rothschild adalah keluarga yahudi yg paling berpengaruh di dunia
    adalah bahaya besar jika salah satu binatang peliharaannya rothschild menjadi pemimpin di Indonesia
    bukti sudah ada: suharto, sby dll

    apakah kita masih nggak mau lagi belajar sejarah?!?!?!
  • Kelana  - Calon Presiden Golkar Apa Bersih ya
    avatar
    Untuk Pa Bambang Soesatyo Apa kira-kira calon presiden dari Golkar Bersih seperti sampean inginkan.kalo cuma Aburizal Bakrie Calonnya, sebaiknya ucapan Pa Bambang tak perlu disampaikan.Mencerca orang lain tanpa melihat dirinya sendiri.
  • agoes
    avatar
    mulai pemilu yg akan dtng,khusus umat muslim tak usah ikut pemilulahh!!tidak ada manfaatnya buat kita muslim...memilih ato tdk itu hak kita,..kita gunakan hak kita utk tidak memilih...kalau kita setuju...itu baru bisa merobah keadaan,nggak percaya? mari kita buktikan...Sekali lagi...kita tidak perlu ikut memilih...okey!!!
  • agoes  -  Kita warg Muslim tak usah berpartisipasi
    avatar
    Kita masyarakat Ind.yang nota bene 80%warga Muslim (katanya) udah lama menginginkan Perubahan,ttpi smp sekarang tak pernah bisa terwjd.Utk bisa mewujudkan keinginan tsb kita hrs berani utk tidak Berpartisipasi dlm segala bentuk pemilihan-pemilihan yg tidak memihak kpd rakyat.selama ini kita ditipu,...utk yg akan dtng kita jangan mau lagi ditipu...maka itu Kita warga Muslim tak usah ikut Berpartisipasi...baru ada perubahan (mungkin)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
 
PENCARIAN
Advert