Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Beramai-ramai Tinggalkan Ahmadiyah - Beramai-ramai Tinggalkan Ahmadiyah Tuesday, 12... | Yang, Ahmadiyah,

Beramai-ramai Tinggalkan Ahmadiyah

altSadar bahwa keyakinan yang mereka peluk selama puluhan tahun sesat dan menyesatkan, mereka pun berbondong-bondong kembali kepada Islam (ruju’ ilal haqq)

Takut dikatakan durhaka kepada orang tua, Winardi (46 tahun), akhirnya ikut menjadi pengikut aliran sesat Ahmadiyah mengikuti kedua orang tuanya. Meskipun dalam menjalankan ajaran Ahmadiyah ia mengaku sangat kesulitan. Untuk menjalankan shalat saja, Winardi  mengaku merasa ribet alias serba susah. Pasalnya, dia harus shalat di Masjid Ahmadiyah. 

“Ketika mau shalat atau beribadah lainnya, saya harus melakukan di Masjid Mubarak, tidak boleh di masjid lain,'' katanya. Padahal, lanjut Winardi, ia ingin seperti umat Islam yang lain. Bisa shalat di masjid mana saja.

Awalnya ia tidak tahu bila agama yang diajarkan kedua orang tuanya Almarhum Mustofa dan Uyi (78 tahun), bukanlah Islam yang sebenarnya. Warga Jalan Raden Dewi 5 RT 4 RW 02, Pasir Koja, Kota Bandung, Jawa Barat itu mulai menyadari kalau agama yang dianutnya berbeda dengan tetangga yang lain saat dia duduk di bangku kelas 6 SD atau ketika usianya 12 tahun.

Meskipun merasa memiliki ajaran yang beda dengan teman-temannya, selama bertahun-tahun Winardi hanya bisa menyimpannya dalam hati dan mengikuti semua ritual yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Bertahun-tahun setiap shalat Jum’at Winardi harus pergi ke masjid yang terletak di Jalan Cikutra yang cukup jauh dari rumahnya. Itu adalah masjid khusus  pengikut Mirza Ghulam Ahmad, lelaki yang mengaku dirinya nabi, lebih dari seratus tahun lampau di India.

Winardi semakin terikat dengan agamanya setelah memiliki utang ke Koperasi Ahmadiyah sebesar Rp 2 juta. Namun, hati nurani Winardi terus berteriak untuk memeluk agama yang sama dengan tetangga dan juga teman-temannya yang lain.

Dia baru mempunyai keberanian setelah Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 12/2011 terbit awal Maret lalu yang berisi tentang pelarangan kegiatan Ahmadiyah. Pergub itu ditemuinya terpampang dalam selebaran di depan masjid. Aparat pemerintah Kota Bandung juga gencar mengajak mereka untuk kembali ke Islam.

Gayung pun bersambut. Ternyata, keinginan Winardi untuk masuk Islam juga sejalan dengan keinginan adik-adiknya. Mereka selama ini memendam keinginan yang sama untuk meninggalkan agama turunan orang tuanya berbeda dengan lingkungannya, walau masih mencatut kata Islam. Akhirnya, satu keluarga Winardi pun yaitu terdiri dari lima orang dewasa dan tiga anak-anak, taubat masuk islam kembali di Masjid Al Ukhuwah, Senin 21 Maret 2011 yang lalu.

Orang dewasa di keluarga Winardi yang ikut berikrar masuk Islam adalah Sumarna (40), Ade (35), Elis (29), dan Sumarni (42). Mereka secara bersama-sama mengucapkan dua kalimah syahadat disaksikan oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada dan Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan.

''Saya menganut ajaran Ahmadiyah sejak SD kelas 6 karena orang tua saya memeluk ajaran ini. Saya hanya ngikut aja, kami kira ajaran Ahmadiyah sama seperti yang lain,'' kata Winardi usai mengicapkan ikrar syahadat.

Winardi bercerita, salah satu penguat dirinya keluar dari Ahmadiyah karena selama ini pimpinan Ahmadiyah melarang dirinya ikut shalat berjamaah dengan pemeluk agama Islam yang lain. Itu membuatnya merasa berbeda dengan para tetangga yang menganut Islam. Walaupun selama ini tetanga tidak pernah mengucilkan keluarga mereka.

''Ajaran Ahmadiyah sebenarnya tidak banyak yang saya pahami karena saya menganut ajaran ini dari orang tua. Jadi, tanpa ada paksaan saya ingin memeluk agama Islam yang benar,'' kata Winardi. Sementara istri Winardi, Elis, mengaku selama ini dirinya terdaftar sebagai penganut Ahmadiyah karena suaminya memeluk ajaran itu.

Adik Winardi bernama Sumarni kini lega setelah masuk Islam. Sumarni mengaku ingin membersihkan namanya yang terdaftar di kelurahan sebagai penganut Ahmadiyah. Padahal, selama ini dirinya tidak aktif di Ahmadiyah. Dia juga khawatir apa yang terjadi pada pemeluk Ahmadiyah di daerah lain terjadi pada keluarganya.

''Saya sebenarnya memang tidak menjalankan ibadah seperti Ahmadiyah. Saya Islam, tapi nama saya masih ada di daftar penganut Ahmadiyah. Saya berikrar masuk Islam kembali sekarang agar nama saya dibersihkan dari daftar itu,'' kata Sumarni. Kini, hanya satu yang masih mengganjalnya. Ibu Sumarni yang masih sakit tak bisa ikut ikrar syahadat walaupun juga ingin ikut masuk Islam.

Selama ini Sumarni merasa kasihan kepada anak-anaknya, karena sering kali bingung dengan ajaran Islam yang diterima di sekolahnya. Akhirnya Sumarni menyarankan agar anak-anaknya menjalankan ibadah sesuai dengan pelajaran agama yang diterima di sekolah.

Tak Nyaman

Lain Winardi, lain pula Wawan Irwansyah (47 tahun). Warga Kampung Baeud, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini mengaku tidak nyaman berada dalam komunitas Ahmadiyah. Wawan mengakui, meski telah menjadi pengikut Ahmadiyah selama 19 tahun , ia merasa tidak mendapatkan ketentraman. Wawan sendiri menjadi pengikut Ahmadiyah karena diajak orang.

''Karena itu, saya putuskan hari ini untuk bertaubat tanpa paksaan dari pihak manapun," ungkap Wawan.

Ketidaknyamanan dan ketidaktenteraman juga dirasakan oleh tetangga Wawan, Hasanudin yang  telah 20 tahun mengikuti Ahmadiyah dan 17 warga lainnya. Oleh sebab itu dengan sadar dan tanpa paksaan pihak manapun pada Rabu, 16 Maret 2011 lalu mereka menggelar ikrar kembali ke Islam di Gedung Dakwah dan Islamic Center Kabupaten Sukabumi.

Suasana haru juga mewarnai proses pertaubatan pengikut Ahmadiyah Ciareteun Udik, Desa Ciaretuen Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari Selasa, sehari sebelum pertaubatan di Sukabumi.  Tepat pukul 13.00 WIB ketika seluruh Jemaat Ahmadiyah yang ingin kembali masuk ke Masjid Al Hasan, salah seorang remaja yang mengenakan celana biru sekolah SMA dari Ahmadiyah terlihat tidak kuasa menahan diri hingga ia terjatuh dan menangis di hadapan tokoh masyarakat dan warga yang menyaksikan.

Ormas Islam Siap Membina

Kembalinya ratusan para pengikut Ahmadiyah ke dalam Islam, terutama di sejumlah wilayah di Banten dan Jawa Barat, tak terlepas dari peran sejumlah pihak. Dakwah oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas-ormas Islam maupun penerbitan peraturan daerah yang melarang aktivitas Ahmadiyah oleh pemerintah daerah turut andil dalam menyadarkan mereka.

Front Pembela Islam (FPI) misalnya, di daerah perbatasan Garut dan Tasikmalaya telah mendirikan Masjid Al Aqsha sebagai pusat pembinaan mantan pengikut Ahmadiyah. Upaya ini secara khusus telah diapresiasi oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dalam pertemuan dengan Forum Umat Islam (FUI) pada awal bulan Maret lalu.

Berkat keuletan dakwah menyadarkan para pengikut Ahmadiyah, tercatat sejak 2007 hingga awal 2011 sebanyak 217 jemaat Ahmadiyah di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, menyatakan diri taubat dan kembali mengikuti ajaran agama Islam yang benar. Tentu jumlah itu masih sangat sedikit dibandingkan perkiraan jumlah pengikut Ahmadiyah keseluruhan di Tasikmalaya yang mencapai enam ribuan orang.

"Mereka yang bertaubat itu atas keinganan sendiri, sementara kita hanya berusaha terus dengan berdakwah. Alhamdulilah sedikit-sedikit ada yang taubat dan sadar," kata Ketua DPC FPI Tasikmalaya, Acep Sofyan.

Sementara menurut Ketua Dewan Syuro Front Umat Islam (FUI) Bandung Hilman Firdaus, banyak jemaat Ahmadiyah yang sudah kembali ke Islam walau tak semuanya mau dipublikasikan. Total jemaat Ahmadiyah di wilayah Bandung Raya yang sudah memeluk agama Islam dan dilaporkan ke FUI sekitar 70 orang.

Tentu saja upaya menyadarkan para pengikut Ahmadiyah agar kembali kepada Islam, akan lebih efektif bila didukung adanya Keputusan Presiden (Keppres) Pembubaran Ahmadiyah. Jika hal itu dilakukan, maka negara bisa menugaskan kepada MUI dan ormas-ormas Islam untuk membina dan membimbing mereka ke jalan yang benar. Wallahu a’lam bissawab.

(shodiq ramadhan, dari berbagai sumber
)

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
 
PENCARIAN
Advert
TERKAIT