Dinasti Politik Cikeas Berlanjut?
Karpet merah telah digelar bagi Ani Yudhoyono untuk melangkah ke istana menggantikan sang suami. "Jika SBY sudah tidak jadi presiden maka kedudukan terhormat buatku adalah tetap menjadi Nyonya SBY, bukan menjadi presiden." Demikian kata Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono dalam buku Kepak Sayap Putri Prajurit, halaman 479.
Namun, pada Desember lalu, Ruhut Poltak Sitompul, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat, melempar ‘’baloon proof’’. Dia bilang, ada tiga tokoh yang mungkin dicalonkan partainya pada 2014: Ani Yudhoyono, Pramono Edhie Wibowo, dan Anas Urbaningrum. Pramono, adik Ani, kini menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Adapun Anas adalah Ketua Umum Partai Demokrat.
‘’Umpan bola’’ Ruhut tak lama kemudian disambar pihak lain. Amien Rais, pendiri Partai Amanat Nasional, menyorongkan Hatta Rajasa, ketua umum partai itu, untuk calon wakil presiden pendamping Ani. Partai Golkar pun seakan mengamininya. Menurut Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, pasangan Ani-Hatta ini ‘’adalah kombinasi menarik karena perpaduan Jawa dan luar Jawa," kata Wakil Ketua DPR itu kepada wartawan di Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sedang Taufiq Kiemas, Ketua MPR yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menyebut kriteria pendamping Ani yang mengarah pada putrinya sendiri, Puan Maharani.
Ruhut, Ketua DPP Partai Demokrat yang pernah usul agar masa jabatan kepresidenan bisa diperpanjang hingga tiga periode, tentu tidak asal njeplak. Ani Yudhoyono memang potensial untuk dijagokan.
"Ia punya kekuasaan luar biasa," kata Yahya Ombara, orang yang pernah dekat dengan keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagaimana dikutip Tempo.
Anggota tim sukses Yudhoyono-Jusuf Kalla pada pemilihan presiden 2004 ini mengatakan Ani memegang peran besar dalam penentuan pejabat pemerintahan.
"Pengaruh Bu Ani untuk menjadikan atau tidak seseorang sangat tinggi," kata penulis buku Presiden Flamboyan SBY yang Saya Kenal ini. Menurut dia, Ani bahkan merupakan "jimat bagi suaminya".
Menurut hasil penelusuran Tempo pada sumber-sumber yang dekat atau pernah dekat dengan Cikeas, Ani Yudhoyono berperan besar dibalik kepemimpinan presiden SBY. Termasuk dalam penentuan formasi kabinet.
Peran Ani dalam penentuan calon wakil presiden diungkapkan sendiri oleh Yudhoyono. Ketika mengumumkan kriteria calon pendampingnya, beberapa pekan setelah Partai Demokrat memenangi pemilihan anggota badan legislatif, Yudhoyono mengatakan, "Saya dapat masukan, termasuk yang disampaikan oleh Ibu Negara."
Ani pun mendampingi Yudhoyono ketika mengumumkan kriteria calon wakil presiden itu, bersama para petinggi Partai Demokrat dan tim suksesnya. Kriteria itu merupakan "sinyal" berakhirnya pasangan Yudhoyono dan Jusuf Kalla, wakil presiden 2004-2009. Belakangan Yudhoyono memilih Boediono.
Sebagai pendiri, Ani juga berpengaruh di Partai Demokrat. Pada kongres partai itu di Bandung, Mei tahun lalu, tiga kandidat berebut kursi ketua umum, yakni Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Marzuki Alie. Meski tak menyatakan secara terbuka, Ani dan suaminya mendukung Andi Mallarangeng.
Menurut Ahmad Mubarok, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Ani mendukung Andi karena Edhie Baskoro Yudhoyono, anaknya, merasa cocok dengan Menteri Pemuda dan Olahraga itu. Ibas, panggilan Edhie Baskoro, pun menjadi anggota tim pemenangan Andi. "Bu Ani suka Andi karena ngemong Ibas berpolitik," kata Mubarok seperti dikutip Tempo.
Meski mendukung, di arena kongres Ani ataupun Yudhoyono tak memerintahkan peserta agar memilih Andi. Anas Urbaningrum pun dengan leluasa menggarap dukungan pengurus partai tingkat kota dan kabupaten. Ketika itu, Anas juga mendapat "restu" dari Nyonya Sunarti Sri Hadiyah atau Ibu Ageng, ibu mertua yang sangat dihormati Yudhoyono. Andi kalah. Anas terpilih menjadi ketua umum.
Pada kongres lima tahun sebelumnya di Bali, Ani menjagokan Sukartono Hadiwarsito, ketika itu Ketua Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat. Dukungan suara untuk Sukartono sudah tinggi. Di tengah kongres, menurut Mubarok, Ani mengoreksi dukungannya. Penyebabnya, Ibu Ageng menyodorkan nama lain: Hadi Oetomo, kakak ipar Ani. Atas dukungan itu, Hadi terpilih.
Power Ani Yudhoyono dibenarkan seorang jurnalis televisi swasta yang dekat dengannya. Ani misalnya, sukses meng-counter isyu bahwa SBY pernah menikahi perempuan lain selain dirinya. Si pelempar isyu itu bahkan kini ‘’dikandangin’’ di Partai Demokrat.
Meskipun saat ini Ani Yudhoyono terkesan ogah diproyeksikan sebagai Capres 2014, namun jalan baginya menuju ke sana sudah dipersiapkan. Di internal Partai Demokrat misalnya, dominasi Dinasti Cikeas kokoh bercokol.
Selain SBY tetap sebagai Ketua Dewan Pembina, Edhie Baskoro dijadikan Sekjen. Sepupu SBY, Sartono Hutomo, menjadi wakil bendahara umum III. Padahal, saat Kongres Demokrat di Bandung, Ibas dan Hutomo memihak kubu Andi Mallarangeng yang kemudian kalah melawan Anas Urbaningrum.
Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, diketuai Agus Hermanto, adik mantan Ketua Umum Hadi Utomo, yang masih adik ipar SBY.
Sedangkan posisi sekretaris Komisi dipegang putra Hadi Utomo sendiri, Nurcahyo Anggoro Jati. Keduanya anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat.
Adik kandung Ani Yudhoyono, Hartanto Edhie Wibowo, yang juga anggota Komisi VII DPR, menjadi Ketua Departemen BUMN Demokrat.
Sosialisasi Ani Yudhoyono pun kencang. Misalnya lewat SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) yang memiliki program charity di bidang sosial dan pendidikan.
SIKIB gesit bergerak di daerah yang terkena bencana, sejak di Aceh hingga Merapi. Seorang koordinator lapangan Lembaga Amil Zakat mengatakan, jadwal aksi lembaganya di Situ Gintung Ciputat pernah dibuat berantakan gara-gara kedatangan aksi SIKIB yang diprioritaskan.
‘’Marketing’’ Ani Yudhoyono bahkan juga dilakukan pada acara resmi kenegaraan. Dalam Perayaan HUT RI ke -65 di Istana Merdeka, 17 Agustus 2010, Istana membagikan souvenir yang isinya mempromosikan Keluarga Cikeas. Mulai buku Batikku, Pengabdian Cinta Tak Berkata karangan Ani Yudhoyono; Buku transkrip wawancara Agus Harimurti Yudhoyono terbitan koran plat merah Jurnal Nasional berjudul Sekarang Kita Makin Percaya Diri. Juga buku Word That Shook The World yang berisi pidato SBY di Harvard University tahun 2009. Tak sekadar dibagikan, CD Album Lagu SBY pun sempat diiklankan di situs resmi Istana.
Kristiani Herrawati bisa saja saat ini tak berpikiran untuk menggantikan suaminya sebagai Presiden RI. Tapi dalam politik demokrasi, apa sih yang tak mungkin. Bahkan partainya Megawati Soekarnoputri -- yang semasa jadi Presiden merasa ditikam dari belakang oleh SBY – pun kini bersedia menyetor pendamping Ani Yudhoyono sebagai RI-2 kelak. (nurbowo)
BOX:
Indonesia Jadi Sandera
Menurut Sekjen FUI, Muhammad Al Khaththath, Partai Demokrat akan lebih memilih Cawapres dari PDIP jika jika Ani Yudhoyono di-plot jadi presiden. ‘’Kalau duet dengan Golkar, Demokrat bisa dikerjain. Lagipula Golkar punya jago sendiri yaitu Aburizal Bakrie,’’ katanya. Ia mencontohkan, dulu SBY terpaksa menendang Menkeu Srimulyani Indrawati dari kabinet akibat tekanan Golkar. Sebelum ditarik ke Amerika, Menteri Sri berseteru dengan Menteri Ical.
Namun jika Demokrat-PDIP berkoalisi, lanjut Al Khaththath, itu alamat kuburan bagi berbagai skandal nasional seperti Century, Suap Deputy Gubernur Senior, dan 18 kebohongan penguasa yang dijlentrehkan para aktivis dan tokoh lintas-agama belum lama ini.
"Bangsa dan Negara ini akan terus disandera oleh berbagai kasus yang tak diselesaikan akibat politik dagang sapi dari parpol-parpol yang berkuasa,’’ tandas Sekjen FUI itu.
Lebih dari itu, menurut ajaran Islam yang juga dianut Keluarga Cikeas, tidak akan beruntung suatu kaum (negara) yang dipimpin oleh perempuan. Apalagi Taufiq Kiemas sudah mensyaratkan persamaan idiologi untuk berkoalisi. Semua tahu, kayak apa idiologinya Banteng Gendut Bermoncong Putih. (nb)









