بسم الله الرحمن الرحيم
KHUTBAH IDUL ADHA 1432 H
Dengan Ibrah Perjuangan Nabi Ibrahim a.s, Wujudkan Indonesia Baru Tanpa Korupsi*
Oleh: Muhammad al Khaththath **
الله أكبر9x،
لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
الحمد لله وفق من شاء من عباده لفعل الخيرات، وتابع لهم مواسم الأعمال الصالحات، وحثهم على اغتنام الباقيات الصالحات، ووعدهم على ذلك وافر الأجر وجزيل الهبات، أحمده سبحانه على نعمه التي لا تعد، وأفضاله التي لا تحد.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
الله أكبر، ما وقف الحجاج بعرفات، الله أكبر ما أفاض الحجاج من عرفة، وذبحوا من القربات، الله أكبر ما رفع المسلمون أيديهم بالدعوات، ولجؤوا إلى فاطر الأرض والسماوات.
وأشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، أعطى فأجزل، وكرم عباده، ومن عليهم وتفضل، وأشهد أن محمداً عبدالله ورسوله، وصفيه وخليله، أخشى الناس لربه، وأزكاهم في سره وجهره، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه والتابعين لهم بإحسان إلى الدين وسلم تسليماً كثيراً، أما بعد:
أيها الناس: اتقوا الله، واشكروه على نعمه، وأجلها نعمة الإسلام ويسره، أكمل الله الدين، وأتم النعمة، ورضي لنا الإسلام ديناً، {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً}، يسر لا مشقة فيه، رفع الله عنا الآصار والأغلال التي كانت على من قبلنا، وأعطانا من الأجر ما لم يعطه أحداً من العالمين.
Ma'âsyiral Muslimîn RahimakumuLlâh,
Alhamdulillâhi Rabbi al-âlamîn,
Hari Raya Qurban (Idul Adha) 1432H ini bertepatan dengan Yaumun Nahar, saat jamaah haji menyembelih binatang qurban setelah mereka melempar jumrah. Artinya, syiar hari Raya Idul Adha yang dirayakan oleh umat Islam sedunia menyatu dengan Syiar Ibadah Haji yang diikuti oleh jutaan umat Islam yang datang dari berbagai penjuru dunia. Inilah syiar terbesar di dunia. Allah SWT berfirman:
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
Demikianlah (perintah Allah). dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al Hajj 32).
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Hari raya Qurban tidak lepas dari jasa Nabi Ibrahim a.s. Sebab, beliaulah yang telah diuji oleh Allah SWT agar mengurbankan putra beliau yang masih muda belia, Ismail a.s. Allah SWT mengisahkan perjuangan Nabi Ibrahim a.s. dalam Al Quran untuk diambil pelajarannya oleh Baginda Rasulullah saw. dan para sahabatnya yang sedang melakuakn revolusi mengubah cara hidup bangsa Arab yang jahiliyah dengan cara hidup baru: kehidupan Islam!
Salah satu pelajaran dari sosok Nabi Ibrahim a.s. yang cerdas dan berjiwa lurus dan berserah diri (hanifan musliman) kepada Allah, adalah keberanian beliau a.s. mengambil tindakan radikal untuk mengingatkan kaumnya yang sesat. Beliau a.s. memotong leher sebagian patung sesembahan kaumnya dengan kapaknya, lalu kapak itu dikalungkan di leher berhala paling besar. Ketika kaumnya bertanya kenapa dia memotong leher sejumlah patung sesembahan mereka, Ibrahim a.s. mempersilakan mereka bertanya kepada patung yang paling besar, yang dilehernya terdapat kapak, jika memang bisa bicara (QS. Al Anbiya 62-67).
Kecerdasan dan keberanian Nabi Ibrahim a.s. telah membuat Raja Namrud, Raja Babilonia yang sangat zalim terdiam! Allah SWT mengabadikan dialog antara pemuda Ibrahim a.s. dengan Raja Namrud sebabagaimana firman-Nya:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan".Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah 258).
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Perjuangan umat Islam hari ini membutuhkan para pemuda Islam yang memiliki karakteristik seperti nabi Ibrahim a.s. cerdas, militan, dan berani head to head menghadapi penguasa zalim. Ya, hari ini kita butuh para pemuda yang memiliki karakteristik pejuang Islam, yaitu: (1) mantap dalam pemahaman Islam sebagai sistem kehidupan yang kaffah yang mencakup aqidah, ibadah, akhlaq, muamalah dan berbagai hukum syariah dalam sistem ekonomi, politik pemerintahan, dan hukum pidana; (2) hanifan musliman, lurus dan memiliki integritas terhadap Islam secara total (kaffah); (3) militan sebagai kader yang siap bergerak sebagai penegak agama Allah yang berani, sabar, dan siap berkorban untuk tegaknya dinullah di muka bumi.
Para pemuda Islam seperti itulah yang diharapkan bisa berhimpun sebagai kekuatan pendobrak keruwetan keadaan pemerintahan hari ini yang penuh rekayasa dalam bidang keamanan, hukum, ekonomi dan politik.
Sebab dua tahun terakhir ini rakyat telah dijejali dengan berbagai berita kasus korupsi, sejak pembukaan rekaman tilpon Anggodo, Artalita, rekayasa bail out Bank Century, penyuapan sejumlah anggota DPR untuk pemilihan Deputi Gubernur BI Miranda Gultom yang melibatkan istri mantan Wakapolri Adang Dorojatun, dibungkamnya Mantan Kabareskrim Jenderal Susno Duaji, Kasus Cicak VS Buaya antara KPK VS Polri, kasus Gayus dan mafia Pajak, hingga kasus mantan Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin yang menyanyi tentang sejumlah petinggi PD dan pejabat KPK. Sungguh rakyat telah muak dengan realitas berbagai lembaga pemerintahan dan para aparatnya yang korup. Walau sudah ada KPK, korupsi tidak berhenti, bahkan semakin meluas dan ganas. Menurut PERC (Political & Economic Risk Consultancy, Senin 8/3/2010) yang berbasis di Hongkong pada tahun 2010 Indonesia sebagai negara terkorup nomor 1 di Asia Pasific dengan skor 9.07 dari angka tingkat korupsi berskala 0-10!
Akibat dari ganasnya korupsi para pejabat dan kebijakan ekonomi yang korup itu, aset-aset rakyat seperti tambang minyak dan gas dan berbagai kekayaan alam lainnya mayoritas telah jatuh ke tangan asing, BUMN dikuasai asing, dan tigas sektor ekonomi strategis dikuasai asing, yakni keuangan (80%), energi (90%), dan telekomunikasi (90%) dikuasai asing. Dengan APBN sebesar 1200 triliun setahun ternyata kita tidak menjadi bangsa yang kreatif dan produktif dan meraup kekayaan dunia, tapi justru menjadi bangsa yang dijejali produk asing. Bangsa yang tidak menjadi tuan di negerinya sendiri! APBN tidak menyentuh kebutuhan rakyat banyak, harga-harga semakin meroket, daya beli rakyat semakin merosot, dan alokasi APBN untuk bayar cicilan utang dan bunganya ratusan triliun per tahun, sementara besaran utang tidak pernah turun, malah sebaliknya naik terus, hingga tahun ini mencapai sekitar 1700 triliun. Benar-benar bangsa dan negara ini masuk dalam jebakan utang (debt trap) yang sekiranya tidak ada mukjizat dan pertolongan Allah SWT, tampaknya kita tak mungkin keluar lagi dari jebakan itu!
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Korupsi adalah watak rezim sekuler yang mengabdi kepada kaum kafir imperialis neolib. Kaum kafir imperialis kapitalis serakah yang menguasai saham di WallStreet AS sanalah melalui tangan-tangan mereka seperti IMF dan Bank Dunia yang telah mengajari para koruptor di negeri ini sampai mereka tega menggadaikan bangsa dan negaranya kepada kaum penjajah yang mendominasi dunia dengan utang LN dan sistem ekonomi mereka! (lihat John Perkins, Confessions of An Economic Hit Man). Sistem dan rezim sekuler yang dipenuhi para koruptor ini tidak takut kepada Allah SWT, tidak ingat dosa, dan tidak takut kepada pembalasan Allah SWT di hari akhirat kelak! Padahal Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
..barangsiapa yang korup, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikorupsinya itu, .. (QS. Ali Imran 161).
Oleh karena itu, menghentikan kesengsaraan rakyat akibat ulah rezim korup yang ada berarti harus pula menghentikan sistem dasarnya, yaitu sistem ekonomi liberal yang serakah yang menggunakan perbankan ribawi. Hari ini momentum untuk menggugat dan mengusir mereka dari bumi pertiwi ini. Apalagi di negerinya sendiri, AS dan Barat, Kapitalisme sedang digugat oleh rakyatnya. Allah SWT telah memberikan warning kepada umat dan bangsa ini agar meninggalkan sistem ini yang korup ini sebagaimana firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (278) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ (279)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (QS. Al Baqarah 278-279).
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
Ma'âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Korupsi adalah kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime). Oleh karena itu, pemberantasan korupsi harus dengan cara extra ordinary, cara-cara radikal, cara-cara revolusioner. Kalau tidak, kalau masih dengan cara-cara konvensional yang penuh mafia politik dan peradilan, maka pemberantasan korupsi hanya sekedar omong kosong belaka! Perlu kita catat bahwa barisan para koruptor yang ada pada seluruh level pemerintahan merasa kuat dengan legitimasi pemilu, seolah-olah kejahatan dan konspirasi mereka kepada rakyat tidak bakal terungkap dan rakyat pasti tidak bakal berdaya.
Jika Allah SWT menghendaki, pastilah Allah SWT mengutus seorang pemimpin untuk bangsa ini dari kalangan pemuda yang memiliki sifat-sifat kejuangan seperti Nabi Ibrahim a.s. untuk menyelesaikan keadaan secara revolusioner. Atau Allah akan hancurkan negeri ini satu demi satu dengan berbagai musibah seperti tsunami, gempa bumi dan lain-lainnya yang akan memusnahkan bangsa dan negara ini.
Oleh karena itu, marilah kita memohon kepada Allah SWT agar diutus seorang pemimpin revolusioner yang mampu menyelesaikan persoalan bangsa ini secara mendasar dan menyeluruh, yang mampu memberantas korupsi secara radikal dan tuntas, mampu membersihkan seluruh birokrasi pemerintahan dari borok-borok penyakit kanker korupsi hingga ke akar-akarnya, serta mampu mewujudkan pemerintahan baru yang segar tanpa korupsi, yakni pemerintahan yang menjalankan hukum-hukum Allah SWT yang terdapat di dalam Al Quran dan As Sunnah, yang menegakkan kedaulatan hukum Allah SWT atas seluruh warga negara, dan menjamin kehidupan dan kesejahteraan seluruh warga negara.
Insyaallah dengan pemimpin baru yang revolusioner, hak-hak kita sebagai umat Islam yang merupakan warga negara mayoritas, yang secara ideologis maupun historis punya hak untuk dilindungi agama dan keyakinan kita dan dijamin kebutuhan dan kemaslahatan hidup kita, baik kebutuhan pokok perindividu seperti sandang, pangan, dan papan, maupun kebutuhan kolektif kita, seperti kesehatan, pendidikan dan keamanan. Itulah yang ditegaskan oleh Imam Al Mawardi dalam Kitab Al Ahkam as Sulthaniyah (Hukum-hukum ketatanegaraan menurut syariat) bahwa tugas dan tanggung jawab dari Imam A’zham atau Khalifah atau Kepala Negara adalah: (1) Hirasatud Diin , memelihara urusan agama, yakni memastikan bahwa agama Islam tetap dalam kemurnian aqidah dan hukum-hukum Syariat-Nya dan memelihara agar umat Islam tetap dalam agama-Nya; (2) Siyasatud Dunya, memelihara urusan dunia, yakni menjamin kebutuhan tiap individu rakyat akan sandang, pangan, dan papan terpenuhi, baik dengan bekerja bagi para lelaki yang mampu maupun dengan pemberian santunan oleh negara bagi orang-orang cacat dan yang sudah udzur tidak mampu bekerja. Selain itu, Kepala Negara wajib menyediakan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan keamanan secara gratis bagi seluruh warga negara, tanpa membedakan yang miskin maupun yang kaya. Dengan kebijakan politik pengaturan urusan dunia rakyat tersebut, kesejahteraan rakyat terjamin tanoa pandang bulu. Dengan demikian seluruh warga negara tanpa pandang bulu dijamin hak-hak dan kebutuhan-kebutuhan mereka dan dijamin secara adil, tanpa dizalimi dan didiskriminasi.
Itulah gambaran pemimpin amanah yang bertanggung jawab seperti yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah saw. yang bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالإِمَامُ رَاعٍ وَهْوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Seorang Imam (pemimpin/kepala negara) adalah pemimpin (penggembala) bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya (Sahih Al Bukhary Juz 3/157).
Pemimpin yang betul-betul menegakkan Syariat Allah SWT dan menjalankannya secara ikhlas dan istiqomah kepada seluruh warga negara, baik muslim maupun non muslim. Pemimpin yang baik yang menegakkan sholat dalam arti yang seluas-luasnya dan mengajak rakyat pada kebaikan dan mencegah dari keburukan, yakni yang menegakkan amar makruf nahi mungkar, serta yang rela berkorban untuk kemaslahatan rakyatnya. Dialah pemimpin yang mencintai rakyat dan dicintai rakyatnya. Pemimpin yang menjadikan baginda Rasulullah saw. yang menjalankan pemerintahan dan kepemimpinannya dengan syariat dan ayat-ayat-Nya. A’udzubillahiminasyaithanirrajiim:
بسم الله الرحمن الرحيم
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus. (QS. Al Kautsar 1-3)
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Marilah kita memohon kepada Allah SWT dengan sepenuh ketundukan dan keikhlasan kita kepada-Nya agar seluruh amal ibadah kita di bulan Dzul Hijjah ini diterima oleh Allah SWT, baik shiyam Arafah kita, Sholat ied kita, maupun qurban kita, dan semoga dengan taqarrub kita kepada Allah SWT,Dia SWT berkenan mengabulkan permohonan kita agar diberi pemimpin baru yang amanah dan revolusioner, yang berani dan sanggup memimpin umat dan bangsa Indonesia mengubah keadaan bangsa dan Negara kita yang korup, menjadi Indonesia yang bersih tanpa korupsi, Indonesia yang baik tanpa aliran menyimpang sesat dan liberal bejat , Indonesia yang berkah karena penduduknya baik rakyat dan pejabat adalah orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT yang hidup sederhana tak bermewah-mewah, yang mengutamakan ibadah dan akhlakul karimah. Innahu samii’ud du’aa. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammadin wa’ala aalihi wa shahbihi ajma’in:
اللهم إن هؤلاء عبادك، خرجوا استجابة لأمرك،وطلباً لرحمتك،
اللهم فلا تخيب آمالهم، ولا تردهم عن بابك، ولا تحرمهم الأجر والمثوبة، اللهم آتهم من خير ما سألوا، وجنبهم ما خافوا، وأعذهم من خزي الدنيا، وعذاب الآخرة،
اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، وأحمي حوزة الدين.
وأجعل بلدنا هذا أمنا مطمئنا يأمر فيه بالمعروف، وينهى فيه عن المنكر.
وتقال فيه كلمة الحق لا يخشى قائله في الله لومة لائم.
اللهم أبرم لهذه الأمة أمر رشد يعز فيه أهل طاعتك ويذل فيه أهل معصيتك ويأمر فيه بالمعروف وينهى فيه عن المنكر.
اللهم أصلح أحوال المسلمين.
اللهم أصلح ولاتهم،
اللهم أصلح علمائهم،
اللهم أصلح شبابهم،
اللهم أصلح نسائهم،
اللهم أصلح ذراريهم.
اللهم تولهم في كل أمورهم.
اللهم عليك بكل عدو للإسلام.
اللهم عليك بإخوان القردة والخنازير.
اللهم عليك بامريكا الصليبيين وأعوانهم و زملائهم وعملائهم الذين قاتلوا المسلمين في كل مكان.
اللهم أشدد عليهم جميعا وطأتك، وانزع عنهم عافيتك، وأنزل عليهم نقمتك، ومزقهم كل ممزق.
يا رب العالمين.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
سبحان ربك رب العزة عن ما يصفون، وسلام على المرسلين، والحمد لله رب العالمين.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
Jakarta, 10 Zuhijjah 1432H/6 November 2011
Hizb Dakwah Islam
*Disampaikan dalam Sholat Iedul Adha 1432H di Masjid At Taqwa Universitas Negeri Jakarta Rawamangun Jakarta pada hari Ahad tanggal 10 Zulhijjah 1432H/6 November 2011
**Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) dan Ketua Umum Hizb Dakwah Islam (HDI)